PERAN KOMUNIKASI PEMBANGUNAN BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (BPM) DALAM PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KEAGAMAAN DI KOTA LANGSA

Diaurrahman, Syukur Kholil, Sahrul

Abstract


Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Badan Pemberdayaan Masyarakat dalam
pembangunan sosial dkeagamaan di kota Langsa. Secara khusus, tujuan penelitian ini untuk mengetahui:
1) Untuk mengetahui bentuk Komunikasi Pembangunan Badan Pemberdayaan Masyarakat dalam pembangunan
sosial dan keagamaan di kota Langsa. 2) Untuk mengetahui peran komunikasi pembangunan Badan
Pemberdayaan Masyarakat dalam bidang sosial dan keagamaan di kota Langsa. 3) Untuk mengetahui
faktor-faktor pendukung dan penghambat komunikasi pembangunan Badan Pemberdayaan Masyarakat
dalam pembangunan sosial keagamaan di kota Langsa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
deskriptif analitik. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dalam membangun
masyarakat gampong, ada tiga peran yang dimainkan Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Langsa
sebagai Komunikator Pembangunan sosial keagamaan.Pertama, Badan Pemberdayaan Masyarakat
berperan sebagai katalisator atau sebagai orang yang berupaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat
dalam pembangunan.Kedua, Badan Pemberdayaan Masyarakat kota Langsa berperan sebagai orang
yang memberikan solusi(problem solver) bagi setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat, terutama
dalam pembangunan. Ketiga, Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Langsa berperan sebagai innovator
yang memperkenal yang memperkenalkan ide-ide maupun penemuan-penemuan baru kepada masyarakat,
terkait dengan dengan penggunaannya dalam mendukung suksesnya pembangunan.

Full Text:

PDF

References


DAFTAR KEPUSTAKAAN

Abdul Muis, Komunikasi Islam, Bandung : Remaja RosdaKarya , 2001.

Adam Idris, “Strategi Komunikasi Pemerintah Daerah Dalam Mensosialisasikan Program Pembangunan

Bagi Masyarakat Perdesaan Di Era Otonomi” dalam Jurnal Administrasi Negara Vol. II No. 02

Maret 2002.

Albert Hilbrink, “Radio Sebagai Alat Penyuluh Pertanian (Forum Siaran Pedesaan di Indonesia)” Dalam

Edward Depari dan Colin Mac Andrews (ed), Peranan Komunikasi Masa Dalam Pembangunan,

cet. 6 Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1995.

Alwi Dahlan, Sistem-Sistem Komunikasi yang Memadai di Indonesia Jakarta: Departemen Penerangan

RI, 1977.

Am.Saifuddin, et.al, Desekularisasi Pemikiran : Landasan Islamisasi, cet.2, Bandung : Mizan, tt.

Annisa Purwatiningsih, “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi partisipasi Politik Masyarakat dalam Pembangunan

Desa” dalam Jurnal Fisipol Unibraw www.publik.brawijaya.ac.id, 2002.

Astrid, S. Susanto, Komunikasi Dalam Teori dan Praktek Jakarta: PT. Bina Cipta, 1977.

Burhan Bungin, Analisis Data Penelitian Kualitatif : Pemahaman Filosofis Ke Arah Penguasaan Model

Aplikasi Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2003.

Deddy Mulyana, Metode Penelitian Kualitatif: Paradigma baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya

Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004.

Elizabeth K. Nottingham, Agama dan Masyarakat, Jakarta : PT.RajaGrafindo Persada, 1999.

Everett Rogers, Network Analysis of The Diffusion of Innovation Institute for Communication Research:

Stanford University, 1985.

Everett M. Rogers dan F. Floyid Shoemaker,Communication of Innovations, terj. Abdillah Hanafi, Surabaya:

Usaha Nasional, 1981.

Fred Wibowo, Komunikasi Media Teater Rakyat, Yogyakarta: Universitas Sanata Darma, 1994.

Hamzah, Peran Agen Komunikasi Pembangunan Dalam Mensosialisasikan Syariat Islam Di Kota Langsa

(Analisa Sosialisasi Terhadap Qanun Nomor 5 Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam) Tesis: Program

Pascasarjana IAIN SU Medan, 2006.

Havelock, R.G.,The Change Agent’s Guide to Innovation in Education, Englewood Cliffs, N.J. : Education

Technology Publications, 1977.

Hedebro, Communication and Social Change in Developing Nations; a Critical View Part I and Part II

Stockholm: Ekonomuska Forskining-Institute, 1979.

Kamanto Sunarto, Pengantar Sosiologi, Jakarta : Lembaga Penerbit FE Universitas Indonesia, 2000.

Lexy. J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000.

Mansour Fakih, Budaya Bisu, Jakarta: Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat 1989.

Mahbub al Haq, et al, Human Development Report, New York: Oxford University Press, 1976.

Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman, Analisis Data Kualitatif, terj. Tjetjep Rohendi Rohidi Jakarta:

UI Press, 1992.

Mawardi Siregar,Sistem Komunikasi Pemerintah Dalam Pembangunan Keagamaan di Kabupaten Tapanuli

Selatan (Tesis: Program Pascasarjana IAIN SU Medan, 2007).

Onong Uchjana Effendi, Dinamika Komunikasi, cet. 5. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002.

Onong Uchjana Effendi, Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek, cet. 18, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,

Pandam Guritno, “Wayang Purwa Sebagai Medium Komunikasi” dalam Eduard Depari dan Colin MacAndrews,

Peranan Komunikasi.

Rachmat Kriyantono, Teknik Praktis Riset Komunikasi: Disertai Contoh Praktis Riset Media, Public Relations,

Advertising, komunikasi Organisasi, Komunikasi Pemasaran, Jakarta: Kencana, 2006.

Rencana Strategis Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Langsa, Bidang Pemberdayaan Adat dan

Sosial Budaya, tahun 2009.

Robert K.Merton, Social Theory and Social Structure, Glencoe, Illinois : The Free Press, 1949.

Seyyed Hossen Nasr, Islam : Agama, Sejarah dan Peradaban, Surabaya : Risalah Gusti, 2003.

Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2005.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh

Qanun Kota Langsa No. 3 tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah

dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Kota Langsa, Disusun Oleh Bagian Organisasi dan

Tata Laksana Sekretariat Daerah Kota Langsa,Tahun 2008.

Zulkarimen Nasution, Komunikasi Pembangunan; Pengenalan Teori dan Penerapannya, cet. 4 Jakarta:

PT. Raja Grafindo Persada, 2002.




DOI: http://dx.doi.org/10.37064/ab.jki.v2i2.1490

Refbacks

  • There are currently no refbacks.