Tracking Javanese Traditional Arts in North Sumatra 1900-1930s
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Benton, G. (2022). Chinese Indentured Labour in the Dutch East indies, 1880-1942. Palgrave Macmillan.
Breman, J. (1997). Menjinakkan Sang Kuli: Politik Kolonial pada Awal Abad Ke-20. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Chambert-Loir, H., & Ambary, H. M. (2011). Panggung Sejarah. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Cohen, M. I. (2016). Inventing The Performing Arts: Modernity and Tradition in Colonial Indonesia. Honolulu: University of Hawai’I Press.
Darini, R., & Anggraeni, D. A. (2021). The Life of Deli Tobacco Plantation’s Workers in East Sumatera, 1880-1930. Indonesian Historical Studies, 5(1), 30–44.
Dewi, H. (2016). Keberlanjutan dan Perubahan Seni Pertunjukan Kuda Kepang di Sei Bamban, Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Panggung, 26(2), 139–150. https://doi.org/10.26742/panggung.v26i2.172
Gottschalk, L. (1975). Mengerti Sejarah. Terj. Nugroho Notosusanto. Jakarta: UI.
Hamka. (1977). Merantau ke Deli. Jakarta: Bulan Bintang.
Houben, Vincent J.H. and Lindblad, J. Thomas, E. (1999). Coolie Labour in Colonial Indonesia A Study of Labour Relations in the Outer Islands, c. 1900-1940. Wiesbaden: Harraaowitz.
Istiyana, E. (2020). Kuli Perempuan India di Perkebunan Tembakau Deli 1883-1930. Kronik: Journal of History Education and Historiography, 06(2), 5–24.
Karl J. Pelzer. (1982). Planters Against Peasant: The Agrarian Struggle in East Sumatra, 1947-1958. ‘S-Gravenhage: Martinus Nijhoff.
Naiborhu, T., & Karina, N. (2018). Ketoprak,Seni Pertunjukan Tradisional Jawa di Sumatera Utara: Pengembangan dan Keberlanjutannya. Panggung, 28(4). https://doi.org/10.26742/panggung.v28i4.714
Ong, E. D. (1943). Chineezen in Nederlandsch Indie: Sociografie van een Indonesische bevolkingsgroep. Assen: Van Gorkum & Comp.
Pelzer, K. J. (1985). Toean Keboen dan Petani: Politik Kolonial dan Perjuangan Agraria di Sumatra Timur 1863-1947. Jakarta: Sinar Harapan.
Said, M. (1977). Suatu Zaman Gelap di Deli: Koeli Kontrak Tempo Doeloe dengan Derita dan Kemarahannya. Medan: Waspada.
Sedyawati, E. (2002). Pertumbuhan Seni Pertunjukan. Jakarta: Sinar Harapan.
Sitanggang, Hildera, Z. T. (1994). Kehidupan Masyarakat Pujakusuma Di Sumatera Utara. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat jenderal Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai tradisional.
Soedarsono. (2002). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Stoler, A. L. (2005). Kapitalisme dan Konfrontasi di Sabuk Perkebunan Sumatra, 1870-1979.
Sugiarti, T. (1989). Ketoprak Dor: Perkembangan, Fungsi dan Tantangannya Di Sumatera Utara (1920- 1985). USU Medan.
Suroso, P. (2012). Tinjauan Bentuk dan Fungsi Musik pada Seni Pertunjukan Ketoprak Dor. Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya, 2(2), 66. https://doi.org/10.24114/gondang.v2i2.11283
Susandro. (2023). Ketoprak Dor: Jejak Para Kuli Kontrak di Deli Serdang hingga Aceh Tengah. Creativity and Research Theatre Journal, 5(1), 50–62.
Susandro, S., & Harun, A. (2024). Ketoprak Dor: Awal Mula Keberadaannya Di Aceh Tengah. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 14(1), 24–40. https://doi.org/10.17510/paradigma.v14i1.1398
Thee, K. W. (1976). Plantation Agriculture and Export Growth: an Economic History of East Sumatra, 1863-1942. Jakarta: Leknas-LIPI.
Volker, T. (1928). van oerbosch tot cultuurgebied: een schets van de betekenis van den Tabak, de andere cultures en de industrie ter oostkust van sumatra. Medan: Deli Planters Vereeniging.
DOI: http://dx.doi.org/10.30829/juspi.v9i2.25703
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Ririn Darini, Nanang Setiawan, Muhammad Yuanda Zara, Agus Murdiyastomo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam)
Published by Program Studi Sejarah Peradaban Islam
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Email: jurnal.juspi@uinsu.ac.id
JUSPI is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License





