Bunuh Diri Sosiopathik Sebuah Fenomena Sosial Keagamaan Hingga Sosial Ekonomi (Studi Kasus Di Desa Wonorejo, Srengat, Blitar)

Fitrianatsany Fitrianatsany

Abstract


Hal yang menarik dalam penelitian ini adalah adanya tindak bunuh diri karena masalah keturunan disamping masalah ekonomi. Bunuh diri yang biasa erat dikabarkan dengan isu ekonomi, sosial dan juga fenomena-fenomena mistis didalamnya seperti pulung gantung/pulung tambang ataupun banas pati beralih menjadi isu psikologis bila dikaitkan dengan masalah keturunan atau dalam ilmu psikologi disebut sebagai fenomena sosiopathik. Bunuh diri yang disebabkan oleh masalah keturunan ini merupakan sebuah bentuk penyimpangan yang dilakukan individu sebagai jalan keluar dari penyelesaian masalah yang sedang dihadapi dan menjadi contoh serta ditiru oleh individu lain ketika sedang mendapat masalah yang terekam oleh peristiwa dan waktu.

Dari penelitian ini diketahui bahwa adanya fenomena bunuh diri ini dikarenakan faktor keturunan. Penyebab dari adanya bunuh diri tersebut dikArenakan adanya penyimpangan individu yang disebut sosiopathik yakni hasil proses dari individuasi dan differensiasi.  Kurangnya ketaatan kepada sang pencipta dan kurangnya interaksi sosial dengan masyarakat membuat fenomena bunuh diri karena keturunan ini terus menerus terjadi. Kurangnya interaksi, kepekaan, perhatian dan juga kepedualian sesama individu  dan juga keluarga maupun masyarakat kepada individu yang sedang depresi menjadi penyebab utama terjadinya bunuh diri.

Penelitian ini dilakukan di Desa Wonorejo, Srengat, Blitar, Jawa Timur dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya, teori yang digunakan yaitu teori sosiologi agama dari Durkheim tentang bunuh diri dan Weber tentang motif sosial tindakan individu. Dalam hal ini, agama memiliki hubungan yang baik dengan tindak sosial individu di masyarakat. Selain itu, agama juga berfungsi sebagai motif sosial seseorang dalam melakukan sebuah interaksi. Adanya bekal agama pada individu dapat membuat individu tersebut membedakan tindakan yang baik dan juga dosa yang menyebabkan penyimpangan seperti bunuh diri.

Kata Kunci: Bunuh Diri, Sosiopathik, Keturunan


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Ahmadi, Abu. Psikologi Sosial. Jakarta: PT. Rineka Cipta. 2002.

Andari, S. 2017. The Suicide Phenomenon in the Gunungkidul Regency. Sosio Konsepsia, 7(1), 92–107. https://ejournal.kemsos.go.id/index.php/SosioKonsepsia/article/view/1141/640

Anggriany, N. 2006. Motif Sosial dan Kebermaknaan Hidup Remaja Pagaralam. Psikologika : Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 11(21). https://doi.org/10.20885/psikologika.vol11.iss21.art5

Asy’arie, Musa. Dialektika Agama Untuk Pembebasan Spiritual. Yogyakarta: LESFI. 2002.

Asyari, S. Imam. Patologi Sosial. Surabaya: Usaha Nasional.

Berger, Peter L. Dalam Doyle Paul Johnson. Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Jakarta: PT. Gramedia.1994.

Corr, C. A., & Corr, D. M. 2012. Death & Dying, Life & Living. https://books.google.com/books?id=Xb0JAAAAQBAJ&pgis=1

Darmaningtyas. Pulung Gantung,Menyingkap Tragedi Bunuh Diri di Gunung Kidul. Yogyakarta: Salwa Press. 2002.

Dewi, K. S. 2012. Buku ajar kesehatan mental. In UPT UNDIP Press Semarang. http://eprints.undip.ac.id/38840/1/KESEHATAN_MENTAL.pdf

Faiz, Abd Aziz. Klebun dan Dukun (Tradisi Politik Pada Masyarakat Madura di Desa Tampojung Tengah Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan). Skripsi Fakultas Ushuluddin, Studi Agama dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta. 2011.

Herbert Hendin, M. D. 1963. hendin1963.pdf. The Journal Nervous and Mental Disease, 3, 136.

Ismianto, Agung. “Tren Bunuh Diri Meningkat Di Gunungkidul” dalam Trbun Jogja. 18 Oktober 2011.

Kartono, Kartini. Hygiene Mental. Bandung: Mandar Maju. 2000.

Kartono, Kartini. Patologi Sosial. Jakarta: Rajawali.1988.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Situasi dan Pencegahan Bunuh Diri. In Pusat Data dan Informasi (pp. 1–10).

Mahmudah, Siti. Psikologi Sosial: Teori dan Model Penelitian. Malang: UIN Maliki Press. 2011.

Moleong, Roy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Reaja Karya. 2007.

Mukarromah, L., & Nuqul, F. L. 2014. Dinamika Psikologis pada Pelaku Percobaan Bunuh Diri. Psikoislamika : Jurnal Psikologi Dan Psikologi Islam, 11(2). https://doi.org/10.18860/psi.v11i2.6387

Mulyani, A. A., & Eridiana, W. 2019. Faktor-Faktor Yang Melatarbelakangi Fenomena Bunuh Diri Di Gunungkidul. Sosietas, 8(2), 510–516. https://doi.org/10.17509/sosietas.v8i2.14593

Nawawi, Hadari. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gama University Press. 2001.

Ratih, A., & Tobing, D. 2020. Konsep Diri Pada Pelaku Percobaan Bunuh Diri Pria Usia Dewasa Muda Di Bali. Jurnal Psikologi Udayana, 56–70.

Ritzer,George dan Douglas J. Goodman. Teori Sosiologi. Yogyakarta: Kreasi Wacana. 2008.

Roy. “Gagal Jadi Satpam, Gantung Diri” dalam Kedaulatan Rakyat. 6 Januari 2012.

Santoso, Imam Budi dan Wage Daksinarga. Kisah-kisah Bunuh diri di Gunung Kidul. Yogyakarta: Jalasutra. 2003.

Santoso, Salmet. Teori-teori Psikologi Sosial. Bandung: Refika Aditama. 2010.

Sarwono, Sarlito W. Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba. 2009

Soehadha, Moh. Metodologi Penelitian Sosiologi Agama (Kualitatif). Yogyakarta: Bidang Akademik. 2008.

Suk. “Gagal Nikahi Gadis, Gantung Diri” dalam Kedaulatan Rakyat. 5 November 2011.

Valentina, T. D., & Helmi, A. F. 2016. Ketidakberdayaan dan Perilaku Bunuh Diri: Meta-Analisis. Buletin Psikologi, 24(2), 123–135. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.18175

Widiandari, Dewa Ayu Sukmaning. 2005. Fenomena Bunuh Diri Pada Yulianto. Skripsi Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Widodo,Ahmad. Peran Ulama dalam Penanggulangan Kasus Bunuh Diri (Pulung Gantung) Di Desa Ngoro-oro Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul. Skripsi Fakultas Ushuluddin Studi Agama dan pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. 2009.




DOI: http://dx.doi.org/10.30829/jisa.v5i2.11828

Copyright (c) 2022 Fitrianatsany Fitrianatsany

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by