IDDAH AND IHDAD: LEGAL RATIONALITY AND MODERN CHALLENGES
Abstract
This study departs from an academic disquiet regarding the tension between the rigidity of classical fiqh texts on iddah and ihdad on one hand, and the complexity of modern Muslim women's lives on the other. Employing a hermeneutical approach and maqasid al-shari'ah analysis, this article revisits the epistemological foundations of iddah and ihdad not to abolish them, but to reveal that they contain an adaptive legal rationality. This qualitative-normative research draws on primary data from cross-madhhab fiqh texts and secondary data from contemporary scholarly studies. Principal findings: first, inter-madhhab differences in determining iddah periods demonstrate fiqh's inherent flexibility; second, ihdad is not merely a mourning symbol but a psychosocial protection mechanism amenable to contextual reinterpretation; and third, professional women observing ihdad may accommodate their professional obligations within the framework of al-maslahah al-mursalah without departing from its shar'i substance.
Keyword: Iddah, Ihdad, Schools of Islamic Law, Professional Women, Maqasid al-Shari'ah
Full Text:
PDFReferences
Auda, Jasser. Maqasid al-Shari'ah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: The International Institute of Islamic Thought, 2008.
Fadhilah, Nur. “Iddah dan Ihdad dalam Praktik Masyarakat Urban.” Al-Ahwal 14, no. 1 (2021): 78–90.
Hakim, Rahmat. Hukum Perkawinan Islam. Bandung: Pustaka Setia, 2000.
Indonesia. Kompilasi Hukum Islam (Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991).
Ibn 'Asyur, Muhammad al-Thahir. Maqasid al-Syari'ah al-Islamiyyah. Tunis: al-Syarikah al-Tunisiyyah li al-Tauzi', 1978.
Lestari, Ramadhani Wahyu. “Pemahaman Masyarakat tentang Iddah dan Ihdad.” Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam 11, no. 2 (2018): 112–125.
Muhammad, Husein. Fiqh Perempuan: Refleksi Kiai atas Wacana Agama dan Gender. Yogyakarta: LKiS, 2001.
Muhibbuthabary. “Penetapan Masa Iddah di Pengadilan Agama: Inkonsistensi dan Implikasinya.” Legitimasi: Jurnal Hukum Pidana dan Politik Hukum 1, no. 2 (2012): 185–187.
Mustika, Dian. “Iddah dalam Perspektif Gender: Menelaah Ulang Konstruksi Fikih Patriarkis.” Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam 10, no. 1 (2017): 1–20.
Nisa', Khoirun, dan Ahmad Zayyadi. “Ihdad Perempuan Karir di Perkotaan: Antara Norma Fikih dan Tuntutan Profesional.” Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran 22, no. 1 (2022): 51–61.
Oktariani, Nurul Adhha. “Penetapan Iddah bagi Janda Suami Mafqud di Pengadilan Agama Indonesia.” Qiyas: Jurnal Hukum Islam dan Peradilan 5, no. 2 (2020): 123–125.
Peradilan Agama, Direktorat Jenderal Badan. Laporan Tahunan 2023: Data Perkara Pengadilan Agama. Jakarta: Mahkamah Agung RI, 2023.
Subhan, Zaitunah. Al-Qur'an dan Perempuan: Menuju Kesetaraan Gender dalam Penafsiran. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2015.
Wahib, Ahmad Bunyan. “Ihdad dan Identitas Sosial Perempuan dalam Masyarakat Muslim Indonesia.” Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum 50, no. 2 (2016): 445–468.
Wahyudi, Muhamad Isna. “Iddah Perempuan Hamil dari Inseminasi Buatan: Analisis Fikih Kontemporer.” Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam 8, no. 1 (2014): 62–70.
Yusuf, Choirul Fuad. “Sinkronisasi Iddah dalam Fikih dan Hukum Pencatatan Perkawinan Indonesia.” Jurnal Legislasi Indonesia 17, no. 3 (2020): 303–315.
Zulaikha, Siti. “Dimensi Psikologis Ihdad: Kajian Islam dan Psikologi Grief.” Psikis: Jurnal Psikologi Islami 5, no. 1 (2019): 34–44.
DOI: http://dx.doi.org/10.30821/as-sais.v11i2.30066
Refbacks
- There are currently no refbacks.
INDEXED BY:
As-Sais (Jurnal Hukum Tata Negara/Siyasah)
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.





