Venetie van Java: Reinterpreting Kota Lama Semarang from a Historical and Tourism Perspective (1824–2024)
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Agus, A. P. (2019). Kali Mberok Kota Lama akan dibangun wisata perahu.
Amrillah, M. A., & Wijayati, P. A. (2021). Mendulang Rupiah Di Kawasan Bersejarah Pasca Revitalisasi Kota Lama Semarang Tahun 2017. Journal of Indonesian History, 10(2), 106–116.
ANRI. (1905). Bangunan Menara Pengawas Lalu Lintas Air Kali Semarang Jl. Sleko Tampak Depan. Arsip Nasional Republik Indonesia.
ANRI. (2017a). Ruas Jalan Suprapto Cluster 4 sebelum Revitalisasi. Arsip Nasional Republik Indonesia.
ANRI. (2017b). Ruas Jalan Suprapto Cluster 4 setelah Revitalisasi. Arsip Nasional Republik Indonesia.
Badan Pusat Statistik Kota Semarang. (2024). Jumlah Kunjungan Wisatawan Menurut Jenis Wisatawan di Kota Semarang, 2023.
Brommer, B., Budihardjo, E., Montens, A. B., Setiadi, S., Sidharta, A., & Siswanto, A. (1995). Semarang: Beeld van een stad.
Chawari, M., Novida, A., & Sugeng, R. (2019). Wajah Kota Lama Semarang. Yogyakarta: Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Claver, A. (2014). Dutch commerce and Chinese merchants in Java: Colonial relationships in trade and finance, 1800-1942 (Vol. 291). Brill. https://doi.org/10.1080/00074918.2014.980390
Dewi, P. K., Sudikno, A., & Surjono, S. (2008). Pelestarian Kawasan Eks pusat Kota Kolonial Lama Semarang. Arstektur E-Journal, 1(3), 145–156.
Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Jalur Gula Kembang Peradaban Kota Lama Semarang. Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan.
Firdausyah, A. G., & Dewi, S. P. (2020). Pengaruh Revitalisasi Terhadap Pola Ruang Kota Lama Semarang. Jurnal Riptek, 15(1), 17–27.
Fitriana, M. (2021). Konsep Waterfront Kali Mberok Kota Lama Semarang. Jurnal Arsitektur ARCADE, 5(2), 152–157. https://doi.org/10.31848/arcade.v5i2.697
Gottschalk, L. (2015). Mengerti Sejarah (N. Notosusanto, Ed.). Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Herlina, N. (2020). Metode Sejarah (Februari 2). Bandung: Satya Historika.
KITLV. (1902). Kleine Boom dari Kali Baroe te Semarang. Leiden University Libraries Digital Collections.
KITLV. (1927). KITLV A194 - Sociëteitsbrug te Semarang. Leiden University Libraries Digital Collections.
Kuntowijoyo. (2013). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Nugraha, S. B., Suharini, E., Mukhlas, A. B., Saputro, F. W., Fajri, Z. A., Kinanthi, Y., … Fauzia, H. (2021). Pengaruh Penataan Kawasan Kota Lama Semarang pada Aspek Ekonomi dan Sosial. Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan Dan Profesi Kegeografian, 18(1), 21–29. https://doi.org/10.15294/jg.v18i1.27512
Nurhajarini, D. R., Fibiona, I., & Suwarno. (2019). Kota Pelabuhan Semarang dalam Kuasa Kolonial : Implikasi Sosial Budaya Kebijakan Maritim, Tahun 1800an-1940an. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya.
Pangestuti, Y. K. R., & Ningsih, W. L. (2024). Kenapa Semarang dijuluki Venetie van Java? Kompas.Com.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (2022). Data Jumlah Kunjungan Wisatawan Tahun 2017-2021.
Prabowo, B. N., & Salaj, A. T. (2020). Systemic Approaches in Revitalization of Semarang Old City Heritage Site: From Neglected Area to Tourism Destination. Journal Places and Technologies, 7(38), 322–329. https://doi.org/10.18485/arh_pt.2020.7.ch38
Pradita, D., & Itawan, D. (2023). Sumber Sejarah Visual : Antara Pemosisian Sumber dan Penerapan Kajian Sejarah. 9(2).
Purnamasari, H. R. (2023). Revitalisasi menara Syahbandar semangat menata kawasan Kota Lama. Radio Republik Indonesia.
Raditya, B. (2017). Alih Fungsi Bangunan Tua Untuk Medukung Pariwisata Sejarah (Studi Kasus: Kota Lama Semarang). Cakra Wisata Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 18(2), 48–54.
Rosyid. (2025). Kanal Kalibaru, Saksi Bisu Kejayaan Pelabuhan Semarang Era Kolonial. Lingkar Jateng.
Rubiantoro, E. A. (2018). Kajian Konservasi Bangunan Cagar Budaya pada Koridor Jl. Kepodang Kota Semarang. Riptek, 12(1), 89–96.
Saraswati, R. S., & Purwanto, L. (2022). Jejak Sejarah Trem Kota Semarang 1881-1840. Jurnal Arsitektur Kolaborasi, 2(1), 10–17. https://doi.org/10.54325/kolaborasi.v2i1.17
Sari, I. D. R. (2012). “Kota Lama Semarang” Situs Sejarah Yang Terpinggirkan. Jurnal Berkala Arkeologi, 32(2), 195–208. https://doi.org/10.30883/jba.v32i2.57
Sari, L. D. (2025). Kota Lama Semarang si Little Netherland Jadi Primadona Wisata Jawa Tengah. Metro TV News.
Sari, S. R., Harani, A. R., & Hermin, W. (2017). Pelestarian Dan Pengembangan Kawasan Kota Lama Sebagai Landasan Budaya Kota Semarang. Jurnal Modul, 17(1), 49–55.
Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2018). Pemerintah Anggarkan Rp156 Miliar untuk Penataan Kawasan Wisata Kota Lama Semarang.
Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2019). Jadi Kota Pusaka Berkelanjutan, Penataan Kota Lama Semarang Ditargetkan Rampung April.
Sonaesti, C., & Purwanto, E. (2022). Revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang: Antara Harapan dan Kenyataan. Jurnal Arsitektur Arcade, 6(1), 21–29.
UNESCO. (2015). Semarang Old Town.
Utama, N. J., & Lusianto, J. F. (2019). Jejak Historis dan Peranan Sungai di Kota Semarang Pada Awal Abad 20. Journal of Indonesian History, 8(2), 135–145.
Utomo, N. W. (2023). Jembatan Mberok Semarang, Dua Kali Berganti Nama, Ini Alasannya. Suara Merdeka.
Yasa, R. M. (2023). Menara Syahbandar Sleko.
Zagroba, M., & Gawryluk, D. (2019). Revitalisation of Historic Centres in Small Towns of Warmia - In Search of Creative Spaces. IOP Conference Series, 471(8), 1–10. https://doi.org/10.1088/1757-899X/471/8/082060
DOI: http://dx.doi.org/10.30829/juspi.v10i1.29551
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Alexandro Yehezkiel Desta Simanjuntak, Muzakki Bashori

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam)
Published by Program Studi Sejarah Peradaban Islam
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Email: jurnal.juspi@uinsu.ac.id
JUSPI is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License





