Peningkatan Kapasitas Usaha Kecil Masyarakat Informal saat Pandemi Covid-19 di Kepulauan Riau

Rafika Afriyanti

Abstract


Meningkatnya angka pengangguran, resesi ekonomi serta kemunculan kelompok marjinal lainnya menjadi suatu keniscahyaan sebagai akibat dari adanya pandemi Covid-19. Pemerintah daerah sebagai perpanjangan pemerintah pusat di daerah mengeluarkan kebijakan untuk memulihkan perekonomian namun hal ini dipandang tidak cukup suportif dan menyentuh dalam membantu usaha kecil masyarakat terutama yang tergolong dalam sektor informal di tengah pandemi Covid-19. Kerangka kebijakan yang dibangun baru sebatas kebijakan yang reaktif untuk menjaga stabilitas ekonomi sesaat yaitu dengan menjaga daya beli masyarakat, namun tidak dengan adanya upaya peningkatan kapasitas yang bertujuan untuk mempertahankan keberlanjutan hidup masyarakat. Pelatihan Manajemen pembukuan dan digital marketing oleh Yakesma Kepulauan Riau merupakan bentuk pemberdayaan untuk meningkatkan kapasitas usaha kecil masyarakat yang kesulitan dikarenakan adanya pandemi Covid-19. Dengan adanya kegiatan ini masyarakat yang memiliki usaha kecil bisa tetap produktif ditengan pandemi, dimana selain mendapatkan modal dan material, masyarakat juga mampu melakukan pembukuan dalam pencatatan kasnya sertadapat melakukan promosi produk melalui media sosial. Hasil dari penelitian ini bisa menjadi refleksi dan gambaran terkait alternatif kebijakan yang bisa menjaga dan meningkatkan produktifitas usaha kecil masyarakat ditengah pandemi Covid-19

 


Keywords


Peningkatan Kapasitas; Pemberdayaan Masyarakat; Pandemi Covid-19

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Ahmad, M. S., & Abu Talib, N. B. (2016). Analysis of Community Empowerment on Projects Sustainability: Moderating Role of Sense of Community. Social Indicators Research, 129(3), 1039–1056. https://doi.org/10.1007/s11205-014-0781-9

Bozalek, V., & Biersteker, L. (2010). Exploring power and privilege using participatory learning and action techniques. Social Work Education, 29(5), 551–572. https://doi.org/10.1080/02615470903193785

BPS. (2018). Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2018. https://www.turc.or.id/wp-content/uploads/2018/06/BPS_Berita-Resmi-Statistik_Keadaan-Ketenagakerjaan-Indonesia-Februari-2018.pdf)

Chambers, R. (2007). From PRA to PLA and pluralism : practice and theory. https://hdl.handle.net/20.500.12413/4079

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry Research Design : Choosing Among Five Approach. In SAGE Publications (Fourth Edi, Vol. 4). Sage.

Hutchins, S. S., Fiscella, K., Levine, R. S., Ompad, D. C., & McDonald, M. (2009). Protection of racial/ethnic minority populations during an influenza pandemic. American Journal of Public Health, 99(SUPPL. 2). https://doi.org/10.2105/AJPH.2009.161505

ILO. (2020). COVID-19and the world of work:Impact and policy responses. https://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/---dgreports/---dcomm/documents/briefingnote/wcms_738753.pdf

KepriDays. (2020). Pemprov Kepri Kesulitan Dapat Data UMKM Terdampak Covid-19. https://kepridays.co.id/2020/07/21/pemprov-kepri-kesulitan-dapat-data-umkm-terdampak-covid-19/

Kompas. (2020). Skenario Berat, Bakal Ada 9,35 Juta Pengangguran di RI? https://money.kompas.com/read/2020/04/15/183720826/skenario-berat-bakal-ada-935-juta-pengangguran-di-ri?page=all

Sadan, E. (1997). Empowerment and Community Planning. Hakibbutz Hameuchad Publishing, 350. http://scholar.google.com/scholar?q=intitle:Empowerment+and+Community+Planning#7

World Bank. (2002). Empowerment and Poverty Reduction: A Sourcebook. Draft Prem World Bank.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods. In Journal of Hospitality & Tourism Research (Vol. 53, Issue 5). https://doi.org/10.1177/109634809702100108




DOI: http://dx.doi.org/10.37064/jpm.v14i1.28908

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Rafika - Afriyanti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.