AL-FÂTIHAH DALAM PERSPEKTIF MUFASIR NUSANTARA: Membandingkan Tafsir al-Qur’anul Majid an-Nur dan Tafsir al-Azhar

Arivaie Rahman

Abstract


Abstrak: Artikel ini mendiskusikan tentang penafsiran surah al-Fâtihah menurut mufasir Indonesia, Hasbi ash-Shiddieqy dengan karyanya tafsir al-Qur’anul Majid an-Nur dan Hamka dengan karyanya tafsir al-Azhar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analisis-komparatif. Penafsiran terhadap surah al-Fâtihah dapat diklasifikasikan mejadi dua komponen penting: komponen eksternal dan komponen internal. Komponen eksternal membicarakan tentang unsur-unsur luar surah al-Fâtihah, yaitu tentang penamaan surah, tempat dan periode turunnya surah, jumlah ayat dalam satu surah, fadhilah surah, asbâb al-nuzûl, lafal ta‘awudz dan âmîn. Sedangkan komponen internal merupakan unsur dalam surah al-Fâtihah, yaitu tauhid, janji dan ancaman, ibadah, jalan memperoleh kebahagiaan, dan kisah umat terdahulu. Hasil penelaahan terhadap kedua tafsir tersebut ditemui titik-titik perbedaan, namun perbedaan itu tidak prinsipil tetapi menarik untuk diungkap, misalnya Hasbi meyakini bahwa basmallâh merupakan ayat tersendiri yang terpisah dari surah al-Fâtihah. Hal ini berbeda dengan Hamka dan kebanyakan ahli tafsir yang umumnya menganggap basmallâh merupakan ayat pertama dari surah al-Fâtihah.
 
Abstract: Perspectives of Nusantara’s Mufassirs on al-Fâtihah: Comparing Tafsir al-Qur’anul Majid an-Nur and Tafsir al-AzharUsing descriptive-analytical-comparative approach, this article discusses the interpretations of surah al-Fâtihah according to Hasbi ash-Shiddieqy’s masterpiece Tafsir al-Qur’an al-Majîd al-Nûr and Hamka’s Tafsir al-Azhar. The interpretation of surah al-Fâtihah can be classified into two important components: external components and internal components. The external components speak about the external elements of the surah al-Fâtihah, namely: the naming of surah, places and periods of revelation of the surah, its number of verses, asbâb al-nuzûl, pronunciation ta‘awudz and âmîn. While the internal component is the messages contained surah al-Fâtihah, namely: monotheism, promises and threaths, worship, the way of gaining happiness, and story of the past. The study found that the two authors differ at some points, although not principel ones. For example, Hasbi believes that basmallâh is a separate verse from surah al-Fâtihah, while Hamka, as do most commentators, considers basmallâh as the first verse of surah al-Fâtihah.


Kata Kunci: quran, mufasir, Nusantara, HAMKA, M. Hasbi ash-Shiddieqy


Full Text:

PDF

References


Al-Baghâwî, Husain bin Mas‘ud. Ma‘âlim al-Tanzîl fî Tafsîr al-Qur’ân, Jilid I. Beirut: Dâr Ihyâ’ al-Turats al-‘Arabi, 1420.

Al-Baidhâwî, ‘Abdullâh bin ‘Umar. Anwâr al-Tanzîl wa Asrâr al-Ta’wîl, Jilid I. Beirut: Dâr Ihyâ’ Turats al-‘Arabi, 1418.

Al-Bantani, Muhammad bin ‘Umar. Marah al-Labid li Kasyf Ma‘ani al-Qur’an al-Majid, Jilid I. Beirut: Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1417.

Al-Jawi, ‘Abd al-Rauf bin ‘Ali al-Fanshuri. Turjuman al-Mustafid. Singapura: Maktabah wa Mathba‘ah Sulaiman Mar‘i, 1951.

Ash-Shiddieqy, T.M. Hasbi. Tafsir al-Qur’anul Madjid An-Nur, Juz. I, Cet. 2. Jakarta: Bulan Bintang, 1965.

Azra, Azyumardi. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII: Akar Pembaharuan Islam Indonesia. Jakarta: Kencana, 2004.

Burhanuddin, Nunu. “Konstruksi Nasionalisme Religius: Relasi Cinta dan Harga Diri dalam Karya Sastra Hamka,” dalam Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, Vol. 10, No. 2, Desember 2015.

Gusmian, Islah. “Bahasa dan Aksara dalam Penulisan Tafsir al-Qur’an di Indonesia Era Awal Abad ke-20 M,” dalam Mutawatir: Jurnal Keilmuan Tafsir Hadits, Vol. 5, No. 2, Desember 2015.

Gusmian, Islah. Khazanah Tafsir Indonesia: Dari Hermeneutik hingga Ideologi. Yogyakarta: LKiS, 2013.

Ibn ‘Ali Ridhâ, Muhammad Râsyid. Tafsîr al-Qur’ân al-Hakîm atau Tafsîr al-Manâr, Jilid I. Mesir: al-Hay’ah al-Mishriyah al-‘Ammah li al-Kitâb, 1990.

Ismâ‘îl bin ‘Umar bin Kâtsir, Tafsîr al-Qur’ân al-‘Azhîm, Jilid I. t.t.t.: Dâr Thayibah li al-Nasyr wa al-Tauzi‘, 1999.

Ismatullah, A.M . “Penafsiran M. Hasbi Ash-Shiddieqy terhadap Ayat-ayat Hukum dalam Tafsir al-Nur,” dalam Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, Vol. XIII, No. 2, Desember 2014.

Johns, Anthony H. “Tafsir al-Qur’an di Dunia Indonesia Melayu: Sebuah Penelitian Awal,” dalam Jurnal PSQ, Vol. 1, No. 3, 2006.

Kamsi. “Telaah Atas Pemikiran T. M. Hasbi Ash-Shiddieqy tentang Hubungan Internasional,” dalam asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, Vol. 43 No. II, 2009.

Kasmali. “Sinergi Implementasi antara Pendidikan Akidah dan Akhlak Menurut Hamka,” dalam Jurnal Theologia, Vol. 26, No. 2, Juli-Desember 2015.

Malkan. “Tafsir al-Azhar: Suatu Tinjauan Biografis dan Metodologis,” dalam Hunafa: Jurnal Studia Islamika, Vol. 6, No. 3, Desember 2009.

Miswar, Andi. “Tafsir al-Qur’an al-Majid al-Nur Karya T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy: Corak Tafsir Berdasarkan Perkembangan Kebudayaan Islam Nusantara,” dalam Jurnal Adabiyah, Vol. XV, No. 1, 2015.

Nashihuddin, M. “Percikan Pemikiran Pendidikan Hamka,” dalam al-Lubab: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Keagamaan Islam, Vol. 1, No. 1, 2016.

Riddell, Peter G. Islam and the Malay-Indonesian World, Transmission and Responses. Honolulu: University of Hawai’i Press, 2001.

Sarjan, M. Andi. “Hasbi Ash-Shiddieqy wa Tajdid al-Fiqh fi Indunisiya,” dalam Studia Islamika, Vol. 3, No. 3, 1996.

Shihab, M. Quraish. Tafsir al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an, Vol. I. Jakarta: Lentera Hati, 2002.

Suarni. “Karakteristik Tafsir Tarjuman al-Mustafid,” dalam Subtantia: Jurnal Ilmu-ilmu Ushuluddin, Vol. 17, No. 2, Oktober 2015.

Supian, Aan. “Kontribusi Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Kajian Ilmu Hadis,” dalam Mutawatir: Jurnal Keilmuan Tafsir Hadis, Vol. 4, No. 2, Desember 2014.

Syafi’i, Abdul Manan. “Pengaruh Tafsir al-Manar terhadap Tafsir al-Azhar,” dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, Vol. 38. No. 2 Juli-Desember 2014.

Taufiq, Imam. “Membangun Damai Melalui Mediasi: Studi terhadap Pemikiran Hamka dalam Tafsir al-Azhar,” dalam al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, Vol. 14, No. 2 Mei 2014.

Thahir, Masnun. “Pemikiran T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy: Sumber Hukum Islam dan Relevansinya dengan Hukum Islam di Indonesia,” dalam al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, Vol. 1, No. 1, 2008.

Yunus, Mahmud. Tafsir Qur’an Karim. Jakarta: Mahmud Yunus wa Dzurriyah, 2011.




DOI: http://dx.doi.org/10.30821/jcims.v2i1.1742

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Indexed by: