FENOMENA WAITHOOD DAN PERGESERAN NILAI PERNIKAHAN: STUDI SOSIAL MASYARAKAT PERKOTAAN YOGYAKARTA
Abstract
The phenomenon of waithood or delayed marriage has become a new social trend among urban youth, including in Yogyakarta City. This article examines the factors contributing to waithood and how this phenomenon reflects a shift in marriage values within Yogyakarta’s urban society. The study employs a qualitative-descriptive approach using phenomenological methods and James S. Coleman’s Rational Choice Theory. Data were collected through interviews with 50 respondents aged 23–35 years who have not yet married. The findings reveal five main reasons for delaying marriage in Yogyakarta: economic instability, focus on education and career, fear of commitment, difficulty finding a compatible partner, and the influence of social media. Analysis based on Coleman’s theory shows that individuals, as social actors, seek to maximize benefits by postponing marriage until they reach ideal financial and emotional conditions. These collective decisions form a new social pattern that indicates a shift in the perception of marriage from a moral obligation to a rational life choice. Therefore, adaptive responses from family, state, and religious institutions are necessary to develop social policies that are more contextual and responsive to the realities of Yogyakarta’s urban youth today.
Keywords: Waithood, Youth, Value Shift.
Full Text:
PDF (Indonesian)References
Adhani, A. F., & Aripudin, A. (2024). Perspektif Generasi Z di Platform X terhadap penurunan angka pernikahan di Indonesia. Jurnal Komunikasi Islam (J-KIs) I, 5(1), 186. https://doi.org/10.53429/j-kis.v5i1.1001
Afrilian, A. (2024). The perspective of gender and Islamic law on waithood phenomenon in the millennial generation. Studi Multidisipliner, 11(1), 71. DOI:10.24952/multidisipliner.v11i1.10736
Andika, Yani, A., Yunus, E. M., Nisa, M. K., Halim, A., & Tuhri, M. (2021). Fenomena waithood di Indonesia: Sebuah studi integrasi antara nilai-nilai keislaman dan sosial kemanusiaan. Jurnal Riset Agama, 1(3), 765–774. https://doi.org/10.15575/jra.v1i3.15090
Ariyanto, B., Handayani, B. (2024). Pengantar Studi Fenomenologi. Balikpapan: Borneo Novelty Publishing.
Aripin, I. T., & Bandanizi, M. R. (2024). Pengaruh konflik rumah tangga terhadap kesehatan mental anak dalam perspektif hukum keluarga Islam. Ahwaluna: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 5(1). https://doi.org/10.70143/ahwalunajurnalhukumkeluargaislam.v5i1.374
Asmita, Sri, dan Fathimah, E. (2024) “Resesi Seks: Antara Kebebasan Individu dan Hukum Islam”, FiTUA: Jurnal Studi Islam, 5(1), 19. https://doi.org/10.47625/fitua.v5i1.553
Asokawati, D., & Utama, Z. A. (2024). Problematika waithood sebagai upaya kontrol sosial terhadap persoalan perkawinan dalam menekan angka kemiskinan. Judge: Jurnal Hukum, 5(2), 320. https://doi.org/10.54209/judge.v5i02.620
Azzam, A., Jasmine, L., & Wati, R. R. (2024). Marital economics: Relationship between inflation and age of first marriage among Indonesian youth. Jurnal Keluarga Berencana, 9(1), 38–50. https://doi.org/10.37306/mqsp4y26
Azhari, F. (2016). Dinamika perubahan sosial dan hukum Islam. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, 16(1), 197. http://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/6814
A’yuni, F. Q. (2021). Perspektif Rational Choice Theory terhadap motivasi siswa dalam preferensi materi IPS di MAN 1 Banyuwangi (Skripsi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang). http://etheses.uin-malang.ac.id/28466/1/17130071.pdf
Badan Pusat Statistik Yogyakarta (2025), Nikah dan Cerai Menurut Kabupaten/ Kota (Kejadian) di Provinsi DIY 2024. https://l1nq.com/ywZIN
Badan Pusat Statistik. (2021). Indikator kesejahteraan rakyat 2021 (hlm. 56). Jakarta: Badan PusatStatistik.https://www.bps.go.id/id/publication/2021/11/30/d34268e041d8bec0b25ba344/indikator-kesejahteraan-rakyat-2021.html
Coleman, J. S. (2019). Foundations of social theory. Cambridge, MA: Belknap Press of Harvard University Press.
DP3AP2 DIY. (2025). Ketika angka pernikahan turun: Apakah generasi muda semakin enggan berkomitmen? https://dp3ap2.jogjaprov.go.id/blog/Ketika-Angka-Pernikahan-Turun:-Apakah-Generasi-Muda-Semakin-Enggan Berkomitmenhttps://warta.jogjakota.go.id/detail/index/33060
Fieldo, D., et al. (2025). Fenomena global penurunan angka kelahiran: Penyebab, dampak, dan antisipasi kebijakan di Indonesia. Musytari: Neraca Akuntansi Manajemen, Ekonomi, 18(11), 1. https://doi.org/10.8734/mnmae.v1i2.359
Helaluddin, H. W. (2019). Analisis data kualitatif: Sebuah tinjauan teori & praktik. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.
Herdika, A., Gunawan, I., & E. N. (2018). Transformasi belajar generasi millenial. Malang: Universitas Negeri Malang.
Husna, A. N., Indriani, F. D., Fitriani, D. I., & Khoiriyah, F. (2024). Analisis terhadap fenomena penundaan pernikahan di masa studi (Studi kasus pada mahasiswi Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember). Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2(3), 328. https://doi.org/10.37397/al-usariyah.v2i3.742
Imamah, S., & Julianti, S. (2023). Analisis rational choice theory dalam penipuan jual beli online (Studi kasus: Penipuan tiket konser di media sosial Twitter). Jurnal Anomie, 5(3), 188. https://jom.fisip.budiluhur.ac.id/index.php/anomie/article/view/426/228
Isnaini, N., Aviliani, D., Fitriani, A., Salsabila, M. S., & Islami, I. (2025). Waithood trend: An exploration of marriage readiness in women. In The International Conference on Da’wah & Communication 2024. KnE Social Sciences, 10(14), 839–853. https://doi.org/10.18502/kss.v10i14.19143
Jahwa, Elvina, dkk, Konsep Perkawinan Dalam Hukum Islam dan Hukum Nasional di Indonesia, INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research Volume 4 Nomor 1 Tahun 2024, 1-14. https://j-innovative.org/index.php/Innovative
Khairunnisa, S., & Nurwati, N. (2021). Pengaruh pernikahan pada usia dini terhadap peluang bonus demografi tahun 2030. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS, 3(1). https://doi.org/10.23969/humanitas.v3iI.2821
Munro, J., Parker, L., Rahayuningtyas, D., Fithry, T. S., & Baransano, Y. (2024). Desiring family ties: Marriage, class, and care in the life stories of young, lower-class newlyweds in Indonesia. Ethnos, 1–13. https://doi.org/10.1080/00141844.2024.2404855
Nasution, J. A., et al. (2023). Kematangan emosi perempuan menikah muda: Kematangan emosi. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(1), 427–436. https://doi.org/10.31316/gcouns.v8i01.5009
Nufus, H., & Husen, M. (2021). Perubahan mata pencaharian nelayan dari mencari ikan menjadi pelayan pariwisata. Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial, 7(2), 128. https://doi.org/10.29103/jsds.v1i2.5120
Nurchakiki. (2016). Studi kasus perilaku pelaku kumpul kebo mahasiswa Yogyakarta (Skripsi sarjana, Universitas Negeri Yogyakarta). https://files.core.ac.uk/download/pdf/78032415.pdf
Nurhasnah. (2024). “Hukum Pernikahan dalam Islam: Analisis Perbandingan Konteks Menurut 4 Mazhab,” PJPI: Jurnal Pendidikan Islam Vol: 1, No 2, 1-15. https://doi.org/10.47134/pjpi.v1i2.72
Nurviana, A., & Hendriani, W. (2021). Makna Pernikahan pada Generasi Milenial yang Menunda Pernikahan dan Memutuskan untuk Tidak Menikah. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 1(2), 1037–1045. https://doi.org/10.20473/brpkm.v1i2.27995.
Rafliyanto. (2025). Menimbang moralitas dan rasionalitas: Studi kritis fenomena tren nikah muda dan penundaan perkawinan melalui perspektif maqāṣid al-syarī‘ah dan teori tindakan sosial Max Weber. Jurnal Restorasi Hukum: Pusat Studi dan Konsultasi Hukum, 8(1), 134–166. https://doi.org/10.14421/v16nh673
Rahmawati, D. & Utami, S. (2025). Konstruksi Makna Pernikahan pada Kalangan Muslim Gen Z di Media Sosial: Studi Kasus Penonton Konten “Marriage is Scary” di TikTok. Mukadimah: Jurnal Pendidikan, Sejarag, dan Ilmu-Ilmu Sosial, 9(1), 82-94. https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/mkd/article/view/10405
Raihana, S. N., & Abdullah, H. M. (2024). Analisis sosiokultural penundaan pernikahan pada wanita karier: Studi kasus Kota Depok. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(1), 17–29. https://ojs.daarulhuda.or.id/index.php/Socius/article/view/721
Rejeki, S. (2019). Pilihan rasional petani miskin pada musim paceklik. Jurnal Analisa Sosiologi, 8(2), 194. https://jurnal.uns.ac.id/jas/article/view/32128/27709
Sa’adah, N. H. (2022). Perbedaan gender dalam memilih lembaga pendidikan ditinjau dari teori pilihan rasional James S. Coleman. Yinyang: Jurnal Studi Islam, Gender, dan Anak, 17(2), 232–233. https://doi.org/10.24090/yinyang.v17i2.6677
Shofarina, S. (2022). Makna pernikahan bagi perempuan generasi milenial: Penelitian pada wanita karir lajang yang bekerja pada Divisi Merchant Solution di Wisma BCA Serpong Kota Tangerang (Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung). https://digilib.uinsgd.ac.id/50760/
Syafira, D., & Harianto, S. (2018). Pilihan rasional masyarakat Surabaya dalam menggunakan Suroboyo Bus. Paradigma, 6(3), 7–8. https://l1nq.com/vSzBY
Umasangadji, M. K. (2023). Hukum menunda perkawinan dalam Islam (Studi kasus di Desa Waitina Kecamatan Mangoli Timur Kabupaten Kepulauan Sula). Al-Mizan: Jurnal Kajian Hukum dan Ekonomi, 9(1), 59. https://e-jurnal.staibabussalamsula.ac.id/index.php/al-mizan/article/view/102/87
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Pasal 1 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 1).
Usmi, R. S., Suryani, T. A., & rekan-rekan. (2025). Faktor penyebab wanita menunda pernikahan di Indonesia. TRILOGI: Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora, dan Pendidikan, 6(1), 18–26. https://doi.org/10.33650/trilogi.v6i1.10061
Wulandari, R. (2023). Waithood: Tren penundaan pernikahan pada perempuan di Sulawesi Selatan. Emik: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Sosial, 6(1), 52. https://doi.org/10.46918/emik.v6i1.1712
Zuhdi, S., Yasin, Y., & Astuti, W. (2024). Perilaku waithood dalam pandangan hukum islam. VERITAS: Jurnal Program Pascasarjana Ilmu Hukum, 10(2), 146-163. https://www.jurnal.uia.ac.id/index.php/veritas/article/view/3106/2129.
Zulkifli, Muhammad. (2020). Dinamika sosial di era globalisasi. Jakarta: Rajawali Press.
DOI: http://dx.doi.org/10.30829/jisa.v8i2.26846
Copyright (c) 2026 Qowwim Arfi'atus Salisa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



