Pemaknaan Flexing Emas dan Literasi Digital pada Perempuan Pengguna Media Sosial di Tapanuli Bagian Selatan

Patimah Rambe, Nurbani Nurbani, Iskandar Zulkarnain

Abstract


Abstrak

Fenomena flexing atau perilaku memamerkan kepemilikan harta di media sosial semakin berkembang seiring meningkatnya penggunaan platform digital. Di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), praktik menampilkan perhiasan emas oleh perempuan memiliki dimensi yang unik karena berkaitan dengan nilai budaya, status sosial, dan identitas etnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan perempuan pengguna media sosial di Tabagsel terhadap praktik flexing emas serta pemaknaan mereka mengenai literasi media digital dalam menyikapi fenomena tersebut. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD) terhadap perempuan pengguna media sosial yang pernah mengunggah foto menggunakan perhiasan emas. Analisis data dilakukan melalui tahapan kodifikasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan validasi menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emas dimaknai sebagai simbol kehormatan, investasi, estetika, serta representasi status sosial dan martabat keluarga. Praktik mengunggah konten emas di media sosial umumnya dimaknai sebagai bentuk apresiasi diri dan berbagi kebahagiaan, meskipun dalam kondisi tertentu dapat dipersepsikan sebagai perilaku flexing yang negatif. Pemaknaan tersebut dipengaruhi oleh niat, frekuensi, dan konteks unggahan. Sementara itu, literasi media digital informan menunjukkan kemampuan yang cukup baik dalam aspek kecakapan digital dan etika digital, namun masih terdapat perbedaan tingkat kesadaran pada aspek keamanan digital. Penelitian ini menegaskan bahwa konvergensi media telah mentransformasi praktik budaya tradisional ke ruang digital sekaligus menghadirkan tantangan baru terkait keamanan, etika, dan konstruksi identitas sosial di era media baru.

 

Abstract

The phenomenon of flexing, or displaying wealth on social media, has become increasingly prevalent in the digital era. In South Tapanuli (Tabagsel), the practice of showcasing gold jewelry by women carries distinctive cultural meanings because gold is closely associated with social status, honor, family prestige, and cultural identity. This study aims to explore how female social media users in Tabagsel interpret the practice of gold flexing and how they understand digital media literacy in responding to such behavior. This research employed a qualitative approach within a constructivist paradigm. Data were collected through non-participant observation, in-depth interviews, and Focus Group Discussions (FGDs) involving female social media users who had previously uploaded photographs or videos featuring gold jewelry. Data analysis followed the stages of data coding, data display, and conclusion drawing, while source triangulation was used to ensure data validity. The findings reveal that gold is primarily interpreted as an investment instrument, a symbol of beauty, and a marker of social status and family honor. The act of sharing gold-related content on social media is generally perceived as a form of self-appreciation and a means of sharing happiness rather than an intentional display of arrogance. However, the distinction between positive self-expression and negative flexing is influenced by the intention, timing, and frequency of content uploads. Furthermore, participants demonstrated relatively strong digital literacy in terms of information verification and ethical online behavior, although awareness and implementation of digital security practices varied among individuals. The study concludes that media convergence has transformed traditional cultural expressions into digital representations, creating new challenges related to social perception, digital ethics, and online security. These findings contribute to the literature on digital communication, cultural communication, and digital literacy in the context of local cultural communities.


Keywords


Flexing Emas; Media Sosial; Literasi Digital; Perempuan; Tapanuli Bagian Selatan.

Full Text:

PDF

References


Abdussamad, H. Z., & Sik, M. S. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. CV. Syakir Media Press.

Adinda, K. (2023). Flexing di Instagram: Antara Narsisisme dan Benefit. Emik, 6 (1), 68-90.

Afrizal. (2017). Metode Penelitian Kualitatif: Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan Penelitian Kualitatif dalam Berbagai Disiplin Ilmu. Raja Grafindo Persada.

Cosme D, Scholz C, Chan HY, Doré BP, Pandey P, Carreras-Tartak J, Cooper N, Paul A, Burns SM, Falk EB. (2023). Message self and social relevance increases intentions to share content: Correlational and causal evidence from six studies. J Exp Psychol Gen. Jan;152(1):253-267.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (6th ed). SAGE.

Efendi, R. (2025). Incar Emas 44 Gram, Keponakan di Tapsel Bunuh Tantenya dengan Cara Sadis.

Febriani, M. (2021). IPS dalam Pendekatan Konstruktivisme (Studi Kasus Budaya Melayu Jambi). Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, VII(1), 64.

Gustam, R. R. (2015). Karakteristik Media Sosial dalam Membentuk Budaya Populer Korean Pop di Kalangan Komunitas Samarinda dan Balikpapan. EJournal Ilmu Komunikasi, 3(2), 224-242.

Harahap, N. (2024). Analisis makna simbolik dalam prosesi tradisi pernikahan suku bangsa Batak Mandailing di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Jurnal Budaya Etnika, 8(1), 31-44.

Hayati, M., & Romziana, L. (2025). Budaya Flexing di Media Sosial dan Implikasinya Terhadap Mentalitas Masyarakat Muslim: Perspektif Al-Qur'an dan Psikologi Sosial. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02), 211-234.

Jannah, R., Ajahari, A., & Lutfi, S. (2024). Fenomena Flexing Culture di Media Sosial Mahasiswa Pendidikan Agama Islam: Perspektif Krisis Pendidikan Islam. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 7(3), 137-144.

Khairifa, F. (2023). Komunikasi Digital: Ruang Silaturahmi dalam Bingkai New Media. CV Literasi Nusantara Abadi.

Kurniawati, D., Mulyadi, I., Damanik, B. H., Purwanto, A., Waruwu, A., Sukatendel, R. Br., Nagara, B. B., Maisyarah., Simbolo. M. A. M., Tarmizi. M., Sari. R., Nasution, S. R., Simbolon, W. I. Br. (2023). Komunikasi Kontemporer Dalam Masyarakat Digital. CV Budi Utama

Kusumastuti, A., & Khoiron, A. M. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP).

Lister, M., Dovey, J., Giddings, S., Grant, I., Kelly, K. (2003). New Media: A Critical Introduction (Second Edition). Routledge.

Lubis, L. A., Lubis, A. Z., Nasution, C. R., Bimantara, B. H., Ginting, E. I. A., Surbakti, C. N. B., Laia, R., Putri, S. A., Nurhayati, Venia, D. T., Hasugian, G. I. P., Munthe, R. N., Nasution, M., Putra, T. M., Lumbantoruan, G. D. P., Priyandira, R., Hasibuan, F. R., Nasution, K. A., Rivaldi, A. D., Halawa, C. Y., Hermawan, D., Pohan, M. Z., & Putri, S. R. (2025). Komunikasi dalam Perubahan Sosial Budaya. Litnus.

Luik, J. (2020). Media baru: Sebuah pengantar. Kencana.

Manovich, L. (2001). The Language of New Media. The MIT Press.

Mulyana, D. (2020). Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. PT Remaja Rosdakarya.

Muslih, M. (2016). Filsafat Ilmu: Kajian atas Asumsi Dasar, Paradigma, dan Kerangka Teori Ilmu Pengetahuan. LESFI.

Novianti, D., & Fatonah, S. (2018). Literasi media digital di lingkungan ibu-ibu rumah tangga di Yogyakarta. Jurnal Ilmu Komunikasi, 16(1), 1-14.

Nugroho, C. (2020). Cyber Society: Teknologi, Media Baru, dan Disrupsi Informasi. Penerbit Kencana.

Nasrullah, R. (2023) Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.

Pakpahan, R., & Yoesgiantoro, D. (2023). Analysis of the influence of flexing in social media on community life. Journal of Information System, Informatics and Computing, 7(1), 173-178.

Qadir, A., & Ramli, M. (2024). Media sosial (definisi, sejarah dan jenis-jenisnya). Al-Furqan: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 3(6), 2713-2724.

Roosinda, F. W., Lestari, N. S., Utama, A. G. S., Anisah, H. U., Siahaan, A. L. S., Islamiati, S. H. D., ... & Fasa, M. I. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Zahir Publishing.

Sari, Y., & Prasetya, H. (2022). Literasi media digital pada remaja di tengah pesatnya perkembangan media sosial. Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi, 8(1), 12-25.

Setyowati, R., Setiawati, B., & Wardhani, E. M. (2024, September). The Semiotics of Gold Flexing on Social Media: A Peircean Analysis of Tiktok. In Proceeding of International Conference on Science, Health, And Technology (pp. 576-694).

Shina, A. F. I., Sari, F.P., Maisarah. B. N. H. W., Hardi, N. F., Hilmi, A. J. M. R., Sa’diyah, H., Permanasari, M. I. M. D. E., Rahman, T. (2021). Modul Indonesia Cakap Digital: Integrasi-Interkoneksi Keislaman. Penerbit Samudra Biru

Siregar, A.M & Evianty, R. (2024). Die Analyse Der Symbole Von Der Batak Angkola Hochzeit. Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran. Vol. 2 (3).

Siregar, F. A. (2020). Antara Hukum Islam dan Adat; Sistem Baru Pembagian Harta Warisan. 5(2), 166–180.

Turner, L.H & West, R. (2018). An Introduction to Communication. Cambridge University Press

Turow, J. (2017). Media Today: Mass Communication in a Converging World. Routledge.

Yulindasari, A., Mengge, B., & Syam, R. (2024). Flexing Sebagai Habitus: Analisis Praktik Sosial Perempuan Bugis di Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap. SABANA (Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara), 3(2), 187-198.

Yuritasari, N. (2025). Pengaruh kepemilikan emas terhadap citra sosial perempuan dalam perspektif ekonomi Islam. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(6), 1148–1155.

Zahrawati, B. F. (2024). Makna simbolik di balik perhiasan emas perempuan suku Bugis. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 26(2), 34–48.




DOI: http://dx.doi.org/10.30829/komunikologi.v10i1.30369

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Patimah Rambe, Nurbani Nurbani, Iskandar Zulkarnain

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXING BY :

 

 

======================================

Published by :

Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara

Medan, Indonesia


Editorial Office :

Jl. Lap. Golf No.120, Kp. Tengah, Kec. Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20353

Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial byProgram Studi Ilmu Komunikasi UIN Sumatera Utara Medanis licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
Based on a work at http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/KOMUNIKOLOGI/index