SINKRETISME AGAMA BUDAYA BATAK TOBA DI LUAR ISLAM DI DESA PULAU RAKYAT TUA, KECAMATAN PULAU RAKYAT, KABUPATEN ASAHAN

Widi Remila, Sakti Ritonga, Ismail Ismail

Abstract


Dalam penelitian ini membahas tentang Proses Terjadinya Sinkretisme Dan Bentuk-Bentuk Sinkretisme. Pada umumnya masyarakat di Desa Pulau Rakyat Tua adalah merupakan etnik batak toba, salah satu sub etnik batak. Mayoritas penduduk di Kecamatan Pulau Rakyat Tua beragama Islam. Masyarakatnya juga cukup baik menerima kaum pendatang dari luar etnis. Terbukti di Kecamatan ini terbentuk sebuah masyarakat Islam dan masyarakat Kristen yang hidup bersanding tanpa ada satupun persel isihan dari dulunya yang mempermasalahkan hal-hal seputar agama. Pada zaman kesultanan, orang Batak Toba meninggalkan kampung halamannya dengan berbagai alasan dan tinggal di Sumatera Timur yang diperintah oleh beberapa kesultanan Melayu yang sangat fanatik terhadap Islam. Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan terjadinya akulturasi budaya di Asahan pada masa kerajaan hingga sekarang. Fakta menunjukkan bahwa telah terjadi akulturasi budaya antara budaya Melayu dan Batak Toba di Asahan. Dimana budaya yang kuat adalah budaya melayu dan budaya yang lemah adalah budaya batak yang dibawa oleh para pendatang. Karena tujuan migrasi suku Batak Toba ke Asahan adalah untuk memenuhi kebutuhan ekonominya, maka mereka terpaksa atau tidak terpaksa harus beradaptasi dengan etnis Melayu Asahan. Itulah sebabnya orang Batak mengikuti etnis Melayu, sehingga terjadi pergeseran budaya. Tujuan tulisan ini adalah mengetahui hubungan sosiologis antara sesama batak toba beda keyakinan dan juga terhadap etnik lain di luar Batak Toba Muslim. Metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah metode sejarah, yaitu pengumpulan sumber, Interpretasi dan yang terakhir adalah penulisan. Pada tahap Heuristik, penilis menggunakan metode lapangan. 


Full Text:

PDF

References


H.M . Darori Amin. (2000). Kebudayaan Jawa. Gama Media.

Koentjaraningrat. (1989). Kebudayaan, Mentalitas, Pembangunan. Gramedia.

Madyo Ekosusilo. (2003). Hasil Penelitian Kualitatif Sekolah Unggul Berbasis Nilai: Studi Multi Kasus Di SMAN , SMA Regina, Dan SMA al-Islam 01 Surakarta. UNIVET Bantara Press.

Mailin, M. (2017). Akulturasi Nilai Budaya Melayu Dan Batak Toba Pada Masyarakat Melayu Kota Tanjungbalai Asahan. MIQOT: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 41(1), 155–173.

Pada, A., & Revolusi, E. R. A. (2019). Realitas Keberagaman Budaya Di Tanah Melayu. 405–414.

Praktik Kekerabatan Batak Toba Muslim Sebagai Strategi Pengusaan Tanah Di Asahan. (Sakti Ritonga, Oekan S. Abdullah, 2020).

Rully Indrawan. (2914). Metodologi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif Dan Campuran Untuk Manajemen, Pembangunan Dan Pendidikan. Refika Aditama.

Sumarto, S. (2019). Budaya, Pemahaman dan Penerapannya. Jurnal Literasiologi.

Syaiful Sagala. (2013). Memahami Organisasi Pendidikan: Budaya Dan Reinventing Organisasi Pendidikan. Alfabeta.




DOI: http://dx.doi.org/10.30829/jisa.v6i1.15143

Copyright (c) 2023 Widi Remila, Widi Remila

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by