ORGANISASI ISLAM DI TANAH MELAYU: Ideologi dan Gerakan Al-Ittihadiyah Sebelum Era Reformasi

Al Rasyidin

Abstract


Abstrak: Artikel ini menelaah organisasi Al-Ittihadiyah di Sumatera Utara. Secara khusus, artikel ini akan menguak ideologi yang diperjuangkan organisasi, amal usaha, serta perkembangannya di komunitas yang majemuk. Artikel ini merupakan hasil penelitian kepustakaan yang didukung oleh data lapangan. Metode yang digunakan adalah analisis isi. Artikel ini mengajukan temuan bahwa Al-Ittihadiyah merupakan salah satu organisasi Islam yang lahir di Kota Medan dimana kelompok ulama dan tokoh Melayu menjadi patron utama organisasi ini. Al-Ittihadiyah seakan menjadi corong bagi etnis Melayu di Sumatera Timur, dan ini yang membedakan mereka dengan etnis Minangkabau yang berafiliasi dengan Muhammadiyah dan etnis Mandailing yang berafiliasi dengan Al Jam’iyatul Washliyah. Selain itu, Al-Ittihadiyah sebagai organisasi tidak berafiliasi dengan mazhab akidah dan fikih tertentu, tetapi para pendukungnya adalah penganut mazhab Asy‘ariyah dan Syâfi‘iyah. Kemudian, Al-Ittihadiyah bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah dan amal sosial, meskipun mulai dari awal kemerdekaan Al-Ittihadiyah terlibat dalam Partai Masyumi, dan kelak tokoh-tokohnya melibatkan diri dalam PPP yang akhirnya membuat organisasi ini kalah bersaing dengan Al Washliyah dan Muhammadiyah dalam pengembangan amal usahanya.   
 

Abstract: Islamic Organization in Malay Land: Ideology and Movements of Al-Ittihadiyah Before-Reform Era. This article examines the Al-Ittihadiyah organization in North Sumatra, focusing on its ideology, programs, and its development in a pluralistic community. This article is based on content analysys study, combining literary information and field data. This article proposes that Al-Ittihadiyah was one of the Islamic organizations established in Medan City, initiated and patronized by Malay clerics and prominent figures. As such this organisation has a very close ties with Malays, very much like the association of the Minangkabaus with Muhammadiyah and Mandailings with Al Jam’iyatul Washliyah. In addition, Al-Ittihadiyah as an organization is not affiliated with certain schools of faith and jurisprudence, but its supporters are adherents of the Ash‘ariyah and Syâfi‘iyah schools. Al-Ittihadiyah engages in education, da’wah and social charity. In the beginning of independence, Al-Ittihadiyah leaders joined the Masjumi Party, and later on the Unity and Development Party (PPP). It seems that this political involvement makes this organization unable to compete with Al Washliyah and Muhammadiyah.

Kata Kunci: organisasi Islam, Al-Ittihadiyah, mazhab, pendidikan, dakwah, politik, Melayu



Full Text:

PDF

References


Abdullah, Taufiq. Agama dan Masyarakat: Pantulan Sejarah Indonesia. Jakarta: LP3ES, 1987.

Al Rasyidin. “Islamic Organizations in North Sumatra: The Politics of Initial Establishment and Later Development,” dalam Journal of Indonesian Islam, Vol. 10, No. 1, 2016.

Arsjad, Muchlis, et al. Buku Muktamar Al-Ittihadiyah ke-XII. Bandung: Seksi publikasi Panitia Muktamar, 1968.

Azhar, Bachroem, et al. Peringatan Ulang Tahun 1/4 Abad Al-Ittihadiyah. Medan: Panitia Kongres ke-X Al-Ittihadiyah, 1960.

Bakar, Mahmud Abu. “Al-Ittihadiyah 1/4 Abad,” dalam Bachroem Azhar, et al. Peringatan Ulang Tahun 1/4 Abad Al-Ittihadiyah. Medan: Panitia Kongres ke-X Al-Ittihadiyah, 1960.

Bakar, Mahmud Abu. “Muktamar ke-XII Al-Ittihadiyah,” dalam Muchlis Arsjad et al. Buku Muktamar Al-Ittihadiyah ke XII. Bandung: Seksi Publikasi Panitia Muktamar, 1968.

C.V.O Conferentie Al-Ittihadiyah. “Azas, Toejoean, Oesaha, dan Organisatie Al-Ittihadiyah,” dalam Conferentie Jubileum 6 Tahoen 1935-1941 Al-Ittihadiyah. t.t.p.: C.V.O. Conferentie Al-Ittihadiyah ke-1, 1941.

Dewan Pimpinan Pusat Al-Ittihadiyah. Pedoman Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Al-Ittihadiyah. Jakarta: Sekretariat DPP dan PP Muslimat Al-Ittihadiyah, 1999.

Ja’far. “Peran Al Jam‘iyatul Washliyah dalam Merevitalisasi Madhhab Shafi’i di Era Kontemporer,” dalam Justicia Islamica: Jurnal Kajian Hukum dan Sosial, Vol. 13, No. 1, 2016.

Ja’far. “Respons Dewan Fatwa Al Jam’iyatul Washliyah terhadap Isu Akidah dan Syariah di Era Global,” dalam al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, Vol. 10, No. 1, 2016.

Kahin, Audrey R. Pergolakan Daerah Pada Awal Kemerdekaan. Jakarta: Grafiti, 1990.

Kushimoto, Hiroko. “Islam and Modern School Education in Journal Pengasuh: Review of the Kaum Muda-Kaum Tua Dichotomy,” dalam Studia Islamika, Vol. 19, No. 2, 2012.

Noer, Deliar. Gerakan Modern Islam Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES, 1980.

Noer, Deliar. Partai Islam di Pentas Nasional. Jakarta: Grafiti Press, 1987.

Noor, Firman. “Islamic Party and Pluralism: The View and Attitude of Masyumi towards Pluralism in Politics (1945-1960),” dalam al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, Vol. 54, No. 2, 2016.

Noor, Sayuti. “Dakwah dan Pendidikan lslam,” dalam Muktamar Al-Ittihadiyah ke-XII. Bandung: Seksi Publikasi Panitia Muktamar Al-Ittihadiyah ke-13, 1968.

Pohan, Mohd. Sjarief. “Kepentingan Propaganda Islam,” dalam dalam Conferentie Jubileum 6 Tahoen 1935-1941 Al-Ittihadiyah. t.t.p.: C.V.O. Conferentie Al-Ittihadiyah ke-1, 1941.

Said, Faqih Adam. “Dari Ittihadiyah Wathaniyah ke Al-Ittihadiyah” dalam Bachroem Azhar et al., Peringatan Ulang Tahun Abad Al-Ittihadiyah. Medan: Panitia Kongres ke-X Al-Ittihadiyah, 1960.

Said, Fuad. “Sejarah Singkat Al-Ittihadiyah dan Sambutan,” dalam Pedoman Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Al-Ittihadiyah. Jakarta: Sekretariat DPP Al-Ittihadiyah, 1999.

Siddik, Dja’far. “Dinamika Organisasi Muhammadiyah di Sumatera Utara,” dalam Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies, Vol. 1, No. 1, 2017.

Suminta, H. Aqib. Politik Islam Hindia Belanda. Jakarta: LP3ES, 1985.




DOI: http://dx.doi.org/10.30821/jcims.v2i1.1746

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Indexed by: