Implementasi Pengelolaan Ekowisata Berbasis Budaya : Studi Pemberdayaan Masyarakat Desa Ke’te Kesu
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan masyarakat dalam program pengelolaan ekowisata berbasis budaya di desa wisata Ke'te Kesu, Kabupaten Toraja Utara. Fokus penelitian ini adalah tahapan pemberdayaan masyarakat dan faktor - faktor yang mempengaruhinya, seperti faktor pendukung dan faktor penghambat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan naratif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui enam tahapan utama: (1) Tahap persiapan yang meliputi persiapan lapangan dan kegiatan persiapan kelompok; (2) Tahap penilaian berupa proses identifikasi potensi yang dapat dikembangkan oleh masyarakat lokal desa Ke'te Kesu; (3) Tahap perencanaan program alternatif, berupa perumusan kebutuhan masyarakat lokal dan memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat lokal; (4) Tahap pelaksanaan, berupa implementasi rencana program yang telah disepakati; (5) Tahap evaluasi, berupa penilaian apakah kegiatan pemberdayaan telah berjalan sesuai rencana dan membahas kekurangan program. (6) Tahap penghentian, dalam bentuk pemutusan hubungan secara formal dengan masyarakat setempat. Faktor pendukung dalam penelitian ini adalah motivasi masyarakat dan dukungan kebijakan pemerintah, sedangkan faktor penghambatnya adalah sumber daya dan fasilitas serta infrastruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan ekowisata berbasis budaya telah meningkatkan standar hidup ekonomi dan meningkatkan pelestarian situs budaya yang diwarisi dari leluhur masyarakat Toraja. Namun, masalah akan tetap ada dan membutuhkan pihak lain untuk menyelesaikannya. Tingkat partisipasi aktif masyarakat, meskipun pada awalnya terdapat perbedaan pendapat, sangatlah penting.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Dwidjowijoto. (2007). Pemberdayaan Masyarakat Oleh PT Nestle Indonesia Melalui Kelompok Sapi Perah Budi Luhur. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 19(2), 109. https://doi.org/10.7454/jurnalkessos.v19i2.169
Friedmen, & Tosun. (2021). Tahap Pemberdayaan Kampung Wisata Berbasis Potensi Dan Kearifan Lokal Jurnal. Jurnal Analisa Sosiologi, 10(1), 232–242.
Kartika, D., Utomo, S., & Pulungan, A. R. (2023). Ekowisata Mangrove dalam Pariwisata Berkelanjutan di Sumatera Utara Abstrak. Masyarakat Pariwisata: Journal of Community Services in Tourism, 4(2016), 46–60. https://doi.org/10.34013/mp.v4i2.1393
Mayun Susandhika, I. G. N. (2020). Globalisasi dan Perubahan Budaya: Perspektif Teori Kebudayaan Modern. Jurnal Ilmiah Cakrawarti, 1(2), 1–6. https://doi.org/10.47532/jic.v1i2.10
Pakpahan, Arthawati, Mevlanillah, Zuraidah, & Endah. (2023). Konsep Pemberdayaan Masyarakat (S. M. K. Hidayanti Rahmi (ed.); 1st ed.). CV HEI PUBLISHING INDONESIA Nomor IKAPI 043/SBA/2023.
DOI: http://dx.doi.org/10.37064/jpm.v14i1.29366
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 juni anti sinusi, Ridwan Said Said, Sri Wahyuni Wahyuni, Muhammad Ali Salman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
