faktor yang berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja di PT. X Tahun 2019

Rizka Widitia, Entianopa Entianopa, Abul Ainin Hapis

Abstract


Keluhan pada sistem muskuloskeletal adalah keluhan pada bagian-bagian otot rangka yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebugaran jasmani, kebiasaan merokok, ukuran tubuh terhadap keluhan muskuloskeletal pada pekerja produksi kering PT.X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 50 orang, sampel dipilih secara total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan chi-square diperoleh nilai P-value = 0,041 (P<0,05) terdapat hubungan kebugaran jasmani terhadap keluhan muskuloskeletal, diperoleh nilai P-value = 1,000 (P>0,05) tidak terdapat hubungan kebiasaan merokok terhadap keluhan muskuloskeletal, diperoleh nilai P-value = 1,000 (P>0,05) tidak terdapat hubungan ukuran tubuh terhadap keluhan muskuloskeletal. Diharapkan kepada pihak perusahaan membuat kebijakan kepada pekerja untuk melakukan kegiatan fisik sebelum melakukan pekerjaan, minum air putih yang cukup pada saat bekerja dan rutin memeriksa kesehatan untuk mengurangi terjadinya keluhan muskuloskeletal pada pekerja.


Full Text:

PDF

References


Adinda, D. (2020). Kebiasaan Makan, Body Image dan Status Gizi Remaja Putri. Jurnal Contagion, 2(1), 39–50.

Anastasya Jessica Gloria, S. (2019). Hubungan Antara Posisi Kerja Duduk Dan Indeks Masa Tubuh Dengan Keluhan Musuloskeletal Pada Karyawan Di Bank Sulutgo Cabang Utama. Kesmas: National Public Health Journal, 8(7), 380–387.

Asri, C. (2019). Hubungan Kesegaran Jasmani Dan Sikap Kerja Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada PengrajinManik Kaca Di Jombang. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 2(1), 106–109. https://doi.org/10.30651/jkm.v4i2.2085

Bobaya, W., Kandou. (2018). Hubungan Antara Status Gizi, Umur Dan Beban Kerja Fisik Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Tenaga Kerja Bongkar Muat Di Pelabuhan Manado. Community Health, 3(1), 1–10.

Cindiyastira, D. (2014). Hubungan Intensitas Getaran Dengan Keluhan Muskuloskeletal Diorders (Msds) Pada Tenaga Kerja Unit Produksi Paving Block Cv.Sumber Galian Makassar. Universitas Hasanuddin.

Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. (2018). Laporan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. Jambi.

Fatimah, P. S. (2020). Konsumsi Buah, Sayur Dan Ikan Berdasarkan Sosio Demografi Masyarakat Pesisir Provinsi Sumatera Utara. Uin Sumatera Utara. Contagion : Scientific Periodical of Public Health and Coastal Health, 2(1), 51–63.

Hasrianti, Y. (2016). Hubungan Postur Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Pekerja Di PT. Maruki Internasional Makassar. Universitas Hasanuddin.

Helmina, D. (2019). Hubungan Umur , Jenis Kelamin , Masa Kerja Dan Kebiasaan Olahraga Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Perawat. Caring Nursing Journal, 3(1), 23–30.

Icsal, M. (2016). Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Muskuloskeletal Disorders (MSDs) Pada Penjahit Wilayah Pasar Panjang Kota Kendari Tahun 2016. Universitas Halu Oleo.

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Hasil Utama Riskesdas 2018. Jakarta. Retrieved from http://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/hasil-riskesdas-2018.pdf

Kim. (2015). Risk Factors of Work Related Upper Extermity Musculoskeletal Disorder in Male Cameramen. Jurnal. Korea: Annalas of Occupational and Environmental Medicine, 1(1), 1–10.

Krisdanto. (2016). Hubungan Faktor Iindividu Dan Faktor Pekerjaan Dengan Keluhan Muskuloskeletal Akibat Kerja (Studi Pada Nelayan Di Desa Puger Wetan Kecamatan Puger Kabupaten Jember). Universitas Jember.

Mallapiang, F. (2016). Penilaian Risiko Ergonomi Postur Kerja Dengan Metode Quick Exposure Checklist ( QEC) Pada Perajin Mebel UD. Pondok Mekar Kelurahan Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar. UIN Alauddin.

Pramana, I. G. P. I. Y. (2015). Hubungan Sikap Kerja Dengan KeluhanMuskuloskeletal Pada Pengrajin Patung Kayu Di Desa Kemenuh, Gianyar Tahun 2015. Universitas Udayana.

Rahman, A. (2017). Analisis Postur Kerja dan Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Beton Sektor Informal di Kelurahan Samata Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Tahun 2017. UIN Alauddin Makasar.

Rende, H., Kaunang W,P, J. dan K. (2015). Hubungan Antara Lama Kerja Dan Posisi Kerja Duduk Dengan Keluhan Musculoskeletal Pada Supir Bus Jurusan Manado-Bitung Di Terminal Paal Dua Manado Tahun 2015.Jurnal Kesmas. Universitas Samratulangi. Universitas Sam Ratulangi.

Rizwany, M. (2020). Hubungan Sikap Kerja Dengan Keluhanmusculoskeletal Disorders Pada Pekerjapengoncek Kelapa Di Desa Sei Apung. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Safitri, A. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Musculoskeletal Disorders (MSDs) di Bagian Finishing Unit Coating PT. Pura Barutama Kudus. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Masyarakat STIKES Cendekia Utama Kudus, 2(5), 11–18.

Tarwaka. (2015). Ergonomi Industri Dasar-dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja (Pertama). Solo: Harapan Press Solo.

Tjahayuningtyas, A. (2019). Faktor Yang Mempengaruhi Keluhan Musculoskeletal Disorders ( MSDs )Pada Pekerja Informal. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 8(1), 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.20473/ijosh.v8i1.2019.1.

Wongkar, A. H., M. (2017). Hubungan Postur Kerja Dengan Keluhan Musculoskeletal Pada Kusir Bendi Di Kota Tomohon. Ikmas, 2(7), 1–10.




DOI: http://dx.doi.org/10.30829/contagion.v2i2.7241

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Rizka Widitia, Entianopa Entianopa, Abul Ainin Hapis

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health by Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.