Strategi Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Berbasis Participatory Learning and Action (PLA) melalui Pemanfaatan Bonggol Pisang di Kalurahan Imogiri
Abstract
Pemanfaatan bonggol pisang di masyarakat masih relatif rendah karena sebagian besar dianggap sebagai limbah pertanian, padahal memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk pangan bernilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bersemi melalui pemanfaatan bonggol pisang di Kalurahan Imogiri, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode Participatory Learning and Action (PLA). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil identifikasi partisipatif digunakan untuk menyusun faktor internal dan eksternal yang kemudian dianalisis menggunakan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama kelompok terletak pada tingginya partisipasi anggota, motivasi dalam mengembangkan produk inovatif, legalitas kelompok, serta ketersediaan sarana produksi. Kelemahan utamanya meliputi keterbatasan kemampuan pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, teknik dekolorisasi, dan pengemasan produk. Dari sisi eksternal, kelompok didukung oleh ketersediaan bahan baku lokal yang melimpah, potensi pasar oleh-oleh lokal, dukungan pemangku kepentingan, dan kemudahan akses pemasaran digital. Analisis SWOT menunjukkan posisi kelompok berada pada Kuadran III dengan nilai koordinat X = -0,72 dan Y = 1,12 sehingga prioritas strategi yang direkomendasikan adalah strategi Weakness–Opportunity (W–O). Strategi tersebut meliputi peningkatan kemampuan teknis pengolahan dan pengemasan produk, penguatan kapasitas pemasaran berbasis digital, serta penguatan kelembagaan melalui pendampingan berkelanjutan. Integrasi pendekatan analisis PLA dan SWOT menghasilkan strategi pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan kelompok serta berpotensi meningkatkan nilai tambah bonggol pisang dan mengundang usaha berbasis sumber daya lokal.
Keywords
Community Empowerment; Participatory Learning and Action; SWOT; Banana Stems; Women's Farmer Groups
Full Text:
PDF (Indonesian)DOI: http://dx.doi.org/10.37064/jpm.v14i1.29699
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Sakha Fadil Dzikry

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
