Apakah Islam Agama Eksklusif?

Muhammad Jailani, Maranaik Hasibuan

Abstract


Salah satu isi hadist yang menjadi referensi dugaan menunjukkan Islam itu ekslusif adalah: “maka seorang Muslim mengangkat tangannya dan menampar si Yahudi”. Tulisan ini ingin menelusuri validitas hadis tersebut, dan pemaknaannya melalui kitab-kitab syarah hadits yang mu’tabar, dan bagaimana kaitannya dengan beragama secara eksklusif. Dari penelusuran ditemukan bahwa hadis tersebut tergolong Shahih karena diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya. Hadis ini tergolong ke dalam beragama secara eksklusif, namun demikian eksklusifisme dalam hadis tersebut, tidaklah vacuum historis, dalam artian ada hal yang menyebabkan terjadinya tamparan, atau tindak kekerasan. Kemarahan Nabi yang tertera dalam hadis tersebut, juga tidak mengarah secara eksplisit dan khusus terhadap tindak “penamparan”, melainkan pada hal Yahudi yang melebihkan Nabi yang satu dengan yang lainnya. Ini artinya, tindakan tersebut hanya bersifat defensif, respon terhadap kondisi yang tidak dibenarkan. Dalam konteks keislaman, eksklusifisme hanya pada tataran teologis, namun toleran pada tataran sosiologis.  


Keywords


eksklusif, Agama, Islam, Hadis

Full Text:

PDF

References


Abu Abdullah Muhammad Isma’il bin Ibrahim bin al-Mughiroh al-Bukhori, al-Jami’ as-Shahih al-Musnad min Ahadits ar-Rasul salallahu ‘alaihi wa sallam wa Sunanihi wa Ayyamihi, Juz: 1, Kitab: al-Iman, Bab: ad-Din Yusrun, (Beirut: Daar al-Kitab al-Islami)

Abu Ja’far, Muhammad bin Jarir at-Thabari. 1407. Tarikh al-Umam wa al-Mulk, Juz: 2, Beirut: Daar al-Kutub al-Ilmiyah, Cet. 1

Ahmad bin Hanbal Abu Abdullah as-Syaibani, Musnad Ahmad bin Hanbal, Juz: 6, (Qohirah: Mu’assasah Qurtubah)

al-Naysaburi, Abu al-Husain Muslim bin al-Hujjaj bin Muslim al-Qusyairi. al-Jami’ al-Shahih, Bab: al-Nahyu ‘an ibtida’ Ahl al-Kitab bi al-Salam wa Kayfa Yarudduhum. Daar al-Jil: Beirut

al-Sulamiy, Muhammad bin ‘Isa Abu ‘Isa al-Tirmidhi. al-Jami’ al-Shahih Sunan al-Tirmidzi, Ed: Ahmad Muhammad Syakir, Daar Ihya’ al-Turats al-‘Arabiy: Beirut

al-Syafi’I, Ahmad bin ‘Aliy bin Hajar Abu al-Fadhl al-‘Asqolaniy. 1379. Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhori, Qouluhu wafatu Musa, (Daar al-Ma’rifah, Beirut

Anas, Malik bin. 1425. Muattha’,Juz: 2, Bab: Jizyah Ahli Kitab wa al-Majus, Tahqiq: Muhammad Musthafa al-a’zhami, Muassasah Zayid bin Sulthan Al Nahyan, Cet. 1

Hikmat bin Basyir bin yasin, Samahatu al-Islam fi at-Ta’amul ma’a Ghair al-Muslimin. Kulliyat al-Qur’an wa ad-Dirasat al-Islamiyah: al-Jami’ah al-Islamiyah, al-Madinah al-Munawwarah

Husaini, Adian. 2005. Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekular-Liberal. Gema Insani Press: Jakarta

Ibn HisyaM. 1375. al sirah al nabawiyyah, Tahqiq: Musthafa al saqa’, Mesir :Maktabah wa matba’ah Musthafa al-babi al-halabi, cet.2

Ibrahim, Abu Yusuf Ya’qub bin. 1405. Kitab al-Kharraj, Tahqiq. Dr. Ihsan ‘Abbas, (Daar Syuruq, Cet. 1

Muhammad bin Ismail Abu ‘Abdillah al-Bukhori al-Ja’fiy. 1987. al-Jami’ al-Shahih al-Mukhtashar, Bab: Wafati Musa wa Dzikrihi Ba’ad, Ed: Musthofa Dyib. Daar Ibn Katsir, Beirut, Cet. 3

Thoha, Anis Malik, 2007. Tren Pluralisme Agama; Tinjauan Kritis, Jakarta: Perspektif; Kelompok Gema Insani




DOI: http://dx.doi.org/10.30821/moderateel-siyas.v1i1.11051

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Muhammad Jailani, Maranaik Hasibuan