Between Theology and Poverty in the Malay Community in Deli Serdang

Ning Ratna Sinta Dewi

Sari


The background of this writing departs from the Malays' life, who always identified with poverty, ignorance, and backwardness. Yet history has noted that the value of the Malay tribe in Indonesia. The gentle language, the customs are majestic and coupled with the use of Malay Arabic script in every educational institution in several regions in Indonesia. This makes the Malay people as the pride of the Indonesian nation. In contrast to the current situation, the Malay people live in poverty and stay away from the city's civilization. Coastal is the residential area of the Malay tribes in North Sumatra, especially the Malay tribe in Deli Serdang Regency. This location is a place of research because it is a coastal region where the majority of the population is ethnic Malay. The purpose of this study is to find out how the understanding of the Malay community on the issue of poverty and the correlation of theology.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Buku dan Artikel

Bashri, Yanto, Mau Ke Mana Pembangunan Ekonomi Indonesia, Prisma Pemikiran Prof. Dr. Dorodjatun Kuntjoro Jati, Jakarta: Prenada, 2003.

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemah, Jakarta: Depertemen Agama, 2005.

Departemen Agama RI, Tafsir al-Qur’an Tematik: Al-Qur’an dan Pemberdayaan Kaum Dhuafa, Jakarta: Aku Bisa, 2012.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, 6, Jakarta: Balai Pustaka, 1989.

Fāris, Ibn, Mu‘jam Maqāyis Lughah (tt: tp, tt.).

Harahap, Syahrin dan Hasan Bakti Nasution, “Aqidah: Denyut Nadi Keberagamaan dan Kehidupan”, Syahrin Harahap, ed., Ensiklopedi Aqidah Islam, Jakarta: Prenada Media, 2003.

Harahap, Syahrin, Jalan Islam Menuju Muslim Paripurna, cet. 1, Jakarta: Kencana, 2016.

Ismail, Asep Usman, al-Qur’an dan Kesejahteraan Sosial, Tanggerang: Lentera hati, 2012.

Lane, Edward William, Arabic-English Lexicon, Cambridge, England: The Islamic Society Trust, 1984.

Muafi, Pengaruh Motivasi Spiritual Karyawan terhadap Kinerja Religius: Studi Empiris di Kawasan Industri Rungkut Surabaya (Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas pembangunan Nasional. 2003).

Muzzakir, “Relevansi Ajaran Tasawuf Pada Masa Modern”, Jurnal Miqat, 35 (1), 2011.

Al-Naysaburī, Muslīm bin Ḥajjāj Abū al-Ḥasan al-Qusyayrī, Ṣaḥīḥ Muslīm, Kairo: Maktabah Syamilah, tt..

Perpustakaan Nasional, Sekitar Kemiskinan dan Keadilan, Jakarta: UI-Press, 1987.

Qardhawi, Yusuf, Kiat Islam Mengentaskan Kemiskinan, Jakarta: Gema Insani, 1995.

Rasyd, Sudrajat, Kewirausahaan Santri: Bimbingan Santri Mandiri, Jakarta: Citayudha, 2005.

Rumadi, Renungan Santri dari Jihad hingga Kritik Wacana Agama, Jakarta: Erlangga, 2006.

Serraden, Michael, Aset Untuk Orang Miskin: Perspektif Baru Usaha Pengentasan Kemiskinan, terjemah Sirajuddin Abbas, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.

Taufiq, Muhammad Izzuddin, Panduan Lengkap dan Praktis Psikologis Islam, Jakarta: Gema Insani, 2006.

Wawancara

Wawancara dengan Bapak Hendrik, pada tanggal 12 Agustus 2017.

Wawancara dengan Bapak Ichwan Azhari, dosen Ilmu Sejarah dan Budaya Universitas Negeri Medan, pada tanggal 8 Agustus 2017.

Wawancara dengan Bapak Muhammad Takari, beliau selain sebagai sekretaris MABMI, juga dosen di fakultas ilmu budaya Universitas Sumatera Utara.

Wawancara dengan Bapak Syaifuddin, pada tanggal 21 Mei 2017.

Wawancara dengan ibu Marni warga Desa Percut Dusun XVII, pada tanggal 18 Januari 2017.

Wawancara dengan Kepala Desa Percut, Bapak Chairil Anwar, S.pd. Pada tanggal 16 Januari 2017.

Wawancara dengan Sekretaris MABMI Bapak Khairuddin Sah, pada tanggal 27 Februari 2017.




DOI: http://dx.doi.org/10.51900/lubb.v1i2.7882

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##