Prevention of Premarital Sexual Behavior Among Adolescents Through Game-Based Reproductive Health Education: A Study on Youth in Nias, Indonesia

Nurhayati Nurhayati, Rani Suraya, Putra Apriadi Siregar, Bagus Rahmadi, Apriliani Apriliani, Diva Nada Rizki Nuzlan, Putri Safira

Abstract


In a private Islamic senior secondary school serving adolescents in North Nias, reproductive-health education may be more accessible when medically accurate information is presented in a culturally respectful way. The study aimed to examine short-term changes in knowledge, attitudes, and self-reported preventive practices following the educational session. This one-group pretest–posttest evaluation examined changes following counseling, small-group snakes-and-ladders play, and crossword puzzles among 29 purposively selected Islamic Senior high school Lahewa students aged 15–18 years in October 2024. The questionnaire included 10 knowledge, 10 attitude, and 8 reported-practice items. The original analyses used Wilcoxon signed-rank tests for knowledge and practice and a paired-samples t-test for attitude. Knowledge scores rose in 21 students and were unchanged in eight (Z = −4.094, p < 0.001, r|=0.76). Mean attitude scores increased from 36.48 (SD = 7.16) to 44.31 (SD = 4.12), t(28) = −5.728, p < 0.001, with a 95% CI for the mean increase of [5.03,10.63]. Reported-practice scores increased in 25 students, decreased in one, and were unchanged in three (Z = −4.103, p < 0001, r =0.76). Interactive games may facilitate discussion of sensitive subjects, with Islamic principles such as hifz al-nafs and hifz al-nasl offering a compatible ethical perspective. Religious content was not evaluated separately, and conformity and self-efficacy were not measured. The combined session was followed by short-term improvements in questionnaire scores. Without a control group or behavioral follow-up, a reduction in actual premarital sexual activity cannot be inferred.

 

Keywords: Game-Based Learning, Islamic Reproductive Health Education, Maqashid Shariah, Premarital Sexual Behavior, Adolescents

Full Text:

PDF

References


Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.

Amboro, J. L., Arrahman, D. R., & Larasati, S. (2021). Pemberdayaan remaja di era new normal melalui webinar “kupas tuntas pubertas dan reproduksi remaja. 7–8.

Asmin, E., & Kistiana, S. (2021). Faktor pendukung perilaku seksual remaja di provinsi Maluku (analisis data SKAP remaja 2019). Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 24(3), 226–234.

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Englewood Cliffs: Prentice-Hall.

BKKBN. (2019). Modul keluarga-hasil survei kinerja dan akuntabilitas program kkbpk (SKAP) tahun 2019.

Fitriani, S. (2011). Promosi kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Gani, S. W., Zuhkrina, Y., Yolanda, Zulaikha, Amalia, & Andriyani, C. N. (2021). Pemberdayaan kelompok perempuan dan anak untuk kesehatan reproduksi keluarga dikecamatan Montasik kabupaten Aceh besar. Prima: Portal Riset Dan Inovasi Pengabdian Masyarakat, 1(1), 109–114. https://doi.org/10.55047/prima.v1i1.443

Hanifah, S. D., Nurwati, R. N., & Santoso, M. (2022). Seksualitas dan seks bebas remaja. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM), 3(1), 57. https://doi.org/10.24198/jppm.v3i1.40046

Haryadi, D. (n.d.). Melalui komunitas pelajar anti kenakalan. 2–5.

Nugroho, T. (2020). Pendekatan kelompok dalam pembelajaran interaktif. Jurnal Pendidikan Interaktif, 7(1), 45–56.

Nurdianna, F. (2022). Pengaruh pengetahuan dan efikasi diri terhadap tindakan pencegahan perilaku seks pra-nikah pada remaja usia 15-18 tahun di Surabaya. Jurnal Penelitian Kesehatan, 20(4), 13–19. https://doi.org/10.36568/jpk.v20i4.73

Nursalam. (2018). Pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan dalam keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Nursanti, D. P., Kumalasari, E. P., & Fajriah, A. (2023). Pemberdayaan kader bina keluarga remaja (BKR) dalam edukasi parenting style pada orang tua remaja. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) - Aphelion, 5(3), 571–580. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM

Oktarina, J., Marono, H. M., & Purnomo, W. (2017). Pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi oleh sebaya terhadap pengetahuan dan sikap dalam pencegahan seks pranikah di SMAN 1 Sukamara, kabupaten Sukamara, Kalimantan tengah. https://doi.org/10.22435/hsr.v20i1.6180.26-33

Permatasari, R. D., Sulistyawati, H., Mildiana, Y. E., Isro’aini, A., & Setiyaningsih, F. (2024). Optimalisasi peningkatan derajat kesehatan remaja melalui pemberdayaan remaja dengan peer educator di masa pandemi (pada IPNU dan IPPNU kecamatan. https://doi.org/10.55426/pmc.v3i1.254

Purnamasari, I., Chukma, E. F., & Pramudiya, M. R. R. (2022). Komunikasi publik pada PIK remaja sanubari SMA NU 1 Gresik. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS), 1, 468–475. https://proceeding.unesa.ac.id/index.php/sniis/article/download/99/84/319

Rahayu, S. (2020). Efektivitas permainan edukasi dalam promosi kesehatan remaja. Jurnal Promosi Kesehatan, 12(3), 233–241.

Rahmawati, I., & Yulianti, E. (2021). Inovasi penyuluhan kesehatan di daerah terpencil. Jurnal Kesehatan Indonesia, 15(4), 275–289.

Risna, R., Usman, & Rusman, A. D. P. (2020). Pengaruh permainan ular tangga kesehatan reproduksi terhadap sikap remaja dalam upaya pencegahan seks pranikah di SMA negeri 1 parepare. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 3(2), 163–174. https://doi.org/10.31850/makes.v3i2.292

Rosenstock, I. (1974). Historical origins of the health belief model. Health Education Monographs, 2(4), 328–335.

Setiawan, D., & Kusumawati, R. (2019). Pendekatan berbasis budaya dalam edukasi kesehatan reproduksi remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 150–158.

Shakti, R. W., Ramani, A., & Baroya, N. (2022). Hubungan status berpacaran, paparan media, teman sebaya dan peran orang tua dengan perilaku seksual pranikah pada remaja pria di Indonesia (analisis lanjut data SDKI 2017). BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic, 2(1), 22. https://doi.org/10.19184/biograph-i.v2i1.29460

Sitorus, H. (2020). Penyuluhan kesehatan berbasis budaya lokal di wilayah terpencil. Jurnal Budaya dan Kesehatan, 10(1), 50–62.

Stiawati, T. (2021). Penyuluhan pemberdayaan keluarga dalam penanganan kenakalan remaja di kelurahan Bulakan kecamatan Cibeber kota Cilegon ( extension family empowerment in handling juvenile delinquency in Bulakan village , Cibeber subdistrict Cilegon city ). Komunitas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 108–120.

Wahyuni, L. (2019). Efektivitas teka-teki silang sebagai media edukasi kesehatan. Jurnal Kesehatan Remaja, 14(2), 123–134.

Witriyani, W., & Palupi, D. L. (2024). Pengaruh penerapan edukasi kesehatan tentang HIV/AIDS terhadap perilaku pencegahan seks bebas pada remaja. Journal of Language and Health, 5(1), 189–194. https://doi.org/10.37287/jlh.v5i1.3149




DOI: http://dx.doi.org/10.30829/contagion.v8i1.32213

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Nurhayati Nurhayati, Rani Suraya, Putra Apriadi Siregar, Bagus Rahmadi, Apriliani Apriliani, Diva Nada Rizki Nuzlan, Putri Safira

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health by Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.