PEMBELAJARAN KITAB KUNING DI PESANTREN MUSTHAFAWIYAH, MANDAILING NATAL

Al Rasyidin

Abstract


Abstrak: Kitab kuning sejak lama menjadi bagian penting studi Islam di Indonesia, sejak era pertumbuhannya sampai kini. Pesantren, dan agak belakangan madrasah, menjadi garda terdepan dalam pengkajian dan pelestarian khazanah kitab kuning di Nusantara. Kitab-kitab yang dikaji meliputi bidang tafsir, hadis, tauhid, fikih, sampai bidang tasawuf. Penelitian pembelajaran kitab kuning selama ini memang dirasa masih berfokus pada kawasan Jawa yang memang bisa dikatakan basis pesantren di Nusantara. Selain itu diketahui ada sejumlah perubahan dalam sistem pembelajaran kitab kuning di pesantren. Secara khusus, artikel ini mengkaji sistem pembelajaran kitab kuning di Pesantren Musthafawiyah. Berdasarkan penelitian lapangan terhadap sistem pembelajaran kitab kuning di pesantren tersebut, di mana data diperoleh dari kegiatan wawancara, observasi, dan telaah dokumen, artikel ini mengajukan temuan bahwa pembelajaran kitab kuning di pesantren Musthafawiyah tidak mengalami perubahan. Kitab yang dikaji selalu sama sejak berdiri sampai sekarang, meskipun ada penambahan kitab yang bukan dalam katagori kitab kuning. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian sejarah pendidikan Islam di Indonesia, khususnya pendidikan Islam di luar Jawa. 
 
Kata Kunci: Mandailing, pesantren, pembelajaran, kitab kuning, Musthafawiyah


Abstract: Learning System of Kitab Kuning at Pesantren Musthafawiyah, Mandailing Natal. The kitab kuning (literally ‘Yellow Book’, pre-modern books on Islam) has been the core of Indonesian Islamic studies for a long time. Right from the beginning, pesantrens, to be joined by madradsas at a later period, have taken the responsibility of preserving and teaching kitab kuning throughout the Indonesia archipelago.  The kitab kuning-based studies encompass a variety of subjects such as Qur’anic Exegesis, Prophetic Tradition, Islamic Theology, Islamic Law, and Sufism.  Very much of the existing studies about kitab kuning was undertaken in Java pesantrens and very seldom cover those pesantrens outside Java. Considering that, as well as many developments and changes in kitab kuning studies, the present studies concentrate on Pesantren Musthafawiyah of Mandailing Natal, North Sumatra. The data obtained suggest that in Pesantren Musthafawiyah the kitab kuning curriculum has remained the same from its initial operation in early 20th century to the present. It means that the books studied have always been the same. Although some new books enter the lists, but they are by no means replacing the kitab kuning.
 
Keywords: Mandailing, pesantren, learning, yellow book, Musthafawiyah


Full Text:

PDF

References


As'ad, Mahrus. “Pembaruan Pendidikan Islam K.H. Hasyim Asy’ari,” dalam Tsaqafah: Jurnal Peradaban Islam, Vol 8, No 1 (2012).

Bahri, Samsul. “Perspektif Teori Struktural Fungsionalisme tentang Ketahanan Sistem Pendidikan Pesantren,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Nol. 40, No. 1, 2016.

Daud, Al Husaini M. “Ideologi Pendidikan Pesantren Kontemporer: Pendekatan Strukturalisme,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 36, No. 2, 2012.

Hilmy, Masdar. “Quo-Vadis Islam Moderat Indonesia? Menimbang Kembali Modernisme Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 36, No. 2, 2012.

Huda, M. Syamsul. “Kultus Kiai: Sketsa Tradisi Pesantren,” dalam Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, Vol 1 No 1 (2011).

Ja’far. “Peran Al Jam‘iyatul Washliyah dalam Merevitalisasi Madhhab Shafi’i di Era Kontemporer,” dalam Justicia Islamica: Jurnal Kajian Hukum dan Sosial, Vol. 13, No. 1, 2016.

Ja’far. “Respons Dewan Fatwa Al Jam’iyatul Washliyah terhadap Isu Akidah dan Syariah di Era Global,” dalam al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, Vol. 10, No. 1, 2016.

Ja’far. “Tarekat dan Gerakan Sosial Keagamaan Shaykh Hasan Maksum,” dalam Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, Vol. 5, No. 2, 2015.

Ja’far. Biografi Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah 1930-2015. Medan: Perdana Publishing-CAS, 2015.

Ja’far. Tradisi Intelektual Al Washliyah: Biografi Ulama Kharismatik dan Tradisi Keulamaan. Medan: Perdana Publishing, 2016.

Masqon, Dihyatun. “Dynamic of Pondok Pesantren as Indegenous Islamic Education Centre In Indonesia,” dalam Tsaqafah: Jurnal Peradaban Islam, Vol 7, No 1 (2011).

Mujab, M. “The Role of Pesantren on the Development Islamic Science in Indonesia,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 37, No. 2, 2013.

Nasution, M. Farid, dan Abbas Pulungan. Keberadaan Pesantren Musthafawiyah Pubabaru Mandailing Natal. Medan: Pusat Penelitian IAIN Sumatera Utara, 2004.

Pulungan, Abbas. “Pewarisan Intelektual dan Kharisma Kepemimpinan di Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru Mandailing,” dalam Edukasi: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, Vol. 3. No. 4, 2005.

Pulungan, Abbas. Pesantren Musthafawiyah Purbabaru Mandailing: Bangunan Keilmuan Islam dan Simbol Masyarakat. Bandung: Citapustaka Media, 2004.

Ritonga, Jafar Syahbuddin. “Designing Curriculum, Capacity of Innovation, and Performances: A Study on the Pesantrens in North Sumatra,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Nol. 40, No. 1, 2016.

Salamuddin. “Teologi Rasional Pada Pesantren Tradisional: Telaah Konsep Teologi pada Buku Daras Teologi di Pesantren Musthafawiyah,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 38, No. 1, 2014.

Saragih, Aliman. “Kontribusi Al Jam'iyatul Washliyah terhadap Kemerdekaan Indonesia (1930-1950),” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 40, No. 1, 2016.

Siddik, Dja’far, dan Ja’far. Al-Ittihadiyah: Delapan Dasawarsa Menerangi Nusantara. Medan: Perdana Publishing, 2017.




DOI: http://dx.doi.org/10.30821/jcims.v1i1.324

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by: