KONSEP BURUH DALAM ISLAM: Pemikiran H. Yusuf Ahmad Lubis tentang Buruh

Ismed Batubara

Abstract


Abstrak: Artikel ini mengkaji pemikiran H. Yusuf Ahmad Lubis tentang buruh. Studi ini menarik dilakukan mengingat kajian tentang buruh dalam perspektif Islam masih relatif jarang dilakukan. Studi ini merupakan studi kepustakaan. Data dianalisis dengan metode analisis isi. Studi ini menunjukkan bahwa H. Yusuf Ahmad Lubis sebagai seorang ulama menulis sebuah karya mengenai kedudukan buruh dalam Islam. Konsep Islam mengenai buruh memiliki perbedaan dengan konsep komunisme dan kapitalisme. Pemikiran H. Yusuf Ahmad Lubis tentang buruh terdiri atas tiga aspek. Pertama, anjuran bekerja dalam Islam. Kedua, prinsip Islam tentang hubungan buruh (karyawan) dan majikan. Ketiga, tanggung jawab negara terhadap buruh. Setidaknya ketiga aspek tersebut menjadi indikasi pembeda antara konsep Islam dengan konsep ideologi tentang buruh. Inti dari pemikirannya adalah bahwa pekerja/buruh itu adalah teman dan mitra sejajar yang tidak boleh dieksploitasi. Eksploitasi terhadap buruh merupakan bentuk dari perbudakan modern. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian buruh di Indonesia.
 
Kata Kunci: Yusuf Ahmad Lubis, hukum Islam, buruh


Abstract: The Concept of Labor in Islam: H. Yusuf Ahmad Lubis' thoughts on Labor. This article examines H. Yusuf Ahmad Lubis' thought on labor. This study is interesting to do considering that studies on labor in Islamic perspective are still relatively rare. This study is a literature study. The data were analyzed using the content analysis method. This study shows that H. Yusuf Ahmad Lubis as a scholar wrote a work on the position of labor in Islam. The Islamic concept of labor is different from the concepts of communism and capitalism. H. Yusuf Ahmad Lubis' thought about labor consists of three aspects. First, the recommendation to work in Islam. Second, Islamic principles regarding the relationship between labors (employees) and employers. Third, the responsibility of the state towards labors. At least these three aspects indicate the difference between the Islamic concept and the ideological concept of labor. The essence of the idea is that the labor is a friend and equal partner who should not be exploited. The exploitation of labor is a form of modern slavery. Of course, this study will contribute to the study of labor in Indonesia.


Keywords: Yusuf Ahmad Lubis, Islamic law, labor


Full Text:

PDF

References


Adi, M. Ramdhan. Globalisasi scenario mutakhir kapitalisme. Al-Azhar Press.

Afzalurrahman. (n.d.). Muhammad sebagai seorang pedagang. Yayasan Swarna Bhumy.

Batubara, Ismed. (2013). Perspektif hukum Islam tentang dinamika hubungan industrial. MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 37(2), http://dx.doi.org/10.30821/miqot.v37i2.87.

Hostak, Arthur B. (2006). Modern and social reforms solving today’s: Some problems. Muchlis R Luddin (ed.). Indonesia negara yang mengalami disorganisasi sosial. Fakultas Sosiologi Universitas Ilmu Sosial.

Ibrahim, Taher. (1967). Islam, Marx dan Keynes. Bulan Bintang.

Ja’far, J. (2015). Tarekat dan gerakan sosial keagamaan Shaykh Hasan Maksum. Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, 5(2), 269-293. https://doi.org/10.15642/teosofi.2015.5.2.269-293.

Ja’far, J. (2015). Tradisi Intelektual Al Washliyah: Biografi Ulama Kharismatik dan Tradisi Keulamaan. Perdana Publishing.

Ja’far, J. (2016). Peran Al Jam’iyatul Washliyah dalam merevitalisasi madhhab Shafi’i di era kontemporer. Justicia Islamica, 13(1), 1-29. https://doi.org/10.21154/justicia.v13i1.451.

Ja’far, J. (2017). Khazanah kitab kuning di madrasah Al Jam‘iyat Al Washliyah. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 2(2). https://doi.org/10.25299/althariqah.2017.vol2(2).1041.

Ja’far, J. (2019). Al Jam‘iyatul Washliyah dan pelestarian akidah Ahl Sunnah wa al-Jamâ‘ah di Indonesia. ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman, 14(1), 54-81. https://doi.org/10.15642/islamica.2019.14.1.54-81.

Ja’far, J. (2019). Pemikiran politik islamisme moderat Al Jam’iyatul Washliyah. Al-A’raf: Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat, 16(2), 191-222. https://dx.doi.org/10.22515/ajpif.v16i2.1762

Ja’far, J. (2020). Al Jam’iyatul Washliyah: Sejarah dan ideologi. Perdana Publishing.

Ja’far, J. (2020). Karya-karya h. Yusuf Ahmad Lubis dalam bidang kristologi. Dalam Dahlia Lubis dan Zuhri Arif (eds.). Peringatan 1 abad Maktab Islamiyah Tapanuli. K-Media.

Jamil, M., & Ja’far, J. (2018). Pemimpin perempuan dan non-muslim perspektif Ulama Tiga Serangkai. Teosofi: Jurnal Tasawuf Dan Pemikiran Islam, 8(1), 144–167. https://doi.org/10.15642/teosofi.2018.8.1.31-54.

Lubis, Yusuf A. (1968). Kedudukan buruh/karyawan dalam Islam. Budi Pekerti.

Said, Khairuddin. (2012). Pemikiran islah Yusuf Ahmad Lubis. Penerbit Universiti Malaya.

Stoler, Ann Laura. Kapitalisme dan konfrontasi di sabuk perkebunan Sumattra 1870-1979. Karsa.

Sulaiman, Nukman (ed.). (1956). Peringatan Al Djamijatul Washlijah ¼ abad 30 nopember 1930-30 nopember 1955. Pengurus Besar Al Djamijatul Washlijah.

Syahnan, M., Asrul, A., & Ja’far, J. (2019). The Intellectual network of Mandailing and Haramayn muslim scholars in the mid-19th and early 20th centuries. Teosofi: Jurnal Tasawuf Dan Pemikiran Islam, 9(2), 257–281. https://doi.org/10.15642/teosofi.2019.9.2.257-281.

Tanjung, Muaz. (2012). Maktab Islamiyah Tapanuli 1918-1942: Menelusuri sejarah pendidikan Islam awal abad ke-20 di Medan. IAIN Press.

Toyyibah, Dzurriyatun, et al. (1999). Menggagas fiqh perburuhan. Institute for Social Sciences.

Yeltriana. (2009). Keberadaan pengadilan hubungan industrial dalam menyelesaikan perselisihan hubungan industrial: Studi pengadilan hubungan industrial pada Pengadilan Negeri Medan. Magister Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.




DOI: http://dx.doi.org/10.30821/islamijah.v1i3.7597

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

  


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

View My Stats