The Meaning of Khamr in The Quran A Study of Al-Qusyairi Exegesis In Lataif al-Isharat

Hotmariani Dongoran, Khoirun Nidhom, Mohamad Mualim

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna khamar dalam QS. Al-Baqarah: 219, QS. An-Nisa: 43, dan QS. Al-Ma’idah: 90 berdasarkan perspektif tafsir Lataif al-Isyarat karya Abdul Karim al-Qusyairi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominannya pemahaman khamar dalam perspektif hukum formal dan sosial, sementara dimensi simbolik dan spiritual dalam tafsir sufistik masih relatif terbatas dikaji. Padahal, tafsir sufistik memiliki pendekatan yang mampu mengungkap makna batin ayat Al-Qur’an secara lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berasal dari kitab Lataif al-Isyarat, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode content analysis dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i). Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qusyairi memaknai khamar tidak hanya sebagai minuman yang memabukkan secara fisik, tetapi juga sebagai simbol segala sesuatu yang memalingkan manusia dari Allah. Dalam QS. Al-Baqarah: 219, khamar dipahami sebagai representasi kenikmatan duniawi yang merusak kesadaran spiritual. Pada QS. An-Nisa: 43, mabuk dimaknai sebagai hilangnya kesadaran ruhani akibat dominasi hawa nafsu dan kelalaian hati. Sementara itu, QS. Al-Ma’idah: 90 dipahami sebagai larangan terhadap segala bentuk keterikatan duniawi yang menjadi hijab spiritual manusia. Penelitian ini menegaskan bahwa tafsir sufistik al-Qusyairi menghadirkan pemahaman multidimensional terhadap ayat-ayat khamar yang tetap relevan dalam menjawab problem spiritual masyarakat kontemporer. 

This study aims to analyze the meaning of khamr in QS. Al-Baqarah: 219, QS. An-Nisa: 43, and QS. Al-Ma’idah: 90 based on the perspective of Lataif al-Isyarat exegesis written by Abdul Karim al-Qusyairi. This research is motivated by the dominance of understanding khamr from legal and social perspectives, while its symbolic and spiritual dimensions in Sufi exegesis remain relatively underexplored. In fact, Sufi interpretation offers an approach capable of revealing the inner meanings of Qur’anic verses more deeply. This study employs a qualitative approach using library research. The primary data source is the book Lataif al-Isyarat, while secondary data are obtained from Qur’anic commentaries, books, scientific journals, and relevant previous studies. Data were collected through documentation techniques and analyzed using content analysis with a thematic (maudhu‘i) interpretation approach. The results show that al-Qusyairi interprets khamr not merely as an intoxicating drink in a physical sense, but also as a symbol of everything that distances humans from Allah. In QS. Al-Baqarah: 219, khamr represents worldly pleasures that damage spiritual awareness. In QS. An-Nisa: 43, intoxication symbolizes the loss of spiritual consciousness caused by lust and negligence of the heart. Meanwhile, QS. Al-Ma’idah: 90 is interpreted as a prohibition against all worldly attachments that become spiritual veils for humans. This study confirms that al-Qusyairi’s Sufi interpretation presents a multidimensional understanding of the verses on khamr, which remains relevant in addressing the spiritual problems of contemporary society.


Full Text:

PDF

References


A. Adhli, “Hikmah pelarangan khamar secara bertahap dalam Al-Qur’an,” Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir, vol. 5, no. 2, pp. 112–126, 2023.

A. Ghoni and A. Fauji, “Analisis kajian metodologis atas kitab tafsir Lathaif al-Isyarat karya Imam al-Qusyairi,” Jurnal Iman dan Spiritualitas, vol. 3, no. 1, pp. 20–31, 2023.

A. I. Harahap, “Tafsir sufistik ayat-ayat kesedihan dalam kitab Lataif al-Isyarat,” Jurnal Al-Bayan: Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, vol. 7, no. 2, pp. 144–159, 2022.

A. K. Al-Qusyairi, Lataif al-Isyarat. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2007.

A. Wartini, “Corak penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah,” Hunafa: Jurnal Studia Islamika, vol. 11, no. 1, pp. 109–126, 2014, doi: 10.24239/jsi.v11i1.343.109-126.

Alfathah, “Karakteristik Tafsir Sufistik dalam Lathaif al-Isyarat,” Tafakkur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, vol. 3, no. 2, pp. 160–174, 2023.

Badan Pusat Statistik, Konsumsi alkohol oleh penduduk umur 15 tahun ke atas. Jakarta: BPS, 2022. [Online]. Available: https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTQ3NSMy/konsumsi-alkohol-oleh-penduduk-umur-15-tahundalam-satu-tahun-terakhir.html

D. A. Setiawan, “Epistemologi tafsir isyari dalam kitab Lataif al-Isyarat,” Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, vol. 8, no. 1, pp. 77–93, 2024.

F. Ar-Razi, Mafatih al-Ghaib. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-‘Arabi, 2000.

I. Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim. Riyadh: Dar Thayyibah, 2004.

I. M. Uliyah, “Konsep cinta dalam tafsir Lataif al-Isyarat karya Imam al-Qusyairi,” Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, vol. 9, no. 1, pp. 33–49, 2024.

Ikhsanul Kamil, “Pengharaman khamar dalam Al-Qur’an: Kajian tafsir tematik,” Jurnal Studi Islam dan Tafsir, vol. 6, no. 1, pp. 55–70, 2025.

K. Krippendorff, Content Analysis: An Introduction to Its Methodology, 4th ed. California: Sage Publications, 2018.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI, 2023. [Online]. Available: Kemenkes RI. https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2023?utm

L. J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2021.

M. A. Masykur, M. Ikhwanuddin, and E. Prasetiawati, “Reorientation of Al-Silm Kaffah Q.S. Al-Baqarah [2]: 208 (Comparative Study of Tafsir Al-Jailani and Tafsir Al-Mishbah),” Quality: Journal of Education, Arabic and Islamic Studies, vol. 1, no. 2, pp. 116–135, 2023, doi: 10.58355/qwt.v1i2.31.

M. H. Al-Dzahabi, Al-Tafsir wa al-Mufassirun. Kairo: Dar al-Hadith, 2020.

M. In’amuzzahidin, “Pemikiran sufistik Muhammad Shalih al-Samarani,” Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, vol. 20, no. 2, pp. 321–346, 2012, doi: 10.21580/ws.20.2.202.

M. Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2020.

M. R. Romdhon, “Kajian Tafsir Huruf Muqaththa’ât dalam Tafsir Lathâif Al-Isyârât Karya al-Qusyairi,” Misykat: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Qur’an, Hadist, Syari’ah dan Tarbiyah, vol. 8, no. 1, 2023

M. S. Siregar and W. W. Utomo, “Khamar dalam pandangan masyarakat Muslim dan non-Muslim di Desa Simpang Semadam Kabupaten Aceh Tenggara,” Studia Sosia Religia, vol. 6, no. 2, pp. 115–126, 2023.

Muhammad Khalid, “Representasi al-khamr dalam Al-Qur’an: Studi semiotika dan tafsir sufistik,” Jurnal Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan, vol. 20, no. 1, pp. 88–104, 2025.

N. A. Kamal and S. M. Munawwaroh, “Metode tafsir Lathaif al-Isyarat karya Imam al-Qusyairi,” Jurnal Iman dan Spiritualitas, vol. 1, no. 1, pp. 40–46, 2021.

N. Salam, “Dimensi sufistik dalam tafsir al-Mishbah,” Esoterik: Jurnal Akhlak dan Tasawuf, vol. 2, no. 1, pp. 1–20, 2017, doi: 10.21043/esoterik.v2i1.1624.

R. A. Nicholson, The Mystics of Islam. London: Routledge, 2007.

W. Az-Zuhaili, Tafsir al-Munir fi al-‘Aqidah wa al-Syari’ah wa al-Manhaj. Damaskus: Dar al-Fikr, 2021.




DOI: http://dx.doi.org/10.51900/ias.v9i1.30048

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Tentang JurnalKebijakan JurnalPengarangInformasi
  • Untuk Pembaca
  • Untuk Penulis
  • Sejarah Jurnal

Ibnu Abbas: Jurnal Ilmu Alquran & Tafsir
e-ISSN: 2620-7885
Website: http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/ibnabbas
Email: jurnalibnabbas@uinsu.ac.id
Diterbitkan oleh:
Kantor UIN SU Medan : UIN Sumatera Utara Medan, Jl. Williem Iskandar Pancing Medan, Pasar V Medan Estate» Telp /fax : 0616622925 /

toto slot