KEUTAMAAN PRIA SEBAGAI PEMIMPIN

Dedi Masri

Abstract


Pria memiliki kemampuan untuk dijadikan sandaran sebagai orang yang bisa diberi tanggung jawab sebagai kepala keluarga dan kemampuan untuk berani dan mau melangkahkan kaki memenuhi kebutuhan/kewajiban keluarga. Seorang suami wajib memiliki kemampuan tersebut karena jika wanitanya (istri) lebih mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga, dikhawatirkan berkurangnya manjanya wanita (istri) dan hilangnya taat istri kepada suaminya.  Surat An-Nisa ayat 34 telah menekankan bahwa laki-laki harus bisa menjadi pemimpin kaum wanita, karena baik dalam suatu organisasi, wilayah, negara maupun rumah tangga, kepemimpinan merupakan otoritas seorang laki-laki

Keywords


Pria, Kepemimpinan

Full Text:

PDF

References


Athoillah, Anton. (2010). Dasar-Dasar Manajemen. Bandung : Pustaka.

Sinn, Ahmad Ibrahim Abu, (2006) Manajemen Syariah Sebuah Kajian Historis dan Kontemporer, Raja Grafindo Persada: Jakarta .

Suradinata, Ermaya. (1995). Psikologi Kepegawaian dan Peranan Pimpinan Dalam Motivasi Kerja . Ramadan: Bandung.

Kartono, K. (2002). Patologi Sosial Gangguan Jiwa. Jakarta : Raj Grafindo Persada.

Kayo, Khatib Pahlawan. (2005). Kepemimpinan Islam dan Dakwah. Jakarta: AMZAH.

www://muslim.or.id/52497-pemimpin-rumah-tangga-1.html.

www://muslim.or.id/9162-pemimpin-wanita-dalam-tinjauan.html.




DOI: http://dx.doi.org/10.30821/ansiru.v5i2.10100

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 ANSIRU PAI : Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

JURNAL ansiru PAI by Program Master Pendidikan Agama Islam FITK UIN Sumatera Utara Medan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Based on a work at http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/ansiru/index.