ALAT BUKTI ZINA MENURUT QANUN JINAYAH NO. 6 TAHUN 2014 DAN FIKIH SYAFI‘IYAH

Abdullah Abdullah

Abstract


Abstrak: Artikel ini bertujuan bisa memberikan perbandingan tentang Qanun Jinayah Aceh dan fikih Jinayah Syafi‘iyah, yang diterapkan di Aceh. Bagaimana ketentuan alat bukti zina didalam Qanun No. 6 tahun 2014 dan fikih Syafi‘iyah serta apa perbedaan keduanya. Untuk memperoleh jawaban tersebut penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, menggunakan teknik penelitian kepustakaan (library research). Seluruh sumber data diperoleh dari literatur yang tersedia di perpustakaan. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah deskriptif analisis dan metode interpretasi. Metode deskriptif analisis merupakan suatu metode yang digunakan dalam suatu penulisan dengan cara memaparkan data yang diperoleh dan masalah-masalah yang timbul untuk dianalisa sesuai dengan pembahasan. Sedangkan metode interpretasi adalah mengambil kesimpulan dari pemahaman penulis sendiri terhadap pendapat yang dikutip dari suatu rujukan. Hasil dari penelitian ini bahwa alat bukti zina yang terdapat dalam qanun jinayah no. 6 tahun 2014 merupakan hasil dari kombinasi dari mazhab fikih termasuk didalamnya fikih Syafi’i. Namun didalam qanun jinyah tidak termuat secara terperinci kriteria yang akan dijadikan alat bukti zina, berbeda dengan fikih syafi‘i yang menjelaskan secara rinci. Kemudian didalam qanun jinayah no. 6 tahun 2014 ditambahkan hasil tes DNA menjadi sebuah alat bukti zina bagi wanita hamil dan hasil itu tidak ditemukan di fikih Syafi’i.
 
Kata Kunci: Aceh, fikih, qanun, jinayah, Syafi‘iyah

Full Text:

PDF

References


Achmadi, Asmoro. Filsafat Umum, Cet. 5. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2003.

Ahmad, Kamaruzzaman Bustamam. Islamic Law in Southeast Asia: a Study of Its Application in Kelantan and Aceh. Chiang Mai: Silkworm Books, 2009.

Ali, Zainudin. Hukum Pidana Islam. Jakarta: Sinar Grafika. 2007.

Alidar, EMK. “Peran Baitul Mal dalam Pengelolaan Tanah yang Kehilangan Pemilik dan Ahli Waris Pasca Tsunami di Aceh (Sebuah Kajian Yuridis),” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 34, No. 1, 2010.

Al-Jauziyah, Ibn Qayyim. Hukum Acara Peradilan Islam, terj. Adnan Kohar dan Anshoruddin. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006.

Al-Kasani, ‘Ala ad-Din. Kitab Badai’ Ash-Shana’ fi Tartib Asy-Syarai’, Juz VII. Beirut: Dar al-Fikr, 1996.

Arto, Mukti. Praktek Perkara Perdata Pada Pengadilan Agama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996.

As-Siddiqy, Hasbi. Peradilan dan Hukum Acara Islam. Yogyakarta: al-Ma’arif, 1964.

Asy-Syiddiq, Muhammad. Islam dan Masyarakat Aceh. Banda Aceh: PeNA, 2009.

Audah, Abd al-Qadir. At-Tasyri’ al-Jinaiy al-Islamy, Juz II. Beirut: Dar al-Kitab al-Arabi, t.t.

Azwa, Saifuddin. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.

Bahnasy, Ahmad Fathi. Teori Pembuktian Menurut Fikih Jinayat Islam. Yogyakarta: Andi Offset, 1984.

Dahlan, Abdul Azis (ed.). Ensiklopedi Hukum Islam, Jilid I dan V. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 1997.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1989.

Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2008.

Fairus M., Nur Lbr. Syariat di Wilayah Syariat Pernik-Pernik Islam di Nanggroe Aceh Darussalam. Banda Aceh: Dinas Syariat Islam, 2002.

Fauzi. “The Interactions of Madzhabs in Aceh: The Tripolar Typology,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 41, No. 1, 2017.

Hadi, Amirul. “Aceh in History: Preserving Traditions and Embracing Modernity,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 37, No. 2, 2013.

Hadi, Amirul. “Menguak Beberapa Dimensi Budaya Kerajaan Aceh (Sebuah Kajian Historis)” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 32, No. 1, 2008.

Hamzah, Andi. Hukum Acara Pidana Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika. 2001.

Harahap, M. Yahya. Pembahasandan Penerapan KUHAP: Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali. Jakarta: Sinar Grafika, 2000.

Hasan, Ridwan. “Kepercayaan Animisme dan Dinamisme dalam Masyarakat Islam Aceh,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 36, No. 2, 2012.

Huda, Nimatul. Hukum Tata Negara Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2005.

Ibn Qudamah, Abdullah ibn Muhammad. al-Mughni, Juz VIII. Beirut: Dar al-Manar, 1368 H.

Isa, Abdul Gani. “Implementation of Islamic Shariah in the Framework of Special Autonomy: Assessment Study in the Province of Aceh,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 38, No. 1, 2014.

Ishaq, Abu. Sekilas Sejarah di Balik Aceh. Banda Aceh: al Ba’dawi, 2004.

Ja’far. Warisan Filsafat Nusantara: Sejarah Filsafat Islam Aceh Abad XVI-XVII M. Banda Aceh: PeNA, 2010.

Madkur, Muhammad Salam. al-Qada’ fi al-Islam, terj. Imron AM, Peradilan dalam Islam. Surabaya: Bina Ilmu, t.t.

Mahmassani, Sobhi. Filsafat Hukum dalam Islam. Bandung: al-Ma’arif, 1981.

Manan, Abdul. “The Ritual of Khanduri Laôt in Lowland Aceh: An Ethnographic Study in South, South West and West Aceh,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 40, No. 2, 2016.

Manan, Abdul. Penerapan Hukum Acara Perdata di Lingkungan Peradilan Agama. Jakarta: Yayasan al-Hikmah, 2000.

Muchsin, Misri A. Potret Aceh dalam Bingkai Sejarah. Banda Aceh: Ar-Raniry Press, 2007.

Munawir, Ahmad Warson. Kamus al-Munawir. Yogyakarta: Ponpes al-Munawir, 1984.

Muslich, Ahmad Wardi. Hukum Pidana Islam. Jakarta: Sinar Grafika. 2005.

Nasir, Muh. Metodologi Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1998.

Nasir, Muhammad. “Syariat Islam dan Ngangkang Style: Mengenal Kearifan Lokal dan Identitas Perempuan Aceh,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 37, No. 1, 2013.

Notonagoro. Pantjasila Setjara Ilmiah Populer. Jakarta: Pantujuran Tudjuh, 1971

Nurdin, Ridwan. “Pengelolaan Zakat di Aceh Pasca Deklarasi Syariat Islam,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 35, No. 1, 2012.

Panggabean, H.P. Hukum Pembuktian Teori Praktikdan Yurisprudensi Indonesia. Bandung: Alumni, 2012.

Poerwadarminta, W.J.S. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2005.

Rasyid, Roihan. Hukum Acara Peradilan Agama. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2005.

Rifyal Ka’bah. Penegakan Syariat Islam di Indonesia. Jakarta: Khairul Bayan, 2004.

Rusyd, Ibn. Bidayatul Mujtahid: Analisa Fikih Para Mujtahid, terj. Imam Ghazali Said dan Achmad Zaidun. Jakarta: Pustaka Amani, 2007.

Sa’idah, Azizah Ummu. Terhina Karena Zina. Jakarta: Gema Insani Press, 2001.

Salim, Peter. The Contemporary English-Indonesian Dictionary. Jakarta: Modern English Press, 1986.

Sasangka, Hari, dan Lily Rosita. Hukum Pembuktian dalam Perkara Pidana. Surabaya: Sinar Wijaya, 1996.

Silahuddin. “Budaya Akademik dalam Sistem Pendidikan Dayah Salafiyah di Aceh,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 40, No. 2, 2016.

Soekanto, Soerjono. Pangantar Peneletian Hukum. Jakarta: UI press, 1986.

Subekti. Hukum Pembuktian. Jakarta: Pradnya Paramita, 2001.

Sudarsono. Kamus Hukum. Jakarta: Grafika, 1996.

Sukiman. “Acuan Pembangunan Aceh Pasca Tsunami: Ke Arah Pembangunan Berasaskan Islam,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 34, No. 2, 2010.

Sukiman. “Strategi Pembangunan Islam di Aceh Pasca Tsunami Menuju Terwujudnya Masyarakat Religius,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 36, No. 1, 2012.

Surtiretna, Nina. Bimbingan Seks Suami Istri Pandangan Islam dan Medis. Bandung: Rosda Karya, 2004.

Syamsuddin, Aziz. Proses dan Teknik Penyusunan Undang-undang. Jakarta: Sinar Grafinda, 2011.

Yunus, Mahmud. Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: Hidakarya Agung, 1989.

Zainuddin. “Evaluasi Program Penyelenggaraan Madrasah Aliyah Negeri di Aceh Timur,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 40, No. 1, 2016.

Zakaria, Taufik. Politik Syariat Islam: Dari Indonesia hingga Nigeria. Jakarta: Pustaka Alvabet, 2004.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Indexed by: