Phytochemical Screening of Capsicum chinense Stem Extract: Detection of Alkaloids, Saponins, Tannins, and Terpenoids

Fatimah Khaerani Siregar, Irma Suryani, Wan Luzni Rimelahas, Dimas Wahyudi, Putri Ainur Rohimah, Rana Wahyuni, Sabrina Lubis

Abstract


Capsicum chinense merupakan salah satu varietas cabai yang populer digunakan dalam masakan dan dikenal mengandung beragam senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada bagian buah, sementara tangkai yang berperan sebagai jalur transportasi nutrisi dan metabolit sekunder masih jarang dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi golongan metabolit sekunder yang terdapat dalam tangkai Capsicum chinense melalui skrining fitokimia. Sebanyak 50 gram serbuk tangkai cabai diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% pada perbandingan 1:10 (b/v), kemudian filtrat diuapkan dengan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kental. Ekstrak selanjutnya diuji secara kualitatif untuk mendeteksi keberadaan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan terpenoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tangkai Capsicum chinense memberikan reaksi positif pada uji Mayer dan Bouchardat, uji Salkowski, serta uji menggunakan akuades dan FeCl3, yang masing-masing mengindikasikan adanya senyawa alkaloid, terpenoid, saponin, dan tanin. Sebaliknya, uji flavonoid dan steroid tidak menunjukkan perubahan warna. Temuan ini menunjukkan bahwa tangkai Capsicum chinense berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif alami yang dapat dikembangkan lebih lanjut.


Full Text:

PDF

References


J. B. Harborne, Phytochemical Methods: A Guide to Modern Techniques of Plant Analysis. London, UK: Chapman and Hall, 1987.

S. Lee, D. G. Oh, D. Singh, J. S. Lee, S. Lee, and C. H. Lee, “Exploring the metabolomic diversity of plant species across spatial (leaf and stem) components and phylogenic groups,” BMC Plant Biology, vol. 20, no. 1, Art. no. 39, 2020, doi: 10.1186/s12870-019-2231-y.

S. Misfadhila, R. Widya, and N. Hidayati, “Analisis fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak tanaman lokal Indonesia,” Jurnal Fitokimia Indonesia, vol. 7, no. 1, pp. 12–19, 2023.

F. K. Siregar et al., “Phytochemical profiling of cayenne pepper (Capsicum chinense L.) stem extract,” Jurnal Jamu Kusuma, vol. 5, no. 1, pp. 43–49, 2025.

M. Rizal and H. Fitriani, “Analisis kandungan saponin pada tangkai tanaman Carica pubescens,” Jurnal Biologi Tropika, vol. 9, no. 3, pp. 214–220, 2022..

E. F. Fatwami and S. Royani, “Skrining fitokimia dan uji antioksidan ekstrak daun cabai rawit (Capsicum frutescens L.),” Journal Syifa Sciences and Clinical Research, vol. 5, no. 2, pp. 253–260, 2023, doi: 10.37311/jsscr.v5i2.20896.

S. A. Aondoaver, O. T. Amuna, and P. C. Ezeugwu, “Phytochemical screening and antimicrobial evaluation of ethanol and n-hexane extracts of Capsicum frutescens fruit,” Journal of International Research in Medical and Pharmaceutical Sciences, vol. 18, no. 2, pp. 23–30, 2023, doi: 10.56557/jirmeps/2023/v18i28399Muharni, Kimia Terpenoid dan Steroid. Pekanbaru: Universitas Riau Press, 2010.

N. Rosyida and A. Haris, “Uji fitokimia ekstrak etanol tangkai tanaman obat tradisional,” Jurnal Ilmiah Kimia dan Bioteknologi, vol. 9, no. 1, pp. 45–52, 2022

E. Saputri and F. Ramadhan, “Identifikasi senyawa alkaloid pada ekstrak tanaman obat menggunakan pereaksi Mayer dan Dragendorff,” Jurnal Fitokimia dan Biofarmaka, vol. 7, no. 2, pp. 112–118, 2021.

R. A. Widodo and D. Lestari, “Skrining fitokimia ekstrak daun cabai rawit menggunakan metode kualitatif sederhana,” Jurnal Ilmiah Kimia dan Farmasi, vol. 5, no. 1, pp. 40–47, 2023.

Y. Nurhaliza and A. Mahendra, “Uji kualitatif kandungan tanin dan flavonoid pada ekstrak etanol daun tanaman obat lokal,” Jurnal Sains dan Kesehatan Indonesia, vol. 2, no. 3, pp. 101–108, 2020.

R. Anjani and F. Utami, “Uji fitokimia ekstrak tanaman herbal sebagai identifikasi awal senyawa bioaktif,” Jurnal Bioteknologi dan Sains, vol. 4, no. 2, pp. 88–95, 2021

T. Arfiani and R. Dwiastuti, “Analisis kualitatif senyawa metabolit sekunder menggunakan pereaksi Liebermann–Burchard pada tanaman obat tradisional,” Jurnal Kimia Terapan Indonesia, vol. 9, no. 1, pp. 56–63, 2022.

R. Pardi, “Kajian fitokimia senyawa alkaloid dan steroid pada tanaman obat tropis,” Jurnal Kimia Tropika, vol. 10, no. 1, pp. 22–31, 2024.

W. Widowati, O. P. Astirin, and A. Ratnawati, “Aktivitas antioksidan dan antibakteri senyawa terpenoid dari tanaman obat tropis,” Jurnal Bioteknologi Indonesia, vol. 6, no. 2, pp. 71–78, 2011.

E. D. Wulansari, T. Prasetyo, and D. Nugroho, “Potensi senyawa terpenoid dalam industri kosmetik dan farmasi alami,” Jurnal Sains dan Aplikasi Kimia, vol. 14, no. 3, pp. 145–152, 2020.

I. N. Yasa, “Saponin sebagai senyawa bioaktif alami dan manfaatnya terhadap kesehatan,” Jurnal Farmasi Udayana, vol. 6, no. 1, pp. 1–9, 2017.

S. Yuliani, “Analisis kandungan tanin dan potensi aktivitas antioksidan pada tanaman herbal Indonesia,” Jurnal Biologi dan Farmasi, vol. 5, no. 2, pp. 34–41, 2017.




DOI: http://dx.doi.org/10.30829/jistech.v11i1.29599

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Current Indexing

 

Creative Commons License

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.