Implementation of the Role of BPN in the Conversion of Cultivated Land of Indigenous Law Communities from the Perspective of Land Law

Winda Hasna Mulya

Abstract


The conversion of land cultivated by indigenous legal communities has become an increasingly complex agrarian issue in Indonesia amid the expansion of development and investment. For indigenous communities, land is not merely an economic asset but also carries social, cultural, and spiritual values as part of their collective identity. This study explicitly aims to analyze the implementation of the role of the National Land Agency (Badan Pertanahan Nasional/BPN) in land conversion involving indigenous legal communities and to assess its legal responsibility in providing legal certainty and protection of land rights from a land law perspective. This research is significant because previous studies have mainly focused on agrarian conflicts or normative recognition of customary land rights, while limited attention has been given to examining BPN’s institutional role in the practical implementation of land conversion affecting indigenous communities. This study employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and case approaches, particularly analyzing Supreme Court Decision No. 3380 K/Pdt/2020, supported by primary and secondary legal materials. The analysis is conducted qualitatively using deductive legal reasoning. The findings reveal that BPN’s role remains predominantly administrative and has not yet optimally fulfilled its protective function toward indigenous land rights. Therefore, strengthening BPN’s substantive and participatory role is essential to ensure that land conversion policies align with the principles of agrarian justice.


Keywords


BPN, land conversion, indigenous law communities, hak ulayat, Land law.

Full Text:

PDF

References


Ali, A., Junus, N., & Elfikri, N. F. (2025). "Peran Badan Pertanahan Nasional dalam Penyelesaian Tumpang Tindih Penguasaan Kepemilikan Tanah di Kecamatan Bulango Utara, Desa Tuloa, Kabupaten Bone Bolango". Jurnal Pustaka Cendekia Hukum Dan Ilmu Sosial, Vol. 3. No. 1.

Anastasia, S., Nurohman, R., Zaidan, D. T. N., & Mubarok, A. (2024). "Implikasi Hukum Agraria Terhadap Konflik Pertanahan Indonesia". Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, Vol. 4. No. 2.

Avivah, L. N., Sutaryono, S., & Andari, D. W. T. (2022). "Pentingnya Pendaftaran Tanah Untuk Pertama Kali Dalam Rangka Perlindungan Hukum Kepemilikan Sertifikat Tanah". Tunas Agraria, Vol. 5. No. 3.

Bramantyo, R. Y., & Setiono, G. C. (2022). "Implementasi Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 18B Ayat 2 tentang pengakuan negara terhadap norma adat dalam perspektif religius dan ritualis masyarakat Dusun Temboro Kecamatan Wates Kabupaten Kediri". Transparansi Hukum.

Firdaus, H. S., & Bashit, N. (2023). "Analisis Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (P4T) Pada Tanah Garapan dan Tanah Timbul di Kabupaten Bekasi Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Desa Hurip Jaya, Kecamatan Bebelan)". Jurnal Geodesi Undip, Vol. 12. No. 2.

Hamid, A. R., & Suryana, A. (2024). "Dinamika Konversi Hak Atas Tanah Ulayat (Studi Kasus Tanah Ulayat Di Bali)". Jurnal Kolaboratif Sains, Vol. 7. No. 12.

Heriyanti, H., Rajagukguk, S. N., Sitinjak, S., & Pakpahan, E. F. (2023). "Tinjauan Hukum Terhadap Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional (PERMEN ATR/BPN) Nomor 1 Tahun 2021 Dan Pasal 19 Ayat 2 UUPA". JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL, Vol. 2. No. 4.

Junita, R., Lahae, K., & Hasrul, M. (2021). "Pengakuan Hak Ulayat terhadap Hak Atas Tanah yang dikuasai Masyarakat Long Isun serta Eksistensi Masyarakat Hukum Adat dalam Upaya Pengakuan atas Penguasaan Hutan Adat". JUSTITIA: Jurnal Ilmu Hukum Dan Humaniora, Vol. 8. No. 4.

Krismantoro, D. (2022). "Pengakuan Hak Masyarakat Adat Atas Tanah Ulayat: Analisis Hubungan Antara Hukum Nasional dan Hukum Adat". AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional, Vol. 4. No. 2.

Lubis, I., Siregar, T., Lubis, D. I. S., Adawiyah, R., & Lubis, A. H. (2025). "Integrasi Hukum Adat Dalam Sistem Hukum Agraria Nasional: Tantangan dan Solusi Dalam Pengakuan Hak Ulayat". Tunas Agraria, Vol. 8. No. 2.

Maharani, A. S. A., & Alexander, H. B. (2025). "Konflik Tanah Tahun 2024 Naik 21 Persen, Perkebunan Sawit Mendominasi". Melalui https://www. Kompas. Com/Properti/Read/2025/01/22/120325721/Konflik-Tanah-Tahun-2024-Naik-21-Persen-Perkebunan-Sawit-Mendominasi.

Mahesa, K. H., Setianto, M. J., & Dantes, K. F. (2023). "Perlindungan Hukum Dalam Jual Beli Tanah Di Bawah Tangan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria". Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis, Vol. 3. No. 4.

Manurung, A. H., Manurung, A., Manurung, H., & Manurung, J. S. (2022). Sejahterahkah Masyarakat Toba: PT. TOBA PULP LESTARI Tbk MAU KEMANA? PT. Adler Manurung Press.

Nurwanti, Y. D. (2024). "Pembagian Kepemilikan Tanah Yang Berkeadilan Sosial Berbasis Transendental. Prosiding Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Hukum.

Pecamuya, R. (2025). "Transformasi Tata Kelola Masyarakat Adat: Ketahanan Komunitas dalam Menghadapi MIFEE dan Kebijakan Konservasi di Merauke". Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Vol. 1. No. 4.

Putra, Z. V. A., & Tohari, A. (2025). "Peran Badan Pertanahan Nasional Jawa Timur dalam Menanggapi Aduan Masyarakat Terkait Demo Barisan Nasional Pemuda Madura". Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Vol. 5. No. 4.




DOI: http://dx.doi.org/10.58836/al-qanun.v7i1.27395

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Winda Hasna Mulya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Lisensi Creative Commons

Al-Qanun: Jurnal Kajian Sosial dan Hukum Islam is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.