ADAPTASI SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT RUMAH LANTING SEBAGAI BENTUK KETAHANAN HIDUP DI BANTARAN SUNGAI KAHAYAN, PAHANDUT SEBERANG

Kamelia Simamora, Saputra Adiwijaya, Elia Damayanti

Abstract


The purpose of this study is to identify factors that influence adaptation and to analyze the socio-economic adaptation strategies of stilt house communities on the banks of the Kahayan River, Pahandut Seberang, Palangka Raya.This study conducted descriptive qualitative research with a case study in Pahandut Seberang. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation of seven key informants, namely heads of families who had lived in the area for at least five years. The results showed that economic factors and river-dependent occupations, such as fish cages, which require physical proximity, were the main reasons for choosing stilt houses. There are three main types of adaptation used. The first is physical adaptation, which includes independent drinking water treatment and floating stilt houses; the second is economic adaptation, which includes dual livelihood strategies, such as fishing and fish cages; and the last is social adaptation, which is created by enhancing mutual cooperation and solidarity among residents to overcome infrastructure limitations and environmental impacts. Overall, stilt house communities use socio-economic adaptation strategies to demonstrate local resilience to development pressures and environmental change. These findings are crucial in helping local governments develop more equitable, inclusive, and sustainable policies for riverside communities.

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Ardianti, F., Praptantya, D. B., & Hasanah, H. (2021). Rumah Lanting di Sungai Sambas Desa Sumber Harapan Kecamatan Sambas Kalimantan Barat (Etnografi Budaya Sungai). Balale’ : Jurnal Antropologi, 2(1), 31. https://doi.org/10.26418/balale.v2i1.46311

Bambang Daryanto. (2004). Rumah Lanting : Rumah Terapung Diatas AirTinjauan Aspek Tipologi Bangunan. Keilmuan Dan Aplikasi Teknik, 5(2), 1–19. https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/infoteknik/article/view/1663

Bua’Toding, J., & Kindangen, J. I. (2015). Kenyamanan Termal Rumah Tepi Sungai, Studi Kasus Rumah Tepi Sungai Kahayan, Palangka Raya, Indonesia. Radial, 3(2), 102-111.

Dahliani, D., Setijanti, P., & Soemarno, I. (2016). Tantangan Keberadaan Rumah Lanting Sebagai Arsitektur Vernakular Tepi Air di Banjarmasin. Prosiding Seminar Nasional Semesta Arsitektur Nusantara 4, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Malang.

Daryanto, B. (2016). Rumah Lanting : Rumah Terapung Diatas Air. Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik, 5(2), 1–19. https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/infoteknik/article/view/1663

Dekye, D., Ongko, J. S., Phangestu, T., & Rudianto, V. (2021, September). Sosialisasi Pentingnya Menjaga Kebersihan Lingkungan Guna Meningkatkan Kesadaran Terhadap Lingkungan. In National Conference for Community Service Project (NaCosPro) (Vol. 3, No. 1, pp. 635-641).

Febriyani, E. (2023). Faktor Kebertahanan Ekonomi Penghuni Rumah Lanting Di Sungai Kapuas Kelurahan Kapuas Kanan Hilir Sintang Kalimantan Barat (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).Kupdf.net_metode-penelitian-kuantitatif-kualitatif-dan-r-ampamp-d-prof-dr-sugiyono-2017 (1).pdf.crdownload. (n.d.).

Hadinata, I. Y., & Mentayani, I. (2018). Karakter Arsitektur Tepi Sungai di Kampung Sasirangan Kota Banjarmasin.

Hamidah, N., Rijanta, R., Bakti Setiawan, M., & Marfai, A. (2017). Analisis Kampung Pahandut Sebagai Permukiman Tepian Sungai Berkelanjutan. Jurnal TATA LOKA, Planologi UNDIP, 19, 206-217.

Khairunnisa, K., Jiwandono, I. S., Nurhasanah, N., Dewi, N. K., Saputra, H. H., & Wati, T. L. (2019). Kampanye kebersihan lingkungan melalui program kerja bakti membangun desa di Lombok Utara. Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat, 2(2).

Merton, R. K. (2017). Social structure and anomie. Gangs, 3(5), 3–13. https://doi.org/10.4324/9781351157803-1

Murti, N. K., Suprapti, A., Sardjono, A. B., Arsitektur, P. M., Teknik, F., & Diponegoro, U. (2020). Transformasi Adaptasi Bangunan Di Permukiman Informal. 57–64

Nurul Huda, S. (2022). Perubahan Struktur Sosial Ekonomi Masyarakat Perdesaan. JCIC :Jurnal CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial, 4(2), 31–36. https://doi.org/10.51486/jbo.v4i2.79

Nindito, D. A., Hamidah, N., Syahrozi, S., Santoso, M., Maulana, M. I., Rusdanisari, A., & Mahmudah, N. (2024). Bentuk dan Fungsi Spasial Rumah di Permukiman Tepian Sungai Kelurahan Pahandut Seberang Kota Palangka Raya. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi, 8(2), 170-179.

Novrianti, N. (2016). Pengaruh Aktivitas Masyarakat di pinggir Sungai (Rumah Terapung) terhadap Pencemaran Lingkungan Sungai Kahayan Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah. Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL), 1(2), 35-39.

Rolitia, M., Achdiani, Y., & Eridiana, W. (2016). Nilai Gotong royong untuk memperkuat solidaritas dalam kehidupan masyarakat kampung naga. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 6(1).

Saputra, A., Ibrahim, O., & Triyani, T. (2020). Pola Hidup Masyarakat pada Rumah Terapung (Lanting) dalam Memanfaatkan Sungai Sebagai Sarana MCK di Kawasan Pahandut Seberang RT 05 Kota Palangka Raya. Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 12(1), 1-7.

Strategi, K., Bencana, M., Kabupaten, B., & Tengah, S. (2025). Huma : Jurnal Sosiologi Huma: Jurnal Sosiologi. 4, 118–130. https://pdfs.semanticscholar.org/886e/468f81162cce19c3bae3b4f672601255ea7d.pdf

Suleman, S. A., & Resnawaty, R. (2017). Program Keluarga Harapan (PKH): Antara perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 88-92.




DOI: http://dx.doi.org/10.30829/jisa.v9i1.26940

Copyright (c) 2026 Kamelia Simamora

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by