Rekontruksi Pemahaman Hadis Akidah dan Etika Berbasis Asbab Al-Wurud Dalam Bingkai Moderasi Beragama

Sulthoni Karim Nasution Tonang Lubis Nurliana Damanik

Abstract


Fenomena radikalisme dan intoleransi beragama di era digital semakin mengkhawatirkan akibat maraknya pembacaan teks keagamaan secara parsial dan a-historis. Kemudahan akses terhadap literatur hadis sering kali tidak dibarengi dengan perangkat metodologis yang memadai, sehingga melahirkan pemahaman teologis yang kaku, eksklusif, dan rentan menyalahkan kelompok lain. Penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi pemahaman hadis-hadis akidah dan etika melalui pendekatan Asbab al-Wurud sebagai upaya membangun landasan teologis yang kuat bagi pluralisme dan moderasi beragama. Menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), studi ini menganalisis data dari Kutub al-Sittah dan kitab syarah yang relevan, kemudian dibedah menggunakan analisis isi (content analysis) dengan pendekatan sosio-historis. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) Aplikasi Asbab al-Wurud merupakan instrumen vital untuk membedakan pesan universal dan partikular dalam hadis, guna menghindari generalisasi hukum yang keliru; (2) Kontekstualisasi hadis tentang interaksi Nabi dengan pemuda Yahudi menegaskan bahwa perbedaan teologis tidak menjadi penghalang bagi etika sosial yang inklusif dan humanis; (3) Kritik Nabi terhadap sahabat yang beribadah secara ekstrem menjadi dalil otentik bahwa moderasi (wasatiyyah) dan keseimbangan (tawazun) adalah inti dari Sunnah, bukan sekadar pelengkap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian konteks wurud dalam studi hadis mampu mendekonstruksi narasi radikal dan sangat relevan untuk merawat harmoni sosial dalam masyarakat majemuk.


Keywords


Asbab al-Wurud; Pluralisme; Moderasi Beragama; Hadis Akidah; Etika

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Abidin, M. A. Z. (n.d.). Sababu Wurudil Hadis Dhawabithu wa Ma’ayiru. Jami’ah al Islamiyyah al Alamiyyah.

Ali, M. (2016). Asbab Al-Wurud Hadis: Urgensi dan Aplikasinya. Jurnal Kajian Ilmu Hadis, 6(2).

Amiruddin, W., & Liliek. (2021). Pluralisme Agama di Desa Balun Lamongan Ditinjau Dari Prespektif Hadis. EMPIRISMA: Jurnal Pemikiran Dan Kebudayaan Islam, 30(1), 43–54.

Al-Bukhārī, A. ‘Abdillāh M. bin I. (1993). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Dār Ibnu Kaṡīr.

Casram. (2016). Membangun Sikap Toleransi Beragama Dalam Masyarakat Plural. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya, 1(2), 187–198.

Coward, H. (1989). Pluralisme: Tantangan Bagi Agama-Agama. Kanisius.

Hajjaj, M. bin. (1955). Shahih Muslim. Dar Ihya Turats al-Arabi.

Jauziyah, I. Q. (1994). Mannar al Munif fi al sohih wa al dhoif. Maktab al Mathbu’at al Islamiyah.

Mursidin, & Mahmudin. (2023). Moderasi Beragama Dalam Perspektif Hadits Tematik. Al-Afkar: Journal for Islamic Studies, 6(1), 139–155.

Mustaqim, A. (2001). Asbab al-Wurud. Pustaka Pelajar.

Nurdin. (2021). Moderasi Beragama menurut Al-Qur’an dan Hadist. Jurnal Ilmiah Al-Mu’ashirah, 18(1), 59–70.

Putra, V. (2023). Hadis Nabi tentang Etika Berinteraksi dengan Penganut Agama Lain. Jurnal Etika Sosial Islam, 2(1), 5–22.

Sadali, et al. (2023). Asbāb al-Wurūd dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia (2011–2023): Pemetaan Systematic Literature Review. Jurnal Studi Hadis Nusantara, 6(2).

Wahid, A., Maizuddin, & Jakfar, T. M. (2022). Studi Terhadap Makna Hadis-Hadis Moderasi Beragama. Jurnal Ilmiah Al-Mu’ashirah, 19(2).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.