INTEGRASI KEILMUAN DALAM PEMIKIRAN KH. ABDUL WAHID HASYIM

Nelud Darajaatul Aliyah

Abstract


Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membangun peradaban dan membentuk kualitas sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berdaya saing. Namun, dalam perjalanan sejarahnya, pendidikan Islam di Indonesia pernah mengalami marginalisasi akibat kebijakan kolonial serta kuatnya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Kondisi ini mendorong lahirnya gagasan pembaruan pendidikan Islam pada awal abad ke-20, salah satunya melalui pemikiran dan kiprah KH. Abdul Wahid Hasyim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Kyai Wahid Hasyim dalam pembaruan pendidikan Islam serta konsep integrasi ilmu yang ia gagas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan menelaah biografi, pemikiran, dan kebijakan pendidikan Kyai Wahid Hasyim, baik saat berkiprah di pesantren, organisasi Nahdlatul Ulama, maupun ketika menjabat sebagai Menteri Agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaruan pendidikan Islam yang dilakukan Kyai Wahid meliputi modernisasi kurikulum dan metode pembelajaran pesantren, pengembangan madrasah di lingkungan NU, serta pendirian dan penguatan lembaga pendidikan Islam formal seperti PGA dan PTAIN. Pembaruan tersebut dilandasi oleh gagasan integrasi ilmu, yaitu penyatuan ilmu agama dan ilmu umum dalam satu kerangka pendidikan yang utuh dan saling melengkapi. Pemikiran ini bertujuan untuk menghapus dikotomi keilmuan dan menyiapkan lulusan pendidikan Islam yang tidak hanya religius secara spiritual, tetapi juga kompeten secara intelektual dan sosial. Dengan demikian, gagasan Kyai Wahid Hasyim menjadi fondasi penting bagi pengembangan pendidikan Islam yang adaptif, dinamis, dan relevan dalam menghadapi tantangan perubahan zaman dan globalisasi.

Keywords


Integrasi Keilmuan, Pendidikan Islam, Inova

Full Text:

PDF

References


Ahmad, M. (2010). Ijtihad Politik Gus Dur; Analisis Wacana Kritis. LKiS Yogyakarta.

As'ad, M. (2012). Pembaruan Pendidikan Islam K.H. Hasyim Asy'ari. Jurnal TSAQAFAH, Vol. 8(1), 104-134.

Daulay, H. P. (2007). Sejarah Pertumbuhan & Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia. Kencana.

Iskandar, S. (2009). 99 Tokoh Muslim Indonesia. DAR! Mizan.

Ismail, Moh. (2016). Demokratisasi Pendidikan Islam Dalam Pandangan KH. Abdul Wahid Hasyim. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(2), 316-336.

Khuluk, L. (2000). Fajar Kebangunan Ulama ; Biografi KH. Hasyim Asy'ari. LKiS Yogyakarta.

Mz, S. (2011). Revitilasai Humanisme Religius dan Kebangsaan KH. A. Wahid Hasyim. Pesantren Tebuireng.

Nasution, H. (1992). Ensiklopedi Islam Indonesia. Penerbit Djambatan.

Rifai, M. (2009). Wahid Hasyim, Biografi Singkat 1914-1953. GARASI.

Rusydiyah, E. F. (2017). Analisis Historis Kebijakan Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Masa KH. A. Wahid Hasyim. AL - IBRAH, 2(1), 1-31.

Steenbrink, K. A. (1986). Pesantren Madrasah Sekolah: Pendidikan Islam dalam Kurun Modern. LP3ES.

Shofiyullah Mz. (2011). Revitilasai Humanisme Religius Dan Kebangsaan KH. A. Wahid Hasyim. Tebuireng Jombang: Pesantren Tebuireng.

Tim Buku Tempo. (2016). Seri Tempo: Wahid Hasyim. Kepustakaan Popuker Gramedia.

Umiarso, & Asnawan. (2018). KH. Abdul Wahid Hasyim Pembaru Pesantren Dari Reformasi Kurikulum, Pengajaran hingga Pendidikan Islam Progresif. Vol. 13(No. 2), 389-412.

Yanto, B., & Suffatni, R. (2004). Sejarah Tokoh Bangsa. Pustaka Tokoh Bangsa




DOI: http://dx.doi.org/10.30821/hijri.v14i2.27884

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Hijri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.





Organizational Collaboration:

Hijri: Jurnal Manajemen Kependidikan dan Keislamanhas been indexed by:

Jurnal Hijri by Program Studi Manajemen Pendidikan Islam FITK Universitas Islam Negeri Sumatera Utara is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Flag Counter