PERSEPSI PEMUKA AGAMA TERHADAP BIAS GENDER DITINJAU DARI LATAR BELAKANG SUKU

Dahlia Lubis

Abstract


Abstrak: keberadaan berbagai kajian dan literatur tentang gender tidak serta merta merubah pandangan masyarakat tentang keadilan gender. Sebab, kajian gender tetapi memiliki pendukung dan penentang. Ada pendapat bahwa kajian gender berupaya merubah ajaran agama itu sendiri. Dalam kajian gender selama ini, ditemukan banyak pihak yang ikut berkontribusi bagi muncul dan berkembangnya paham yang bias gender dalam masyarakat Muslim, khususnya di Indonesia. Di antara pihak yang bertanggungjawab terhadap kelestarian paham yang diskriminatif terhadap perempuan adalah para pemuka agama yang diwakili oleh para ustaz dan ustazah dimana mereka memainkan peran sebagai penyampai ajaran agama kepada masyarakat Muslim. Artikel ini mengkaji pandangan para ustaz dan ustazah terhadap ketidakadilan gender yang dilihat dari latar belakang suku masing-masing, sehingga akan terungkap perihal adakah kaitan antara latar belakang suku seorang ustaz dan ustazah terhadap persepsi mereka tentang ketidakadilan gender. Didasari oleh studi lapangan, dimana data penelitian diperoleh dari angket dan wawancara, kajian ini menemukan bahwa masih ditemukannya pemahaman bias gender dalam persepsi ustaz dan ustazah di kota Medan. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian gender di Indonesia. 
 
Kata Kunci: ustaz, ustazah, ketidakadilan, gender, suku
 
Abstract: The Perception of Islamic Preachers about Gender Bias Reviewed From Ethnic Group Backgrounds. The existence of various studies and literature on gender does not automatically change the society's opinion about gender equality. As such, supporters and opponents of the idea are readily found. One opinion goes as far as saying that gender studies try to alter the teachings of religion itself. In the gender studies has been found that many contributed to the emergence and development of gender biased ideology in Muslim societies, especially in Indonesia. Among those responsible to discriminatory preservation of women are religious leaders who are represented by ustaz and ustazah where they play the role of religious teachings to the Muslim community. This article examines the opinions of ustaz and ustazah on gender inequality realized from the background of each ethnic group, so it will be revealed about whether there is a link between ethnic background of an ustaz and ustazah to their perception of gender injustice. Based on field studies, where the research data was obtained from questionnaires and interviews, this study found that there is an understanding of gender bias in ustaz and ustazah perceptions in Medan city. This study is expected to contribute to gender studies in Indonesia.
 
Keywords: ustaz, ustazah, injustice, gender, ethnic group

Full Text:

PDF

References


Basyir, Kunawi. “Menggugat Syirik Intelektual Bersama Nasr Hâmid Abû Zayd dan Amina Wadud,” dalam Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, Vol. 1 No. 2 (2011).

Damanuri, Aji. “Muslim Diaspora dalam Isu Identitas, Gender, dan Terorisme,” dalam Islamica: Jurnal Studi Keislaman, Vol. 6 No. 2 (2012).

Fakih, Mansour. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakana: Pustaka Pelajar, 1999.

Fauziyah, Yayuk. “Ulama Perempuan dan Dekonstruksi Fiqih Patriarkis,” dalam Islamica: Jurnal Studi Keislaman, Vol. 5 No. 1 (2010).

Ghofur, Abdul dan Sulistiyono Susilo. “Perempuan dan Narasi Kekerasan: Studi Kritis Peran Gender dalam Deradikalisasi,” dalam Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, Vol. 5 No. 2 (2015).

Lubis, Dahlia. “Persepsi Mubaligh dan Mubalighah terhadap Kesetaraan dan Keadilan Gender di Kota Medan,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 40, No. 1, 2016.

Nasir, Muhammad. “Syariat Islam dan Ngangkang Style: Mengenal Kearifan Lokal dan Identitas Perempuan Aceh,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 37, No. 1, 2013.

Nasir, Muhammad. “The Resistance of Ulama Dayah Aceh Tamiang Against Women’s Rights in Compilation of Islamic Law (KHI),” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 41, No. 1, 2017.

Rofhani. “Ekspresi dan Representasi Budaya Perempuan Muslim Kelas Menengah di Surabaya,” dalam Islamica: Jurnal Studi Keislaman, Vol. 11 No. 2 (2017).

Rozalinda dan Nurhasanah. “Persepsi Perempuan tentang Perceraian di Kota Padang,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 38, No. 2, 2014.




DOI: http://dx.doi.org/10.30821/jcims.v1i1.321

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Indexed by: