MENEGUHKAN ISLAM NUSANTARA: Nahdlatul Ulama dan Falsafah Pendidikan Pesantren Musthafawiyah

Salamuddin Salamuddin

Abstract


Abstrak: Studi ini menganalisis falsafah pendidikan Pesantren Musthafawiyah. Pesantren ini telah menarik minat sejumlah peneliti, tetapi mereka belum mengungkap falsafah pendidikan yang dikembangkan dalam pesantren ini. Data kajian diperoleh dari kegiatan studi dokumen dan diperkuat dengan data yang diperoleh dari kegiatan observasi yang berkelanjutan, kemudian dianalisis dengan memanfaatkan model Miles dan Huberman. Studi ini mengajukan kesimpulan bahwa sebagaimana pesantren NU lain, Pesantren Musthafawiyah mengembangkan prinsip-prinsip al-muhâfazhah ‘ala qadîm al-shâlih wa al-akhzu bi al-jadîd al-ashlâh, tawâzun, ta‘âdul, dan tasâmuh dimana seluruh prinsip tersebut menjadi nilai-nilai dasar yang diterapkan dalam pembelajaran. Tentu saja, studi ini memperkuat kesimpulan sejumlah peneliti bahwa pesantren mengusung paham Islam moderat dan menolak radikalisme dalam beragama dan bernegara.

Abstract: Reaffirming Nusantara Islam: Nahdlatul Ulama and the Educational Philosophy of Pesantren Musthafawiyah. This study analyzes the educational philosophy of Pesantren Musthafawiyah, a theme that has not been properly studies by former researchers. This pesantren is affiliated with Nahdlatul Ulama; as a matter of fact, its founder, Sheikh Mustafa Husein, is also the founder of NU in North Sumatra. This study data was obtained through document reviews and strengthened with prolonged observation activities, then analyzed using the Miles and Huberman data analysis models. This study concludes that as with other NU pesantrens, Musthafawiyah develops the principles of al-muhâfazhah ‘ala qadîm al-shâlih wa al-akhzu bi al-jadîd al-ashlâh, tawâzun, ta‘âdul, and tasâmuh, the principles of which have become the basic values that are applied in teaching and learning process. Of course, this study reinforces the conclusions of a number of researchers that Islamic boarding schools uphold a moderate understanding of Islam and reject radicalism in religion and state.

Kata Kunci: NU, Musthafawiyah, Sunni, moderat, radikal, pesantren, Mandailing, Tapanuli

Full Text:

PDF

References


Al Rasyidin. “Pembelajaran Kitab Kuning di Pesantren Musthafawiyah, Mandailing Natal,” dalam Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies, Vol. 1, No. 1, 2017.

Al-Suyuthi, Jalâl al-Dîn. Al-Dur al-Mantsûr. Beirut: Dâr al-Fikr, 1993.

Bruinessen, Martin Van. NU: Tradisi, Relasi-relasi Kuasa, Pencarian Wacana Baru. Yogyakarta: LKiS, 1999.

Burhanudin, Mamat S. “Ahl as-Sunnah wa al-Jama’ah dan Dakwah Islam di Indonesia,” dalam Jurnal Bimas Islam. Jakarta: 2008.

Bush, Robin. Nahdlatul Ulama and the Struggle for Power within Islam and Politics in Indonesia. Singapore: ISEAS, 2009.

Chalim, Asep Saifuddin. Membumikan Aswaja. Surabaya: Khalista, 2012.

Departemen Agama RI. Ensiklopedi Islam di Indonesia. Jakarta: Departemen Agama RI., 1993.

Gazali, Muhammad Bahri. Pendidikan Pesantren Berwawasan Lingkungan: Kasus Pondok Pesantren An-Nuqayah Guluk-Guluk Sumenep Madura. Jakarta: Pedoman Ilmu, 2001.

Harits, Busyairi. Islam NU: Mengawal Tradisi Sunni Indonesia. Surabaya: Khalista, 2010.

Ismail, Faisal. “The Nahdlatul Ulama: Its Early History and Contribution to the Establishment of Indonesian State,” dalam Journal of Indonesian Islam, Vol. 5, No. 2, 2011.

Ja’far. “Tarekat dan Gerakan Sosial Keagamaan Shaykh Hasan Maksum,” dalam Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, Vol. 5, No. 2, 2015.

Ja’far. “Peran Al Jam‘iyatul Washliyah dalam Merevitalisasi Madhhab Shafi’i di Era Kontemporer,” dalam Justicia Islamica: Jurnal Kajian Hukum dan Sosial, Vol. 13, No. 1, 2016.

Jaib, Sa’di Abu. Al-Qamus al-Fiqhi Lughatan wa Isthilahatan. Damaskus: Dâr al-Fikr, 1988.

Jalaluddin. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 2012.

Kholil, Mohamad . “Menggagas Pesantren sebagai Pusat Peradaban Muslim di Indonesia,” dalam Media Akademika, Vol. 26, No. 3, Juli 2011.

Khuluq, Lathiful. “K.H. Hasyim Asy’ari’s Contribution to Indonesian Independence,” dalam Studia Islamika, Vol. 5, No. 1, 1998.

Lubis, Yusfar. Syeikh Musthafa Husein Purba Baru 1886-1955. Bandung: t.p., 1992.

Lukens-Bull, Ronald Alan. Jihad Pesantren di Mata Antropolog Amerika. Yogyakarta: Gama Media, 2004.

Lukens-Bull, Ronald. “The Traditions of Pluralism, Accomodation, and Anti-Radicalism in the Pesantren Community,” dalam Journal of Indonesian Islam, Vol. 2, No. 1 Juni 2008.

Marhumah. “The Roots of Gender Bias: Misogynist Hadiths in Pesantrens,” dalam Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, Vol 5, No 2 (2015).

Mas’ud, Abdurrahman. Dari Haramain ke Nusantara. Jakarta: Kencana, 2006.

Muzadi, Hasyim. Nahdlatul Ulama di Tengah Agenda Persoalan Bangsa. Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999.

Ni’am, Syamsun. “Pesantren: the Miniature of Moderate Islam in Indonesia,” dalam Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, Vol. 5, No. 1, 2015.

Pribadi, Yanwar. “Religious Networks in Madura: Pesantren, Nahdlatul Ulama, and Kiai as the Core of Santri Culture,” dalam al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, Vo. 51, No. 1, 2013.

Pulungan, Abbas. “Nahdlatul Ulama di Luar Jawa: Perkembangan di Tanah Mandailing,” dalam Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies, Vol. 2, No. 1, 2018.

Qomar, Mujamil. Pesantren dari Transformasi Metodologi Menuju Demokratisasi Institusi. Jakarta: Erlangga, t.t.

Salamuddin. “Corak Teologi Syekh Musthafa Husein.” Disertasi, Pascasarjana IAIN Sumatera Utara, 20013.

Salamuddin. “Teologi Rasional Pada Pesantren Tradisional: Telaah Konsep Teologi pada Buku Daras Teologi di Pesantren Musthafawiyah,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 38, No. 1, 2014.

Siradj, Said Agiel. Ahlussunnah Wal Jama’ah dalam Lintasan Sejarah. Yogyakarta: LKPSM, 1997.

Suma, Muhammad Amin. “Kelompok dan Gerakan,” dalam Taufik Abdullah (ed.), Ensiklopedi Tematis Dunia Islam. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, t.t.

Suriasumantri, Jujun S. Filsafat Ilmu. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2003.

Syahnan, Mhd. “Islam as a System: A Critical Analysis of Sayyid Quthb’s Principle Thought,” in Analytica Islamica, Vol. 4 No. 1, May 2002.

Syahnan, Mhd. Contemporary Islamic Legal Discourse: A Study of Sayyid Quthb’s Fi Zhilal al-Qur’an. Medan: IAIN Press, 2010.




DOI: http://dx.doi.org/10.30821/jcims.v3i1.2001

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Indexed by: