URGENSI METODOLOGI TAKHRIJ HADIS DALAM STUDI KEISLAMAN

Askolan Lubis

Abstract


Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan sumber asli dari suatu hadis, menjelaskan sanad dan menerangkan nilai hadis merupakan cakupan yang dibahas dalam takhrij hadis. Ilmu ini sangat penting bagi seseorang yang selalu mengutip hadis Nabi sebagai dasar argumentasi, karena dengan ilmu ini seseorang bisa mengetahui keabsahan suatu hadis. Dan dengan ilmu ini pula seseorang dapat mengetahui secara mendalam tentang seluk beluk kitab-kitab hadis dengan berbagai sistem penyusunan dan penulisannya.

Full Text:

PDF

References


Ahmad bin Hanbal, Al-Musnad, Beirut: Dar al-Ma’arif, 1954

Al-Adlibi, Salah al-Din, Manhaj Naqd al-Matan ‘Inda Ulama’ al-Hadis al-Nabawi, Beirut: Dar al-Afaq, 1983

Al-‘Asqolani, Ibn Hajar, Nuzhat al-Nazar: Syarh Matan Nukhbat al-Fikar, Bukittinggi, Port de Coek: al-Islamiyah, 1938

Al-Suyuti, al-Imam Jalaluddin, Al-Jami’ al-Sagir fi Ahadis al-Basyir al-Nazir, Mesir: Dar al-Qalam, 1966

Hasbi Ash Shiddieqy, Sejarah Perkembangan Hadis, Jakarta: Bulan Bintang, 1973

Qasimi, Muhammad Jamaluddin, Qawaid al-Tahdis, Cairo: Isa al-Baby al-Halabi, 1961

Subhi al-Salih, ‘Ulum al Hadis wa Mustalahuhu, Beirut: Dar al-‘Ilmi li al-Malayin, 1977

Syuhudi Ismail, Metodologi Penelitian Hadis Nabi, Jakarta: Bulan Bintang, 1992

Tahhan, Mahmud, Usul al-Takhrij wa Dirosah al-Asanid, Madinah: Dar al-Kutub al-Salafi, 1978

Wensinck, A.J. Al-Mu’jam al-Mufahras li Alfaz al-Hadis al-Nabawi, Leiden: E.J. Brill, 1936-1989

-------------------, Miftah Kunuz al-Sunnah, Lahore: Suhail Academy, tt.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Diindeks oleh: