Ulama Pengembangan Hadis
Abstract
T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy dan Abdul Qadir Hasan merupakan dua tokoh penting dalam pengembangan studi hadis di Indonesia yang memberikan kontribusi signifikan dalam memperluas pemahaman umat terhadap sumber ajaran Islam. Hasbi dikenal dengan pendekatannya yang kontekstual dan rasional dalam memahami hadis, serta upayanya menjadikan hadis lebih aplikatif dalam kehidupan masyarakat modern Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya ijtihad dan penyesuaian hukum Islam dengan kondisi sosial yang berkembang. Sementara itu, Abdul Qadir Hasan lebih menekankan pada pemurnian ajaran Islam dengan kembali kepada Al-Qur’an dan hadis sahih, serta berperan aktif dalam mengkritisi praktik keagamaan yang dianggap tidak memiliki dasar yang kuat. Keduanya memiliki metode yang berbeda, namun sama-sama berkontribusi dalam membangun tradisi keilmuan hadis yang kritis dan dinamis. Pemikiran mereka tidak hanya berpengaruh dalam dunia akademik, tetapi juga dalam kehidupan keagamaan masyarakat luas di Indonesia. Dengan demikian, peran kedua tokoh ini sangat penting dalam perkembangan studi hadis yang lebih kontekstual, autentik, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Keywords
Full Text:
PDF (Indonesian)References
‘Ajjaj al-Khatib, Muhammad. Ushul al-Hadis wa ‘Ulumuh wa Mustalahuh.
Beirut: Dar al-Fikr, 1989
Ash-Shiddieqy, Muhammad Hasbi. Pokok-pokok Ilmu Dirayah Hadis jilid I.
Jakarta: Bulan Bintang, 1958
Muhammad Hasbi. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis.
Jakarta: Bulan Bintang, 1980
Muhammad Hasbi. Pedoman Puasa. Semarang: PT Pustaka Rizki Putra, 2007
Azami, Muhammad Mustafa. Hadis Nabawi dan Sejarah Kodifikasinya.
Jakarta: Pustaka Firdaus, 1994
Ghofur, Saiful Amin, Profil para Mufassir Qur’an Yogyakarta:
Pustaka Insan Madani, 2008
Shiddiqi, Nourouzzaman. Fiqh Indonesia: Penggagas dan Gagasannya.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1997
Hassan, A. Qadir. Ilmu Musthalah Hadist. Bandung: Diponegoro, 2007.
Hassan, A. Qadir. Kata Berjawab. Surabaya, 2004.
Hassan, Ahmad. Soal Jawab. Cet.34. Bandung: Diponegoro. 1989.
Al-Hafizh Ibnu Qayyim S. Th.I, M. H. I
M. Zul Irfan, S.Pd. I, S. Ag. 2022. Hasil Wawancara Pribadi:
November 2022, Jember.
Refbacks
- There are currently no refbacks.