PRAKTIK SENSING, SEIZING, DAN RECONFIGURING PADA UMKM TAHU GEJROT DI BANDAR LAMPUNG: ANALISIS KUALITATIF TENTANG KAPABILITAS DINAMIS SELAMA PANDEMI COVID-19
Abstract
Pandemi COVID-19 memicu gejolak ekonomi yang signifikan, memaksa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi secara cepat demi bertahan dari gangguan rantai pasok dan penurunan permintaan. Sementara riset yang ada sering berfokus pada digitalisasi di organisasi formal, penelitian ini menganalisis implementasi kapabilitas dinamis sensing, seizing, dan reconfiguring pada pedagang Tahu Gejrot tradisional di Bandar Lampung. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas dinamis di sektor informal dibangun berdasarkan intuisi dan pengalaman, bukan manajemen formal. "Sensing" dilakukan melalui observasi langsung fluktuasi pelanggan; "seizing" melibatkan pengambilan keputusan cepat untuk beralih sektor atau diversifikasi produk; dan "reconfiguring" dicapai dengan menyesuaikan input produksi serta memanfaatkan modal sosial lokal. Studi ini menyimpulkan bahwa resiliensi pada UMKM tradisional bergantung pada sintesis intuisi kognitif dan hubungan interpersonal, menyarankan agar kebijakan pemerintah lebih memprioritaskan pemberdayaan berbasis konteks daripada strategi digitalisasi yang seragam.
Kata Kunci: Kapabilitas Dinamis, Pandemi COVID-19, Sektor Informal, Studi Kualitatif, Tahu Gejrot, UMKM.
Full Text:
PDF (Indonesian)Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 mitra hadiyanti, mochammad wigo fatahilla, mita puspita, vicky F sanjaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





