Peran Lingkungan Fisik dan Risiko Terjadinya Infeksi Tuberculosis pada Masyarakat Pesisir di Desa Negeri Lima

Damayanti Sima Sima Sohilauw, Lesly Latumanuwy, Muhamad Natsir Ely

Abstract


Tuberculosis (TB) remains a major public health problem in coastal communities, where dense settlements and suboptimal housing conditions may facilitate transmission. This study aimed to examine the relationship between indoor temperature, natural lighting, and residential crowding and the risk of tuberculosis infection in a coastal population in Negeri Lima Village, Central Maluku, Indonesia. A cross-sectional analytic design was employed involving 50 households selected through random sampling. Indoor temperature was measured using a room thermometer, natural lighting with a lux meter, and residential crowding based on occupant-to-floor-area ratios, all referenced to national and WHO healthy housing standards. TB infection risk was assessed using a structured and validated household TB risk questionnaire. Data were analyzed using Pearson correlation tests with a significance level of 0.05. The results indicated that indoor temperature (r = 0.153; p > 0.05), natural lighting (r = −0.087; p > 0.05), and residential crowding (r = 0.122; p > 0.05) were not significantly associated with TB infection risk. However, the negative direction of the correlation for natural lighting suggests a potential protective tendency, although statistically weak. In conclusion, the physical housing factors examined were not significant determinants of TB risk in this coastal setting. This study contributes contextual evidence that, in relatively homogeneous coastal settlements, TB prevention strategies should prioritize ventilation quality and behavioral risk factors rather than relying solely on basic physical housing indicators

Keywords


Suhu, Pencahayaan Alami, Kepadatan Hunian, Tuberkulosi, masyarakat pesisir

Full Text:

PDF

References


Ambar Rahayu, O. N. F. D. (2022). Faktor Risiko Mycobacterium tuberculosis, Kepadatan Hunian dan Kualitas Fisik Rumah Penderita TB Paru. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 13(2)

Astuti, D., & Putri, M. (2021). Hubungan ventilasi dan pencahayaan dengan kejadian tuberkulosis paru. Jurnal Kesehatan Tambusai, 2(3), 115-123.

Derny, V., Murwanto, B., & Helmy, H. (2022). Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bukit Kemuning. Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 17(1).

Fitriani, H. U. (2020). The differences of ventilation quality, natural lighting and house wall conditions to pulmonary tuberculosis incidence in the working area of Sidomulyo Health Center, Kediri Regency. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(1), 39-47. https://doi.org/10.20473/jkl.v12i1.2020.39-47

Helmy, H., Murwanto, B., & Derny, V. (2019). Pengaruh ventilasi dan kelembapan rumah terhadap kejadian TB paru. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(1), 45-52.

Hidayatullah, A. F., Navianti, D., & Damanik, H. D. L. (2021). Kondisi Fisik Rumah Penduduk Terhadap Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Palembang. Jurnal Sanitasi Lingkungan, 1(2).

Jannah, R. Z., Azizah, R., Jalaludin, J. B., & Sulistyorini, L. (2023). Meta-analysis study: Environmental risk factors of tuberculosis (TB). Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(2), 84-91. https://doi.org/10.20473/jkl.v15i2.2023.84-91

Kaligis, G. I., Pinontoan, O. R., & Joseph, W. B. S. (2019). Faktor Kondisi Lingkungan Fisik Rumah yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Kelurahan Pakowa, Kecamatan Wanea, Kota Manado. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Unsrat, 8(6).

Kemenkes RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Data tuberkulosis anak Indonesia 2024.

Krishna Danuartha, I. B. G., Adriyani, R., & Fitriandini, L. L. (2023). Pengaruh Luas Ventilasi, Kepadatan Hunian, dan Kualitas Udara dalam Ruangan Terhadap Kejadian TB Paru di Surabaya. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2).

Musadah, M., Qomaruddin, M. B., & Widati, S. (2023). Hubungan perilaku dan kondisi lingkungan rumah dengan kasus tuberkulosis. Journal of Telenursing (JOTING), 5(1), 398-404. https://doi.org/10.31539/joting.v5i1.5644

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Novita Sari, M. L., Fikri, A., Murwanto, B., & Yushananta, P. (2022). Analisis Faktor Lingkungan Fisik dan Kejadian Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton, Kota Bandar Lampung. Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 16(3). https://doi.org/10.26630/rj.v16i3.3629

Pratama, D. P., Julyani, S., Rasfayanah, R., Hermiaty, N., & Anggita, D. (2024). Hubungan Lingkungan Fisik Rumah dan Perilaku Kesehatan terhadap Kejadian TB Paru: Studi Kasus di Kecamatan Mamasa, Sulawesi Barat. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(1). https://doi.org/10.31004/jkt.v5i1.26055

Sari D., Windusari Y., Hasyim H. (2024). Faktor risiko kondisi fisik rumah yang mendukung kejadian tuberkulosis paru di Indonesia. Ranah Research. Vol 6 No.6. https://doi.org/10.38035/rrj.v6i6.1154

Sari, R. P., & Manurung, T. (2020). Hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian TB paru pada masyarakat pesisir. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(4), 210-218.

Razak, R., Fakhriyatiningrum, F., Rahmadina, F., & Santiyah, S. (2025). Faktor Kondisi Fisik Lingkungan Rumah Terhadap Kasus Tuberkulosis di Indonesia: Systematic Review. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 17(1), 130-142. https://doi.org/10.37012/jik.v17i1.2632

Saleh, M. F., Ikhtiar, M., & Syam, N. (2025). Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Segeri, Kabupaten Pangkep. Window of Public Health Journal, 5(6). https://doi.org/10.33096/woph.v5i6.2050

Sari, R. P., & Manurung, T. (2020). Hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian TB paru pada masyarakat pesisir. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(4), 210-218.

Siregar, A. F. (2023). Hubungan Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian TB Paru: Literatur Review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4). https://doi.org/10.31004/jkt.v4i4.15783

Syamsuddin, S., Ahmad, H., Sahani, W., Lestari, I. D., & Askar, M. (2020). The relationship between housing condition and pulmonary tuberculosis disease in Baraya Village, Bontoala, Makassar, Indonesia. Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology, 14(4), 3517-3523. https://doi.org/10.37506/ijfmt.v14i4.12172

Syahrul Fariani et al., (2025). Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) Pada Anak Usia Kurang dari 14 Tahun. Jurnal Berkala Epidemiologi Volume 13 No.3.

Ulva, F., & Hikmi, N. (2025). Environmental risk factor analysis of pulmonary tuberculosis. Indonesian Journal of Community Health Nursing, 10(1). https://doi.org/10.20473/ijchn.v10i1.48993

Wulandari, F., & Yusuf, M. (2020). Faktor lingkungan fisik rumah dan kejadian tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Siko. Jurnal e-Biomedik (eBm), 8(2), 1-8.

World Health Organization. (2022). WHO consolidated guidelines on tuberculosis. WHO.

World Health Organization. (2024). Global Tuberculosis Report 2024. WHO.

World Health Organization. (2024). Inclusion for every child: reaching every child affected by tuberculosis.

Zahratul Jannah, R., Azizah, R., & Lestari, K. S. (2023). Meta-analysis study: environmental risk factors of tuberculosis (TB). Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(2).




DOI: http://dx.doi.org/10.30829/jumantik.v10i2.26997

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Damayanti Sima Sima Sohilauw, Lesly Latumanuwy, Muhamad Natsir Ely

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.