RESPONS AL-ITTIHADIYAH DI SUMATERA UTARA TERHADAP RADIKALISME

Hasnah Nasution, Al Rasyidin

Abstract


Abstrak: Studi ini menganalisa respons organisasi Al-Ittihadiyah di Sumatera Utara terhadap radikalisme. Belakangan ini muncul pernyataan yang menimbulkan kontra produktif di mana organisasi Islam selain Nahdlatul Ulama diragukan perannya dalam membangun peradaban bangsa. Artikel ini menganalisis respons Al-Ittihadiyah terhadap radikalisme. Al-Ittihadiyah didirikan sebelum Indonesia merdeka dan para tokohnya ikut memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Data studi ini diperoleh melalui wawancara mendalam yang dilengkapi dengan kegiatan studi dokumen dan observasi; lalu dianalisis dengan menggunakan model analisis data Miles dan Huberman. Hasilnya adalah bahwa Al-Ittihadiyah merupakan organisasi Islam moderat sebagaimana dua organisasi Islam papan atas, NU dan Muhammadiyah. Organisasi ini, melalui lisan dan tulisan pengurusnya, menegaskan bahwa radikalisme bertentangan dengan semangat Islam. Mereka menolak banyak gagasan kelompok radikal seperti khilafah, anti-Barat, jihad berarti perang, dan legalisasi bom bunuh diri, sembari memberikan solusi bagi peredaman pertumbuhan dan perkembangan radikalisme di Indonesia.
 
Abstract: Al-Ittihadiyah in North Sumatra and Its Responses to Radicalism. This study analyzes the response of the Al-Ittihadiyah in North Sumatra to radicalism. Lately there has been a counter-productive statement undermining the contribution of Islamic organizations other than Nahdlatul Ulama in building national civilization. Al-Ittihadiyah was established in Medan before Indonesia’s independence and its prominent leaders participated in gaining and maintaining independence. Information for this article has been gathered through combination of interviews, observations, and document reviews. Data analysis was based on the model developed by Miles and Huberman. It is concluded that Al-Ittihadiyah is a moderate Islamic organization, very much like the two top-flight Islamic organizations, Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah. This organization, through oral and written statement of the management, asserted that radicalism is against the spirit of Islam. They reject many of the ideas of radical groups such as the Caliphate, anti-West, jihâd means war, and the legalization of suicide bombings, while providing solutions to suppress the growth and development of radicalism in Indonesia.
 
Kata Kunci: radikalisme, jihad, kafir, bom bunuh diri, Al-Ittihadiyah, Melayu, Mandailing

Full Text:

PDF

References


Azhar, Bachroem. et al. Buku Peringatan Ulang Tahun 1/4 Abad Al-Ittihadiyah. Medan: Pengurus Besar Al-Ittihadiyah, 1960.

Bakar, Mahmud Abu. “Al-Ittihadiyah 1/4 Abad,” dalam Bachroem Azhar, et al. Peringatan Ulang Tahun 1/4 Abad Al-Ittihadiyah. Medan: Panitia Besar Kongres ke-X Al-Ittihadiyah, 1960.

Bakar, Mahmud Abu. “Muktamar ke-XII Al-Ittihadiyah,” dalam Muchlish Arsjad, et al., Buku Muktamar Al-Ittihadiyah ke-XII. Bandung: Seksi Publikasi Panitia Muktamar, 1968.

Burhani, Ahmad Najib. “Pluralism, Liberalism, and Islamism: Religious Outlook of Muhammadiyah,” dalam Studia Islamika, Vol. 25, No. 3, 2018.

C.V.O Conferentie Al-Ittihadiyah. “Azas, Toejoean, Oesaha, dan Organisatie Al-Ittihadiyah,” dalam Conferentie Jubilieum 6 Tahoen 1935-1941 Al-Ittihadiah. t.t.p.: C.V.O. Conferentie Al-Ittihadiah ke-I, 1941.

Dewan Pimpinan Pusat Al-Ittihadiyah. Pedoman Muktamar Al-Ittihadiyah Ke-XIX. Jakarta: DPP Al-Ittihadiyah, 2016.

Djamin, Djanius. “Selayang Pandang Kiprah Al-Ittihadiyah,” dalam Anzizhan dan Syafaruddin (ed.). Al-Ittihadiyah: Menjalin Kebersamaan Membangun Bangsa. Jakarta: Hijri Pustaka Utama, 2006.

Drakeley, Steven. “Indonesia’s Muslim Organisations and the Overthrow of Sukarno,” dalam Studia Islamika, Vol. 21, No. 2, 2014.

Elson, Robert E. “Disunity, Distance, Disregard: The Political Failure of Islamism in Late Colonial Indonesia,” dalam Studia Islamika, Vol. 16, No. 1, 2009.

H.M., Sahid. “Contesting Caliphate: Opposition of Indonesian Fundamentalist Groups to ISIS Caliphate,” dalam Journal of Indonesian Islam, Vol. 8, No. 2, 2014.

Hilmy, Masdar. “Manufacturing the ‘Ontological Enemy’: Socio-Political Construction of anti-Democracy Discourses among HTI Activists in Post-New Order Indonesia,” dalam Journal of Indonesian Islam, Vol. 3, No. 2, 2009.

Kusmanto, Thohir Yuli, et al. “Dialektika Radikalisme dan Anti Radikalisme di Pesantren,” dalam Walisongo, Vol. 23, No. 1, 2015.

Lukens-Bull, Ronald. “The Traditions of Pluralism, Accomodation, and Anti-Radicalism in the Pesantren Community,” dalam Journal of Indonesian Islam, Vol. 2, No. 1 Juni 2008.

Mursalin, Ayub dan Ibn Katsir. “Pola Pendidikan Keagamaan Pesantren dan Radikalisme: Studi Kasus Pesantren-pesantren di Provinsi Jambi,” dalam Kontekstualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, Vol. 25, No. 2, 2010.

N.N., Bolshova. “The Rise of Anti-Islamic Protests in Europe under the Refugee Crisis (Case of “Pegida” Movement in Germany),” dalam Political Studies, No. 3, 2016.

Noer, Deliar. Partai Islam di Pentas Nasional. Jakarta: Temprin, 1987.

Noor, Sayuti. “Dakwah dan Pendidikan lslam,” dalam Muktamar Al-Ittihadiyah ke-XII. Bandung: Seksi Publikasi Panitia Muktamar Al-Ittihadiyah ke-13, 1968.

Qodir, Zuly. “Gerakan Salafi Radikal dalam Konteks Islam Indonesia: Tinjauan Sejarah,” dalam Islamica: Jurnal Studi Keislaman, Vol. 3, No. 1, 2008.

Richards, Julian. “Reactive Community Mobilization in Europe: the Case of the English Defence League,” dalam Journal Behavioral Sciences of Terrorism and Political Aggression, Vol. 5, Issue 3, 2013.

Rokhmad, Abu. “Radikalisme Islam dan Upaya Deradikalisasi Paham Radikal,” dalam Walisongo, Vol. 20, No. 1, 2012.

Rusli. “Indonesian Salafism on Jihad and Suicide Bombings,” dalam Journal of Indonesian Islam, Vol. 8, No. 1, June 2014.

Saifulah. “Dakwah Multikultural Pesantren Ngalah dalam Meredam Radikalisme Agama,” dalam Islamica: Jurnal Studi Keislaman, Vol. 8, No. 2, 2014.

Saleh, Setiadi Rachmat. “Kiprah Zending Islam Indonesia (ZII) di Medan, Sumatera Utara,” dalam https://www.semedan.com, 4 Nopember 2015.

SETARA Institute. Dari Radikalisme Menuju Terorisme: Studi Relasi dan Tranformasi Organisasi Islam di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Jakarta: Pustaka Masyarakat SETARA, 2012.

Siddik, Dja‘far dan Ja’far. Al-Ittihadiyah Delapan Dasa Warsa Menerangi Nusantara. Medan: Perdana Publishing, 2017.

Smith, Christopher. “Anti-Islamic Sentiment and Media Framing during the 9/11 Decade,” dalam Journal of Religios and Society, Vol. 15, 2014.

Susanto, Edi. “Kemungkinan Munculnya Paham Islam Radikal di Pondok Pesantren,” dalam Tadris: Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 2, No. 1, 2007, h. 1-19.

Syahnan, Mhd. Contemporary Islamic Legal Discourse: A Study of Sayyid Quthb’s Fi Zhilal al-Qur’an. Medan: IAIN Press, 2010.

Syukur, Abdul. “Gerakan Dakwah dalam Upaya Pencegahan Dini terhadap Penyebaran dan Penerimaan Islamisme Kelompok Radikal-Terorisme di Lampung,” dalam Analisis: Jurnal Studi Keislaman, Vol. 15, No. 1, 2015.

Thran, Malte dan Lukas Boehnke, “The Value-Based Nationalism of Pegida,” dalam Journal for Deradicalization, Vol. 3, 2015.

Turmudi, Endang dan Riza Sihbudi (ed.). Islam dan Radikalisme di Indonesia. Jakarta: LIPI Press, 2005.

Zagato, Alessandro. The Event of Charlie Hebdo: Imaginaries of Freedom and Control. New York: Berghahn, 2015.




DOI: http://dx.doi.org/10.30821/jcims.v3i1.3375

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Indexed by: