Metode Didikan Subuh Sebagai Upaya Penguatan Identitas Keislaman Anak Minoritas Muslim
Abstract
Abstract: The religious knowledge of Muslim minority children in Lae Hole Village, Parbuluan District, Dairi Regency, North Sumatra, remains relatively low within the predominantly Christian community. This study aims to describe the Didikan Subuh (Sunday dawn education) methods applied to Muslim minority children. This research employed a descriptive qualitative approach, with five Didikan Subuh teachers serving as informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation study. The data analysis techniques used were data reduction, data display, and conclusion verification. The findings reveal seven Didikan Subuh methods applied in the program: religious lectures, question and answer sessions, discussions, demonstrations, good teaching, true-or-false games, and reward-and-punishment systems. These methods have been effective in increasing children’s religious knowledge, motivation to study Islam, love for Islam, and strengthening their Islamic identity. The initiative is in line with the aspirations of parents, Muslim community leaders, and the administrators of Nurul Amal Mosque in Lae Hole Village, all of whom provide full support for the Didikan Subuh activities.
Keywords: Dawn Education, Islamic Identity, Muslim Minority Children, Islamic Religious Education, Lae Hole Village
Abstrak: Kondisi pengetahuan agama anak minoritas muslim di desa Lae Hole Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi Sumatra Utara masih tergolong rendah di tengah-tengah masyarakat mayoritas beragama Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan metode Didikan Subuh yang diterapkan terhadap anak anak minoritas muslim. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, informan penelitian terdiri dari lima orang guru Didikan Subuh, alat pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, display data dan verifikasi kesimpulan. Didasarkan pada hasil penelitian ditemukan tujuh metode Didikan Subuh yang diterapkan yaitu ceramah agama, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, pengajaran yang baik, benar apa salah dan memberi hadiah dan hukuman. Dari keseluruhan metode tersebut dapat meningkatkan pengetahuan agama, semangat belajar agama, cinta Islam dan dapat memperkokoh identitas keislaman anak anak minoritas muslim. Sesuai dengan keinginan para orang tua, tokoh-tokoh masyarakat muslim dan pengurus masjid Nurul Amal Desa Lae Hole. Karena itu, mereka mendukung penuh kegiatan Didikan Subuh.
Kata kunci: Didikan Subuh, Identitas Keislaman, Anak Minoritas Muslim, Pendidikan Agama Islam, Desa Lae Hole
Full Text:
PDF (Indonesian)References
Abror, R. H., Sunan, U., & Yogyakarta, K. (2012). Rethinking Muhammadiyah: Masjid, Teologi Dakwah Dan Tauhid Sosial (Perspektif Filsafat Dakwah). Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 6(1), 53–75.
Ali, N. (2017). Religious education among minority Muslim schools in Israel: The condition and overview. Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 125–140. https://doi.org/10.15575/jpi.v3i2.1628
Angkat, M., & Katimin, K. (2021). Acculturation Between Islam with Local Culture in Muslim Minority: The Experience from Pakpak-Dairi, North Sumatra. IBDA` : Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 19(1), 120–140. https://doi.org/10.24090/ibda.v19i1.4119
Arstein-Kerslake, A., Gooding, P., Mercer, S., Raymond, M., & McSherry, B. (2019). Implementing a participatory human rights-based research methodology: The Unfitness to Plead Project. Journal of Human Rights Practice, 11(3), 589–606. https://doi.org/10.1093/jhuman/huz034
Badan Pusat Statistik Pasaman Barat. (2023). Kabupaten pasaman barat dalam angka 2023. Badan Pusat Statistik.
Berutu, J., Amal, B. K., & Hidayat, H. (2022). Resiprositas Dalam Upacara Mengrumbang Pada Masyarakat Etnis Pakpak Di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi. Jurnal Antropologi Sumatera, 19(1). https://doi.org/10.24114/jas.v19i1.30467
Bungin, B. (2014). Penelitian kualitatif: Komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya. Kencana Prenada Media Group.
Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran (4th ed.; Terj. Achmad Fawaid). Pustaka Pelajar.
Farihah, I., & Izzati, A. (2016). Pendidikan kaum minoritas. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 11(1), 69-88. https://doi.org/10.21043/edukasia.v11i1.805
Hasugian, N., Budianti, Y., & Arsyad, J. (2023). Penerapan pendidikan islam dalam masyarakat minoritas muslim di kecamatan sirandorung kabupaten tapanuli tengah. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 1613-1624. https://doi.org/10.30868/ei.v12i02.4846
Lubis, M. A. (2020). Revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat hukum adat Batak Toba dalam melindungi eksistensi Danau Toba di mata dunia (kajian hukum progresif). Jurnal Darma Agung, 27(3), 1234–1244.
Marzuki, M, & Fikri, M. (2020). Minoritas agama di sekolah mayoritas (Studi komparatif relasi antarumat beragama pada sekolah umum di provinsi aceh, bali dan sulawesi Utara). Universitas Islam Negeri AR-Raniry Banda Aceh.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Analisis data kualitatif: Buku sumber tentang metode-metode baru (Terj. Tjetjep Rohindi Rohidi). UI Press.
Mustofa, M. (2020). Strategi Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Berbasis Masjid. Al-Buhuts, 16(1), 33–56. https://doi.org/10.30603/ab.v16i1.1763
Nasir, M. (2015). Kurikulum madrasah: Studi perbandingan madrasah di asia. Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam. 9(2), 146–166. https://doi.org/10.21580/nw.2015.9.2.524
Rahmat, M., Firdaus, E., & Yahya, M. W. (2019). Creating religious tolerance through quran-based learning model for religious education. Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 175–188. https://doi.org/10.15575/jpi.v5i2.6467
Ridwanullah, A. I., & Herdiana, D. (2018). Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Masjid. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 12(1), 82–98. https://doi.org/10.15575/idajhs.v12i1.2396
Sahrul. (2018). Pola akulturasi budaya etnik mandailing dan minangkabau. Perdana Publishing.
Sahrul, & Daulai, A. F. (2024). Sinkretisme Agama Dan Budaya. Perdana Publishing.
Siddik, D. (2010). Inovasi Pemberdayaan Masjid Dalam Pengembangan Pendidikan Islam Di Singapura. Miqot: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 34(1). https://doi.org/https://dx.doi.org/10.30821/miqot.v34i1.189
Siswadi, S., & Syaifuddin, A. (2024). Penelitian tindakan partisipatif metode PAR (Participatory Action Research): Tantangan dan peluang dalam pemberdayaan komunitas. Ummul Qura: Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan, 19(2), 111-125. https://doi.org/10.55352/uq.v19i2.1174
Syahbudin, Z., & Hanafi, M. (2017). The model of learning design based on islamic multicultural education to prevent conflicts of behavior. Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 155–168. https://doi.org/10.15575/jpi.v3i2.1279
Syarifudin, S., Ren, B., & Fitri, F. (2020). Stress-Cultural Democracy Da’wah at the Mosque. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 14(1), 55–76. https://doi.org/10.15575/idajhs.v14i1.7967
Wahyudi, W. E. (2020). Social pedagogy Muslim etnis minoritas (Counter radikalisme Muslim Tionghoa melalui pendidikan Islam). Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 15(1), 119–140. https://doi.org/10.21043/edukasia.v15i1.7360
Wekke, I. S., Ruaidah, F., & Wardi, M. (2018). The growth of learning enthusiasm at the Emeyodere Moslem minority education institution in West Papua. Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 363–387. https://doi.org/10.21580/nw.2018.12.2.2690
DOI: http://dx.doi.org/10.37064/jpm.v14i1.29427
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Afrahul Fadhila Daulai

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
