EKSISTENSI TRADISI ROTO GAJA LUMPAT DALAM MERAJUT HARMONI SOSIAL DI DESA GONTING GAROGA, KECAMATAN GAROGA, KABUPATEN TAPANULI UTARA

Ade Putera Arif Panjaitan, Jekson Karmuba Panjaitan

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi tradisi Roto Gaja Lumpat dalam merajut harmoni sosial di Desa Gonting Garoga, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara. Tradisi Roto Gaja Lumpat masih dapat disaksikan pelaksanaannya hingga masa kini, walau tradisi ini hanya terdapat di daerah Kecamatan Garoga sekitarnya. Tradisi ini dilaksanakan pada adat kematian saur matua seseorang yang berdasarkan ketentuan adat setempat berhak dan wajib dilaksanakan Roto Gajah Lumpat sebelum jenazah dimakamkan. Orang-orang memiliki peran sebagai pembuat dan pelaksana maupun sebagai yang menyaksikan tradisi ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Wawancara mendalam dilakukan dengan mengemukakan pertanyaan deskriptif dan struktural terhadap informan kunci. Sebagai hasil penelitian, tradisi ini hanya diberlakukan terhadap orang tertentu yang status meninggalnya sudah saur matua dan dan dihormati, serta merupakan keturunan penduduk asli yang dahulu membuka perkampungan di desa itu. Apabila ada di antara orang tua marga mereka ada yang meninggal dengan status adat “mate saur matua,” maka akan mengalami perlakuan khusus, terangkum dalam sebuah upacara adat kematian. Orang yang meninggal akan diberangkatkan menggunakan roto gaja lumpat sebagai simbol penghormatan terakhir kepada mendiang. Roto Gaja Lumpat sebagai kendaraan pengantar jenazah ke pemakaman melambangkan/menyerupai seekor gajah yang dianggap sebagai berhikmah dan melambangkan simbol kerajaan bagi orang Batak yang ada di Desa Gonting Garoga. Dalam tradisi tersebut, kematian ditanggapi dengan rasa syukur dan sukacita.

Keywords


Tradisi, Roto Gaja Lumpat, Harmoni Sosial

Full Text:

PDF

References


Firmando, H. B. (2022). Aktualisasi Status Sosial Melalui Upacara Adat Masyarakat Batak Toba di Kawasan Danau Toba. Aceh Anthropological Journal,Volume (6) No (1).

Hamzah, Amir. (2020). Metode Penelitian Etnografi: Kajian Filosofis Teoritis dan Aplikatif Dilengkapi Contoh, Proses, dan Hasil Penelitian Bidang Pendidikan, Sosial Dan Humaniora. Malang: Literasi Nusantara.

Harahap, Desniati. (2016). Implikasi Sistem Kekerabatan Dalihan Na Tolu (Studi pada Keluarga Urban Muslim Batak Angkola di Yogyakarta). Jurnal Religi: Jurnal Studi Agama-agama, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Vol. 12, No. 1.

Jamaludin, Nasrullah Adon. (2015). Sosiologi Pedesaan. Bandung: CV Pustaka Setia.

Koeswinarno. (2015). Memahami Etnografi ala Spradley. Jurnal SMaART Volume 01 (2) 2015. https://docplayer.info/71841788-Memahami-etnografi-ala-spradley.html

Napitupulu, Paiman. (2008): Pedoman Praktis Upacara Adat Batak. Jakarta: Papas Sinar Sinanti.

Sinaga, Richard. (2019). Adat Tu Na Monding Dalihan Natolu. Jakarta: Dian Ulama.

Sinaga, Richard. (2000). Adat Budaya Batak. Jakarta: Dian Utama

Situmorang, Irna Maria dan Bahrul Khair Amal. (2016). Eksistensi Ulos pada Upacara Kematian Sari Matua pada Masyarakat Batak Toba. ANTROPOS: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya Vol. 2 (1) (2016): 76-90

Soekanto, Soerjono. (1982). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.

Spradley, James P. (1997). Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.




DOI: http://dx.doi.org/10.30829/jisa.v6i2.18093

Copyright (c) 2024 Ade Putera Arif Panjaitan, Ade Putera Arif Panjaitan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by